Motor Servo: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Fungsi

Daftar Isi

Kelasteknisi.com | Motor servo adalah motor yang digunakan dalam sistem kontrol gerak untuk menghasilkan posisi, kecepatan, atau torsi secara terkendali dan presisi. Pada sistem servo, gerakan motor umumnya dipantau menggunakan perangkat feedback seperti encoder, kemudian dibandingkan dengan perintah dari controller agar kesalahan gerakan dapat dikoreksi.

Motor servo banyak digunakan pada robot industri, mesin CNC, packaging machine, conveyor positioning, mesin printing, pick and place, hingga perangkat robotika kecil. Namun perlu dipahami bahwa istilah servo tidak hanya merujuk pada motornya. Pada aplikasi industri, sebuah servo system biasanya melibatkan motor, servo drive, perangkat feedback, controller, serta mekanisme beban.

Singkatnya: motor servo digunakan ketika aplikasi membutuhkan kontrol gerakan yang lebih presisi. Sistem feedback memungkinkan controller mengetahui kondisi aktual motor dan melakukan koreksi terhadap perintah posisi, kecepatan, atau torsi.

Apa Itu Motor Servo?

Motor servo adalah bagian dari sistem servo yang dirancang untuk menghasilkan gerakan terkontrol berdasarkan perintah dari sistem kendali. Berbeda dengan motor yang hanya dijalankan ON dan OFF, servo system dapat mengatur posisi poros, kecepatan putaran, maupun torsi sesuai kebutuhan aplikasi dan kemampuan sistem yang digunakan.

Karakter penting pada servo adalah adanya feedback. Encoder atau sensor lain memberikan informasi aktual kepada servo drive atau controller. Nilai tersebut dibandingkan dengan nilai referensi atau command. Ketika terdapat selisih, sistem mengatur keluaran ke motor untuk memperkecil error tersebut. Prinsip inilah yang membuat servo sangat cocok untuk sistem motion control.

Secara konsep, motor servo masih termasuk keluarga motor listrik. Yang membedakannya adalah bagaimana motor, drive, feedback dan controller digunakan sebagai satu sistem kontrol gerak.

Komponen Utama Sistem Motor Servo

Agar cara kerja motor servo lebih mudah dipahami, kita perlu membedakan motor dengan keseluruhan servo system. Pada aplikasi industri, motor saja belum cukup untuk melakukan positioning secara otomatis. Motor membutuhkan perangkat lain yang mengatur daya dan membaca feedback.

Konfigurasi setiap merek dan mesin dapat berbeda, tetapi secara umum servo system dapat terdiri dari beberapa bagian berikut.

1. Servo Motor

Servo motor merupakan aktuator yang mengubah energi listrik menjadi gerakan mekanis. Pada servo industri modern banyak dijumpai motor AC brushless dengan permanent magnet, meskipun teknologi servo tidak terbatas hanya pada konstruksi tersebut.

Motor harus dipilih sesuai kebutuhan mesin, seperti continuous torque, peak torque, kecepatan, inertia, duty cycle, kondisi lingkungan dan karakteristik mekanis beban.

2. Servo Drive

Servo drive adalah perangkat elektronik daya dan kontrol yang mengatur energi yang diberikan kepada motor. Drive menerima command dari controller, memproses feedback, kemudian mengendalikan motor sesuai parameter yang telah dikonfigurasi.

Pada praktik industri, servo drive juga dapat memiliki fungsi proteksi, monitoring, autotuning, communication interface dan diagnostic. Kemampuan pastinya berbeda antarproduk sehingga manual manufacturer tetap menjadi acuan utama.

3. Encoder atau Feedback Device

Encoder digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi dan/atau gerakan poros kepada sistem kontrol. Resolusi dan jenis encoder berpengaruh terhadap kemampuan sistem mendeteksi perubahan posisi, tetapi akurasi akhir mesin tidak ditentukan oleh resolusi encoder saja.

Servo dapat menggunakan incremental encoder, absolute encoder, resolver, atau teknologi feedback lainnya tergantung desain. Absolute encoder memiliki keuntungan dapat menyediakan informasi posisi absolut sesuai sistemnya, sedangkan incremental encoder bekerja berdasarkan perubahan pulsa relatif terhadap gerakan.

4. Controller

Controller memberikan perintah gerakan kepada servo drive. Perangkat ini dapat berupa PLC dengan kemampuan motion control, dedicated motion controller, CNC controller, robot controller, microcontroller, atau sistem kendali lainnya.

Komunikasi command antara controller dan drive dapat menggunakan pulse train, analog command, atau jaringan komunikasi digital/industrial Ethernet tergantung perangkat yang digunakan.

5. Gearbox atau Mekanisme Transmisi

Gearbox bukan komponen yang wajib ada pada setiap motor servo. Gearbox digunakan apabila aplikasi membutuhkan penyesuaian kecepatan, torsi, inertia matching, atau rasio mekanis tertentu. Banyak servo juga dihubungkan langsung ke beban tanpa gearbox.

Selain gearbox, mekanisme servo dapat menggunakan ball screw, timing belt, rack and pinion, coupling, pulley, rotary table atau mekanisme transmisi lainnya. Backlash dan kekakuan mekanis perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi performa positioning.

Cara Kerja Motor Servo

Cara kerja motor servo pada dasarnya menggunakan prinsip closed-loop control. Controller memberikan nilai target atau setpoint, kemudian servo drive mengendalikan motor. Feedback device membaca kondisi aktual dan mengirimkan informasinya kembali ke sistem.

Sistem membandingkan command dengan feedback. Selisih antara nilai target dan nilai aktual disebut error. Drive kemudian menyesuaikan arus atau tegangan keluaran sesuai strategi kontrolnya sehingga motor bergerak menuju kondisi yang diperintahkan.

Proses koreksi berlangsung sangat cepat sehingga sistem mampu mempertahankan respons gerakan sesuai kemampuan drive, motor, sensor dan mekanik. Karena itulah servo banyak digunakan pada mesin yang memerlukan gerakan berulang dengan kontrol posisi dan dinamika yang tinggi.

Walaupun disebut closed-loop, kualitas positioning tidak hanya ditentukan oleh encoder. Tuning control loop, kekakuan mekanis, backlash, coupling, inertia, disturbance dan kualitas pemasangan juga dapat memengaruhi performa sistem secara keseluruhan.

Mode Kontrol Motor Servo

Salah satu kelebihan servo system adalah kemampuan mengontrol lebih dari sekadar putaran motor. Tergantung drive dan controller yang digunakan, sistem dapat bekerja dalam mode position, speed, torque atau kombinasi fungsi motion control lainnya.

Pemilihan mode ditentukan oleh kebutuhan mesin. Mesin indexing membutuhkan karakter berbeda dengan spindle, tension control atau robotic axis. Karena itu servo tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan daya dalam watt atau kilowatt.

Position Control

Position control digunakan ketika posisi akhir menjadi parameter utama. Controller menentukan seberapa jauh atau ke posisi mana motor harus bergerak, sedangkan feedback digunakan untuk memastikan posisi aktual mengikuti command.

Mode ini banyak digunakan pada indexing table, robot, CNC, packaging machine dan sistem pick and place yang memerlukan gerakan dari satu posisi menuju posisi lain.

Speed Control

Speed control digunakan ketika kecepatan menjadi variabel utama yang harus dikendalikan. Drive menyesuaikan output motor agar kecepatan aktual mengikuti referensi yang diberikan.

Mode ini dapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan kecepatan stabil atau perubahan kecepatan secara terkontrol. Kemampuan akselerasi dan deselerasinya tetap harus mempertimbangkan inertia serta torsi yang tersedia.

Torque Control

Torque control digunakan ketika torsi menjadi variabel yang dikendalikan. Pada motor listrik, torsi berkaitan erat dengan arus motor, meskipun hubungan dan algoritma pengendaliannya bergantung pada tipe motor dan drive.

Aplikasi tertentu seperti winding, unwinding, tension control dan proses yang memerlukan pengaturan gaya dapat memanfaatkan mode ini.

Jenis Motor Servo

Motor servo dapat dikelompokkan dengan beberapa cara berdasarkan sumber atau konstruksi motornya. Karena teknologi servo berkembang luas, satu motor dapat masuk ke lebih dari satu klasifikasi sekaligus, misalnya AC, brushless dan synchronous.

Untuk pemahaman dasar, jenis yang paling sering dibahas adalah servo AC dan DC serta brushed dan brushless. Pada aplikasi industri modern, AC brushless servo sangat umum digunakan karena performa dinamis dan kebutuhan maintenance yang rendah.

1. Motor Servo AC

Motor servo AC digunakan bersama servo drive yang menghasilkan keluaran AC terkontrol. Banyak servo industri modern menggunakan motor synchronous permanent magnet, meskipun konfigurasi aktual bergantung pada manufacturer dan seri produk.

AC servo banyak digunakan pada automation karena mampu memberikan kontrol posisi, kecepatan dan torsi dengan respons dinamis tinggi. Sistemnya biasanya sudah dipasangkan dengan encoder dan servo drive yang kompatibel.

2. Motor Servo DC

Motor servo DC menggunakan motor DC sebagai aktuator dalam servo system. Konstruksinya dapat menggunakan brush atau teknologi brushless DC tergantung desain.

Servo DC masih digunakan pada berbagai aplikasi, terutama sistem berdaya kecil, robotika, perangkat khusus dan sistem yang memang dirancang menggunakan supply DC. Jadi perbedaan AC dan DC tidak cukup dinilai hanya dari mana yang lebih cepat atau lebih efisien.

3. Brushed Servo Motor

Motor brushed menggunakan brush dan commutator untuk melakukan komutasi mekanis. Sistem ini relatif mudah dikendalikan, tetapi brush merupakan komponen yang mengalami keausan.

Akibat adanya kontak mekanis, inspeksi dan penggantian brush dapat menjadi bagian dari maintenance. Hal ini menjadi salah satu alasan teknologi brushless banyak digunakan pada servo modern.

4. Brushless Servo Motor

Motor brushless tidak menggunakan brush untuk melakukan komutasi mekanis. Proses komutasi dikendalikan secara elektronik oleh drive berdasarkan informasi posisi rotor dan algoritma kontrol yang digunakan.

Tidak adanya brush mengurangi komponen yang aus akibat gesekan pada bagian tersebut. Brushless servo karena itu banyak digunakan pada mesin industri yang membutuhkan respons cepat, operasi berulang dan maintenance rendah.

Motor Servo vs Motor Stepper

Motor servo dan motor stepper berbeda, meskipun keduanya banyak digunakan untuk positioning. Stepper bergerak berdasarkan langkah atau step diskrit dan pada sistem sederhana sering dioperasikan secara open-loop. Namun tersedia juga closed-loop stepper, sehingga tidak tepat mengatakan semua stepper selalu open-loop.

Servo umumnya menawarkan closed-loop control dan performa dinamis yang baik pada rentang kecepatan yang luas. Sebaliknya, stepper dapat menjadi pilihan sederhana dan ekonomis untuk aplikasi tertentu. Pemilihannya harus berdasarkan kebutuhan mesin, bukan anggapan bahwa salah satunya selalu lebih baik.

Parameter Motor Servo Motor Stepper
Kontrol Umumnya closed-loop Open-loop atau closed-loop
Feedback Umumnya menggunakan encoder/resolver Tidak selalu diperlukan
Gerakan Continuous motion terkontrol Berdasarkan step
Sistem Cenderung lebih kompleks Dapat lebih sederhana
Aplikasi Dynamic motion dan precision positioning Positioning sederhana hingga menengah

Motor Servo vs Motor Induksi

Motor induksi banyak digunakan untuk menggerakkan pompa, fan, compressor, conveyor dan berbagai mesin industri. Jika membutuhkan pengaturan kecepatan, motor induksi dapat dikendalikan menggunakan VFD dan pada sistem tertentu juga dapat menggunakan feedback.

Servo system lebih ditujukan untuk aplikasi motion control dengan tuntutan posisi, kecepatan, torsi dan respons dinamis tertentu. Karena itu jangan menyimpulkan bahwa servo selalu lebih baik daripada motor induksi. Keduanya dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.

Kelebihan Motor Servo

Keunggulan utama motor servo adalah kemampuan mengontrol gerakan secara presisi dengan memanfaatkan feedback. Sistem dapat mendeteksi perbedaan antara command dan kondisi aktual kemudian melakukan koreksi secara otomatis.

Servo juga memiliki kemampuan akselerasi, deselerasi dan respons dinamis yang sesuai untuk mesin berkecepatan tinggi. Namun performa sebenarnya bergantung pada sizing, tuning, mekanik, drive dan konfigurasi sistem.

  • Kontrol posisi yang presisi.
  • Kontrol kecepatan dan torsi.
  • Menggunakan feedback untuk koreksi gerakan.
  • Respons dinamis tinggi pada sistem yang dirancang dengan benar.
  • Cocok untuk gerakan berulang.
  • Mudah diintegrasikan dengan sistem automation modern.
  • Tersedia fungsi monitoring dan diagnostic pada banyak servo drive industri.

Kekurangan Motor Servo

Kemampuan tinggi tersebut membuat sistem servo cenderung lebih kompleks dibanding penggerak motor sederhana. Engineer harus memperhatikan kompatibilitas motor dan drive, parameter encoder, inertia, tuning, mechanical transmission dan communication system.

Biaya awal servo system juga dapat lebih tinggi. Penggunaan servo untuk aplikasi yang hanya membutuhkan motor ON/OFF atau putaran sederhana bisa menjadi tidak ekonomis jika keuntungan motion control-nya tidak benar-benar diperlukan.

  • Harga sistem dapat lebih tinggi.
  • Commissioning lebih kompleks.
  • Membutuhkan parameter dan tuning yang benar.
  • Motor, encoder dan drive harus kompatibel.
  • Kesalahan mekanis tetap dapat menurunkan akurasi.
  • Troubleshooting membutuhkan pemahaman drive dan control system.

Aplikasi Motor Servo

Aplikasi motor servo paling cocok ditemukan pada mesin yang membutuhkan kontrol gerakan secara akurat dan berulang. Di industri manufaktur, servo memungkinkan beberapa axis bergerak dengan posisi, kecepatan dan timing yang telah diprogram.

Tidak semua perangkat otomatis menggunakan servo. Pintu otomatis, printer atau solar tracker, misalnya, dapat menggunakan berbagai jenis aktuator tergantung desain produsennya. Jadi keberadaan gerakan otomatis tidak otomatis berarti perangkat tersebut menggunakan motor servo.

Robot Industri

Robot industri merupakan salah satu aplikasi servo yang paling jelas. Setiap joint membutuhkan kontrol sudut, kecepatan dan torsi agar end-effector dapat mengikuti trajectory yang telah diprogram.

Servo memungkinkan beberapa axis dikoordinasikan secara simultan. Robot kemudian dapat melakukan welding, assembly, palletizing, painting dan material handling secara berulang.

Mesin CNC

Pada CNC, servo dapat digunakan untuk menggerakkan axis mesin melalui ball screw atau mekanisme lainnya. Controller mengatur posisi axis berdasarkan program machining.

Akurasi akhir mesin tetap dipengaruhi oleh mekanik, encoder, thermal condition, backlash, calibration dan control system. Jadi penggunaan servo saja tidak otomatis menjamin akurasi mesin tertentu.

Packaging Machine

Mesin packaging sering membutuhkan gerakan yang sinkron antara feeding, cutting, sealing dan positioning. Servo memungkinkan profil gerakan tersebut diprogram dan disesuaikan dengan produk.

Kemampuan electronic synchronization juga dapat mengurangi kebutuhan mekanisme cam konvensional pada desain mesin tertentu.

Conveyor Positioning

Conveyor biasa tidak selalu membutuhkan servo. Namun jika produk harus berhenti pada posisi tertentu dengan cycle time yang ketat, servo dapat digunakan sebagai penggeraknya.

Sensor dan controller memberikan informasi posisi produk, kemudian servo menjalankan profil gerakan yang telah ditentukan. Sistem seperti ini banyak ditemukan pada automation machine.

Robotika dan RC

Servo kecil banyak digunakan pada robot edukasi, mobil RC dan pesawat model. Jenis ini biasanya sudah menggabungkan motor, gear train, position sensor dan electronic control dalam satu housing.

Karakteristik hobby servo berbeda dari industrial servo. Karena itu spesifikasi seperti signal control, sudut gerak, torsi dan supply voltage harus dibaca dari datasheet produk yang digunakan.

Cara Memilih Motor Servo

Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih motor servo hanya berdasarkan daya, misalnya 400 W, 750 W atau 1 kW. Daya memang penting, tetapi tidak cukup untuk memastikan servo mampu menjalankan profil gerakan sebuah mesin.

Sizing yang benar membutuhkan informasi mekanis dan motion profile. Manufacturer servo biasanya menyediakan software sizing untuk membantu menghitung kebutuhan motor dan drive berdasarkan karakteristik beban.

  • Continuous/RMS torque.
  • Peak torque.
  • Rated dan maximum speed.
  • Load inertia.
  • Motor inertia.
  • Acceleration dan deceleration time.
  • Duty cycle.
  • Gear ratio jika menggunakan gearbox.
  • Jenis dan resolusi feedback.
  • Supply voltage servo drive.
  • Brake jika dibutuhkan.
  • Protection degree dan kondisi lingkungan.
  • Communication protocol.
Catatan teknisi: jangan memilih servo hanya berdasarkan watt. Motor 750 W belum tentu cocok menggantikan servo 750 W lain karena torque-speed curve, inertia, encoder, connector, drive dan karakteristik overload dapat berbeda.

Hubungan Torsi, Kecepatan dan Daya Motor Servo

Dalam melakukan sizing servo, hubungan torsi dan kecepatan penting dipahami. Daya mekanis rotasi secara dasar dapat dinyatakan sebagai:

P = T × Ï‰

Dengan P sebagai daya mekanis dalam watt, T sebagai torsi dalam N·m, dan ω sebagai kecepatan sudut dalam rad/s. Jika kecepatan diketahui dalam rpm, hubungan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan daya mekanis pada titik operasi tertentu.

Namun sizing servo tidak berhenti pada perhitungan daya. Saat motor harus mempercepat beban, diperlukan torsi untuk mengatasi inertia. Secara dasar hubungan dinamikanya dapat dinyatakan sebagai T = J × Î± untuk komponen torsi percepatan ideal, kemudian kebutuhan torsi lain seperti friction dan load torque ikut diperhitungkan.

Mengapa Motor Servo Menggunakan Encoder?

Encoder memberikan feedback sehingga drive dapat mengetahui kondisi gerakan motor. Tanpa informasi tersebut, sistem tidak dapat membandingkan command dengan kondisi aktual dengan cara yang sama seperti closed-loop servo.

Encoder dengan resolusi lebih tinggi dapat memberikan representasi posisi yang lebih halus, tetapi tidak berarti akurasi mekanis otomatis sama dengan satu count encoder. Accuracy, repeatability, backlash, mounting, coupling dan control performance tetap perlu diperhitungkan.

Mengapa Motor Servo Panas?

Servo motor menghasilkan panas akibat rugi-rugi listrik dan mekanis selama bekerja. Temperatur tertentu dapat normal sesuai desain motor, kelas insulation dan kondisi operasi. Karena itu menilai motor terlalu panas sebaiknya menggunakan data temperatur atau alarm dari manufacturer, bukan hanya sentuhan tangan.

Temperatur berlebihan dapat disebabkan oleh overload, duty cycle terlalu berat, mechanical binding, tuning yang tidak tepat, brake tidak release, ambient temperature tinggi atau sizing motor yang tidak sesuai.

Penyebab Motor Servo Error atau Alarm

Ketika servo berhenti dan drive menampilkan alarm, jangan langsung menyimpulkan motornya rusak. Alarm dapat berasal dari drive, encoder, power supply, communication, beban mekanis maupun parameter sistem.

Langkah pertama adalah mencatat alarm code dan memeriksa manual manufacturer. Reset berulang tanpa mengetahui penyebab dapat membuat gangguan yang sebenarnya lebih sulit didiagnosis.

  • Overcurrent.
  • Overvoltage atau undervoltage.
  • Overload.
  • Encoder/feedback error.
  • Overtemperature.
  • Position deviation terlalu besar.
  • Communication error.
  • Mechanical jam.
  • Brake tidak release.
  • Kabel motor atau feedback bermasalah.
  • Parameter atau tuning tidak sesuai.

Servo Motor dan Sistem Otomasi Industri

Dalam automation, servo biasanya tidak bekerja sendiri. PLC atau motion controller menentukan sequence mesin, sensor memberikan informasi proses, sedangkan servo drive menjalankan command gerakan pada axis.

Pada mesin dengan banyak axis, controller dapat melakukan koordinasi gerakan agar beberapa servo bergerak secara sinkron. Inilah salah satu alasan servo banyak digunakan pada robot, CNC dan production machine berkecepatan tinggi.

Standar yang Berkaitan dengan Servo Drive

Untuk sistem penggerak motor yang dapat diatur kecepatannya, keluarga standar IEC 61800 merupakan salah satu referensi internasional yang relevan. IEC 61800-2:2021 membahas persyaratan umum dan rating specification untuk adjustable-speed AC power drive systems.

Aspek keselamatan power drive system dibahas dalam IEC 61800-5-1, sedangkan aspek lain seperti EMC dan energy efficiency memiliki bagian tersendiri dalam keluarga IEC 61800. Standar yang harus digunakan pada mesin nyata tetap bergantung pada jenis equipment, negara, aplikasi dan design basis proyek.

Kesimpulan

Motor servo adalah motor yang menjadi bagian dari sistem kontrol gerak untuk menghasilkan posisi, kecepatan atau torsi secara terkendali dan presisi. Pada servo system, feedback dari encoder atau sensor digunakan untuk mengetahui kondisi aktual sehingga drive dapat melakukan koreksi terhadap command yang diberikan.

Servo banyak digunakan pada robot industri, CNC, packaging machine, conveyor positioning dan berbagai sistem otomasi. Namun motor servo tidak bekerja sendiri. Performa sistem juga dipengaruhi servo drive, controller, encoder, mekanisme transmisi, inertia, tuning dan karakteristik beban.

Dalam memilih motor servo, jangan hanya melihat daya dalam watt. Periksa continuous torque, peak torque, kecepatan, inertia, duty cycle, encoder, supply drive, komunikasi dan torque-speed characteristic sesuai kebutuhan mesin. Pendekatan ini jauh lebih tepat dibanding memilih servo hanya berdasarkan ukuran daya motor.

FAQ Motor Servo

Apa yang dimaksud dengan motor servo?

Motor servo adalah motor yang digunakan dalam sistem kontrol gerak untuk mengatur posisi, kecepatan atau torsi secara terkendali. Sistem servo umumnya menggunakan feedback agar kondisi aktual dapat dibandingkan dengan command.

Dalam aplikasi industri, servo system biasanya terdiri dari servo motor, servo drive, encoder atau feedback device, controller dan mekanisme beban.

Apa fungsi motor servo?

Fungsi motor servo adalah menghasilkan gerakan terkontrol pada mesin yang membutuhkan pengaturan posisi, kecepatan atau torsi. Servo banyak digunakan untuk motion control dan positioning.

Contohnya adalah robot industri, CNC, packaging machine, indexing table dan berbagai mesin otomatis.

Bagaimana cara kerja motor servo?

Motor servo bekerja dengan menerima command melalui servo drive. Motor bergerak, kemudian encoder memberikan feedback mengenai kondisi aktual kepada sistem.

Sistem membandingkan feedback dengan command dan melakukan koreksi ketika terdapat error. Proses tersebut berlangsung terus selama sistem servo bekerja.

Apa perbedaan servo motor dan servo drive?

Servo motor adalah bagian elektromekanis yang menghasilkan gerakan, sedangkan servo drive merupakan perangkat elektronik yang mengendalikan energi dan operasi motor berdasarkan command dan feedback.

Keduanya biasanya harus kompatibel. Tidak semua servo drive dapat digunakan dengan sembarang servo motor meskipun rating dayanya terlihat sama.

Apa perbedaan motor servo dan motor stepper?

Stepper menghasilkan gerakan berdasarkan step, sedangkan servo menggunakan closed-loop control pada banyak aplikasinya untuk mengatur gerakan berdasarkan feedback.

Namun tersedia closed-loop stepper sehingga pembeda keduanya tidak hanya soal ada atau tidaknya encoder. Karakteristik motor, drive, performa dinamis dan aplikasinya juga berbeda.

Apakah semua motor servo menggunakan gearbox?

Tidak. Banyak servo motor digunakan secara direct coupling tanpa gearbox. Gearbox ditambahkan apabila desain membutuhkan rasio kecepatan, peningkatan torsi pada sisi output atau penyesuaian mekanis tertentu.

Pemilihan gearbox juga harus memperhatikan backlash, rated torque, peak torque, efficiency, ratio dan inertia.

Apakah motor servo bisa berputar 360 derajat?

Bisa pada banyak servo industri karena motor dirancang untuk melakukan rotasi kontinu. Posisi putaran kemudian dilacak menggunakan feedback system.

Namun hobby positional servo tertentu mempunyai batas sudut mekanis. Karena itu kemampuan rotasi harus diperiksa dari spesifikasi produk, bukan disamaratakan untuk semua servo.

Apakah motor servo lebih baik dari motor induksi?

Tidak selalu. Servo lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan motion control dan respons dinamis tertentu, sedangkan motor induksi sangat efektif untuk banyak aplikasi penggerak industri.

Pilihan terbaik ditentukan oleh kebutuhan beban, kontrol, kecepatan, torsi, akurasi, biaya dan lingkungan operasi.

Randra Agustio Efryansah, S.T.
Randra Agustio Efryansah, S.T. Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar