Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG): Cara Kerja & Komponen

Daftar Isi
Pembangkit Listrik Tenaga Gas PLTG dan cara kerjanya
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Kelasteknisi.com | Pembangkit Listrik Tenaga Gas atau PLTG adalah pembangkit listrik yang menggunakan turbin gas untuk mengubah energi dari pembakaran bahan bakar menjadi energi mekanik, kemudian generator mengubah putaran tersebut menjadi energi listrik.

Bahan bakar yang paling umum adalah gas alam, walaupun turbin gas tertentu dapat dirancang menggunakan bahan bakar lain sesuai spesifikasi pabrikan. Gas alam sendiri umumnya didominasi metana (CH4), tetapi komposisinya tidak hanya terdiri dari metana murni.

Salah satu keunggulan PLTG adalah kemampuan start yang relatif cepat dibanding beberapa jenis pembangkit termal lainnya sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan beban puncak, pembangkit fleksibel, maupun sebagai bagian dari sistem combined cycle.

Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

PLTG adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan mesin turbin gas sebagai prime mover untuk memutar generator.

Udara dari atmosfer masuk melalui sistem intake kemudian dikompresi. Bahan bakar ditambahkan dan dibakar di combustion chamber. Gas panas hasil pembakaran mengembang melalui turbin dan menghasilkan kerja mekanik pada poros.

Sebagian daya turbin digunakan untuk memutar compressor, sedangkan daya bersih yang tersisa digunakan untuk menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.

Apa Bedanya PLTG dan PLTGU?

Istilah PLTG dan PLTGU sering dianggap sama, padahal konfigurasi keduanya berbeda.

Parameter PLTG PLTGU
Sistem utama Turbin gas Turbin gas + turbin uap
Pemanfaatan exhaust Pada simple cycle, exhaust menuju sistem pembuangan Panas exhaust dimanfaatkan melalui HRSG
Siklus Brayton Brayton + Rankine
Efisiensi Lebih rendah dibanding combined cycle pada teknologi sebanding Umumnya lebih tinggi karena panas exhaust dimanfaatkan kembali

DOE menjelaskan bahwa simple-cycle gas turbine dapat memiliki efisiensi konversi sekitar 20–35% pada teknologi yang dibahasnya, sedangkan pemanfaatan panas buang melalui HRSG dan combined cycle dapat meningkatkan efisiensi sistem secara signifikan. Nilai aktual tetap tergantung teknologi, ukuran unit, kondisi operasi, temperatur lingkungan, dan desain pembangkit.

Prinsip Kerja PLTG

prinsip kerja PLTG compressor combustion chamber turbin generator
Ilustrasi cara kerja PLTG

Secara sederhana, cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dapat dijelaskan melalui beberapa tahap berikut.

1. Udara Masuk Melalui Air Intake

Udara dari atmosfer masuk melalui air intake. Sebelum memasuki compressor, udara biasanya melewati sistem filter untuk mengurangi debu dan kontaminan yang dapat mengganggu compressor maupun hot gas path.

2. Udara Dikompresi

Compressor menaikkan tekanan udara sebelum udara masuk ke combustion chamber. Proses kompresi juga menyebabkan temperatur udara meningkat.

3. Bahan Bakar Diinjeksikan

Gas bahan bakar dikondisikan agar memenuhi persyaratan tekanan, temperatur, kebersihan, dan kualitas yang dibutuhkan turbin gas. Fuel system kemudian mengatur dan mengalirkan bahan bakar menuju combustor melalui fuel nozzle atau injector.

4. Pembakaran di Combustion Chamber

Udara bertekanan dari compressor bercampur dengan bahan bakar kemudian mengalami pembakaran di combustion chamber.

Pembakaran meningkatkan temperatur aliran gas secara sangat signifikan sehingga terbentuk gas panas yang siap diekspansikan melalui turbine section.

5. Gas Panas Menggerakkan Turbin

Gas panas mengembang melalui stator vane dan rotor blade pada turbin. Dalam proses tersebut, energi gas diubah menjadi kerja mekanik pada poros.

Poros turbin kemudian digunakan untuk memutar compressor sekaligus generator sesuai konfigurasi mesin.

6. Generator Menghasilkan Listrik

Generator yang terhubung dengan shaft mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui prinsip induksi elektromagnetik.

7. Gas Buang Keluar dari Turbin

Pada simple-cycle PLTG, exhaust dari turbin dialirkan menuju exhaust system dan stack setelah melewati sistem yang diperlukan.

Pada combined cycle atau PLTGU, panas exhaust tidak langsung dibuang. Energinya dimanfaatkan di Heat Recovery Steam Generator (HRSG) untuk menghasilkan uap yang kemudian digunakan memutar steam turbine.

Siklus Brayton pada PLTG

siklus Brayton pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas
Ilustrasi Siklus Brayton

Turbin gas sederhana bekerja berdasarkan Siklus Brayton. Pada pembangkit turbin gas konvensional digunakan open Brayton cycle, yaitu udara diambil dari atmosfer dan exhaust akhirnya dilepas kembali ke atmosfer.

Siklus Brayton ideal terdiri dari empat proses utama.

1. Kompresi Isentropik Ideal

Udara masuk compressor kemudian tekanannya dinaikkan. Pada sistem nyata, proses tentu mengalami losses sehingga tidak benar-benar isentropik.

2. Penambahan Panas pada Tekanan Mendekati Konstan

Di combustor, energi dari bahan bakar ditambahkan melalui proses pembakaran. Pada model ideal Brayton, heat addition dianggap berlangsung pada tekanan konstan.

3. Ekspansi Isentropik Ideal

Gas panas mengembang melalui turbine dan menghasilkan kerja mekanik.

4. Pelepasan Panas

Pada representasi ideal siklus Brayton, terdapat proses pelepasan panas untuk kembali ke kondisi awal. Pada open-cycle gas turbine nyata, exhaust dibuang ke atmosfer dan udara baru masuk dari lingkungan; bukan gas exhaust yang didinginkan kemudian masuk kembali ke compressor.

Catatan penting: pembahasan “gas didinginkan di heat exchanger lalu dikompresi kembali” berlaku untuk closed Brayton cycle, bukan konfigurasi open-cycle PLTG yang umum.

Baca juga: Apa Itu Captive Power Plant (CPP)?

Komponen Utama PLTG dan Fungsinya

1. Air Intake System

Air intake berfungsi memasok udara bersih menuju compressor. Sistem ini umumnya dilengkapi filter dan dapat memiliki perangkat tambahan sesuai kondisi lingkungan dan desain turbin.

2. Compressor

compressor turbin gas pada PLTG
Ilustrasi compressor turbin gas

Compressor menaikkan tekanan udara sebelum memasuki combustion chamber.

Perlu dicatat, compressor turbin gas juga membutuhkan porsi daya yang cukup besar dari turbin sehingga tidak seluruh daya yang dihasilkan turbine section tersedia untuk generator.

3. Fuel Gas System

Artikel lama menyebut komponen ini sebagai “pompa bahan bakar”. Untuk bahan bakar berbentuk gas, istilah tersebut terlalu sederhana.

Pada PLTG terdapat fuel gas system yang bertugas mengatur suplai, tekanan, filtrasi, pengukuran, kontrol valve, dan distribusi gas menuju combustion system sesuai persyaratan turbin.

Konfigurasi detailnya berbeda berdasarkan tekanan sumber gas dan rancangan pembangkit. Jika tekanan suplai tidak mencukupi, dapat digunakan gas compressor atau booster compressor.

4. Combustion Chamber

combustion chamber pada turbin gas PLTG
Ilustrasi combustion chamber

Combustion chamber merupakan tempat udara bertekanan bercampur dengan bahan bakar dan dibakar.

Ignition system diperlukan saat proses starting untuk memulai pembakaran. Setelah kondisi pembakaran stabil, api dipertahankan oleh aliran bahan bakar dan udara sesuai sistem kontrol mesin.

Jadi panas pembakaran bukan berasal hanya karena udara dan bahan bakar “dipompa”. Kompresi meningkatkan temperatur udara, tetapi proses pelepasan energi utama terjadi melalui reaksi pembakaran bahan bakar.

5. Gas Turbine

Gas turbine mengubah energi aliran gas panas menjadi energi mekanik pada shaft melalui proses ekspansi.

Turbine section terdiri dari susunan stationary vanes dan rotating blades. Gas panas melewati bagian tersebut dan menghasilkan torsi pada rotor.

Baca juga: Jenis-Jenis Turbin dan Fungsinya.

6. Generator

Generator mengubah energi mekanik dari shaft menjadi listrik.

Setelah tegangan, frekuensi, fase, dan parameter sinkronisasi memenuhi persyaratan, generator dapat dihubungkan ke sistem tenaga melalui peralatan switching dan proteksi.

7. Starting System

Turbin gas memerlukan starting system untuk mempercepat rotor hingga mencapai kondisi yang memungkinkan compressor menghasilkan airflow dan pembakaran dapat berlangsung stabil.

Teknologinya dapat berupa motor listrik, starter-generator, hydraulic starter, atau sistem lain tergantung desain turbin.

8. Lubrication System

Lubrication system memasok oli ke bearing dan komponen yang membutuhkan pelumasan serta membantu mengendalikan temperatur sesuai desain peralatan.

9. Control dan Protection System

Sistem kontrol mengatur proses starting, fuel flow, kecepatan, temperatur, loading, shutdown, serta berbagai interlock.

Protection system dapat melakukan alarm atau trip ketika parameter operasi melewati batas yang ditentukan pabrikan.

10. Exhaust System

Gas hasil ekspansi keluar menuju exhaust system.

Pada simple cycle, exhaust dialirkan menuju stack. Pada combined cycle, energi panasnya digunakan oleh HRSG.

Bahan Bakar PLTG

PLTG pada umumnya menggunakan gas alam. Komponen terbesarnya sering berupa metana, tetapi gas alam dapat pula mengandung etana, propana, nitrogen, karbon dioksida, dan komponen lain dalam jumlah yang berbeda-beda.

Karena itu, tidak tepat menyebut bahan bakar PLTG selalu “gas metana murni”.

Nilai kalor juga tidak mempunyai satu nilai universal seperti “1 m³ = 10,6 kWh”. Nilainya bergantung pada komposisi gas, kondisi temperatur-tekanan, serta apakah menggunakan HHV atau LHV.

Pada praktik pembangkit, kualitas fuel gas harus memenuhi batas yang disyaratkan manufacturer, termasuk tekanan, heating value, kandungan cairan, sulfur, kontaminan, dan parameter lainnya.

Kelebihan PLTG

1. Waktu Start Relatif Cepat

Gas turbine dapat memiliki kemampuan start dan perubahan beban yang relatif cepat dibanding pembangkit termal berbasis steam cycle besar, meskipun kemampuan aktual berbeda pada tiap unit.

2. Cocok untuk Mengikuti Perubahan Beban

Karakteristik operasinya membuat PLTG berguna sebagai pembangkit fleksibel untuk membantu sistem tenaga menghadapi perubahan kebutuhan beban.

3. Ukuran Pembangkit Relatif Kompak

Turbin gas mempunyai power density yang tinggi sehingga instalasinya dapat relatif kompak dibanding beberapa teknologi pembangkit lain dengan kapasitas yang setara.

4. Dapat Dikembangkan Menjadi Combined Cycle

Salah satu keunggulan teknis terbesarnya adalah panas exhaust masih cukup tinggi untuk dimanfaatkan pada HRSG sehingga pembangkit dapat dikembangkan menjadi PLTGU.

Kekurangan PLTG

1. Efisiensi Simple Cycle Lebih Rendah

Jika panas exhaust tidak dimanfaatkan, energi yang masih terkandung pada gas buang tidak dikonversi menjadi listrik tambahan.

2. Output Dipengaruhi Temperatur Udara

Gas turbine sensitif terhadap kondisi udara masuk. Ketika temperatur udara naik, densitas udara turun sehingga mass flow dan output mesin dapat ikut menurun.

3. Membutuhkan Bahan Bakar Gas yang Stabil

Keandalan PLTG bergantung pada ketersediaan gas dengan tekanan dan kualitas sesuai kebutuhan unit.

4. Komponen Hot Gas Path Bekerja pada Temperatur Tinggi

Combustor, nozzle, dan turbine blade beroperasi pada temperatur tinggi sehingga membutuhkan material khusus, sistem pendinginan, inspeksi, dan maintenance sesuai interval pabrikan.

Apakah PLTG Ramah Lingkungan?

Lebih tepat mengatakan bahwa pembangkit gas dapat menghasilkan emisi CO₂ dan polutan udara yang lebih rendah dibanding pembangkit batubara per unit listrik dalam kondisi tertentu, bukan menyebutnya “ramah lingkungan” tanpa konteks.

Gas alam tetap merupakan bahan bakar fosil. Pembakarannya menghasilkan CO₂ dan NOx. Selain itu, emisi metana sepanjang rantai pasok gas juga perlu dipertimbangkan.

IEA mencatat pembangkit combined-cycle gas turbine dapat memiliki emisi CO₂ per kWh yang jauh lebih rendah dibanding pembangkit batubara tertentu karena pembakaran gas menghasilkan lebih sedikit karbon dan efisiensi konversinya lebih tinggi.

PLTG dalam Sistem Tenaga Listrik

Dalam sistem tenaga, PLTG dapat digunakan untuk beberapa fungsi seperti:

  • melayani beban puncak;
  • menambah cadangan pembangkitan;
  • mengikuti perubahan beban;
  • mendukung fleksibilitas sistem;
  • menjadi bagian dari PLTGU;
  • menjadi captive power plant pada fasilitas industri tertentu.

Karakteristik fleksibel tersebut juga dapat membantu sistem dengan penetrasi pembangkit variable renewable energy, meskipun perannya harus tetap dipertimbangkan bersama aspek emisi, bahan bakar, biaya, dan strategi transisi energi.

Contoh PLTG di Indonesia

contoh Pembangkit Listrik Tenaga Gas di Indonesia
Ilustrasi pembangkit turbin gas

Indonesia memiliki berbagai pembangkit berbasis gas, baik dalam konfigurasi PLTG maupun PLTGU. Kapasitas dan konfigurasi tiap pembangkit dapat berubah akibat ekspansi, relokasi unit, perubahan operasi, atau pengembangan sistem.

Karena itu, untuk data kapasitas sebuah pembangkit seperti PLTG Gorontalo, sebaiknya menggunakan data terbaru dari PLN atau operator pembangkit dan tidak menjadikan angka lama sebagai nilai permanen.

Kesimpulan

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) adalah pembangkit yang menggunakan turbin gas sebagai penggerak generator. Udara dikompresi, dicampur dengan bahan bakar, dibakar, kemudian gas panas mengembang melalui turbine untuk menghasilkan energi mekanik.

Komponen utamanya terdiri dari air intake, compressor, fuel gas system, combustion chamber, turbine, generator, starting system, lubrication system, control-protection, dan exhaust system.

Secara termodinamika, turbin gas bekerja berdasarkan Siklus Brayton. Pada konfigurasi simple cycle, exhaust akhirnya menuju stack, sedangkan pada PLTGU panas exhaust digunakan oleh HRSG untuk menghasilkan listrik tambahan melalui steam turbine.

PLTG mempunyai keunggulan dalam fleksibilitas dan kemampuan start yang relatif cepat, tetapi tetap menghasilkan emisi karena menggunakan bahan bakar fosil. Karena itu, penyebutan PLTG sebagai pembangkit yang sepenuhnya “ramah lingkungan” kurang tepat.

FAQ Pembangkit Listrik Tenaga Gas

Apa yang dimaksud dengan PLTG?

PLTG adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas yang menggunakan turbin gas untuk menghasilkan energi mekanik dan memutar generator listrik.

Apa bahan bakar PLTG?

Bahan bakar yang paling umum adalah gas alam yang biasanya didominasi metana. Komposisinya dapat berbeda tergantung sumber gas.

Apa siklus yang digunakan PLTG?

Turbin gas bekerja berdasarkan Siklus Brayton. PLTG konvensional umumnya menggunakan konfigurasi open Brayton cycle.

Apa beda PLTG dan PLTGU?

PLTG menggunakan turbin gas sebagai pembangkit utama. PLTGU mengombinasikan turbin gas dan turbin uap dengan memanfaatkan panas exhaust melalui HRSG sehingga efisiensinya umumnya lebih tinggi.

Apakah gas buang PLTG langsung dibuang?

Pada simple-cycle PLTG, exhaust akhirnya dialirkan menuju stack. Pada combined cycle, panas exhaust terlebih dahulu dimanfaatkan di HRSG untuk menghasilkan uap.

Mengapa PLTG cocok untuk beban puncak?

Turbin gas dapat mempunyai kemampuan start dan perubahan beban yang relatif cepat sehingga cocok untuk membantu memenuhi kenaikan permintaan listrik dalam waktu singkat, tergantung desain unit.

Apakah PLTG termasuk energi terbarukan?

Jika menggunakan gas alam fosil, PLTG bukan pembangkit energi terbarukan.

Randra Agustio Efryansah, S.T.
Randra Agustio Efryansah, S.T. Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

4 komentar

TeknoKu
21/01/23, 22.43 Hapus
Materi yang bermanfaatmenambah pengetahuan tentang pembangkit listrik.
Terima kasih banyak
yoi, sama-sama
Tio Rian
22/01/23, 00.33 Hapus
Jadi makin tau tentang pembangkit gas ini. tq bro.
Alhamdulillah, siap bro