Artificial Intelligence (AI): Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Contohnya

Daftar Isi
Artificial Intelligence AI pengertian jenis cara kerja dan penerapannya
Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan digunakan untuk memproses data, mengenali pola, menghasilkan prediksi dan membuat konten.

Kelasteknisi.com | Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah bidang ilmu komputer yang mengembangkan sistem agar mampu melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kemampuan seperti pengenalan pola, pemahaman bahasa, prediksi, penalaran, pengambilan keputusan atau pembuatan konten.

AI tidak selalu bekerja dengan cara yang sama seperti manusia. Banyak sistem AI modern menggunakan model matematika dan statistik yang dilatih menggunakan data dalam jumlah besar agar dapat menemukan pola dan menghasilkan output berdasarkan pola tersebut.

Perkembangannya kini mencakup machine learning, deep learning, computer vision, natural language processing, generative AI, speech recognition hingga sistem otonom. AI juga mulai digunakan dalam bidang teknik listrik, industri, manufaktur, energi, kesehatan, keuangan, pendidikan dan berbagai layanan digital.

Singkatnya: AI adalah teknologi yang memungkinkan komputer memproses informasi dan menghasilkan prediksi, klasifikasi, rekomendasi, keputusan atau konten berdasarkan model dan data yang digunakan.

Apa Itu Artificial Intelligence?

Artificial Intelligence adalah bidang yang mempelajari dan membangun sistem komputer yang dapat melakukan berbagai tugas yang membutuhkan pemrosesan informasi secara cerdas.

Tugas tersebut dapat berupa mengenali objek pada gambar, menerjemahkan bahasa, menjawab pertanyaan, memperkirakan kerusakan mesin, mendeteksi transaksi tidak biasa hingga menghasilkan teks atau gambar.

Karena istilah AI sangat luas, tidak semua AI menggunakan teknik yang sama. Ada sistem yang menggunakan aturan yang ditentukan manusia, ada yang menggunakan machine learning, dan ada pula model modern yang menggunakan deep neural network dengan jumlah parameter sangat besar.

Apa Perbedaan AI, Machine Learning dan Deep Learning?

Ketiga istilah ini sering dianggap sama, padahal sebenarnya berada pada tingkat yang berbeda.

Istilah Pengertian Sederhana
Artificial Intelligence Bidang luas untuk membangun sistem dengan kemampuan pemrosesan informasi secara cerdas
Machine Learning Pendekatan AI yang mempelajari pola dari data
Deep Learning Bagian dari machine learning yang menggunakan neural network berlapis

Dengan kata lain, deep learning merupakan bagian dari machine learning, sedangkan machine learning merupakan salah satu pendekatan yang digunakan dalam bidang AI.

Bagaimana Cara Kerja Artificial Intelligence?

Tidak ada satu cara kerja yang berlaku untuk semua sistem AI. Namun pada sistem berbasis machine learning, prosesnya secara umum dapat digambarkan mulai dari pengumpulan data hingga model digunakan untuk memproses data baru.

1. Pengumpulan Data

Model membutuhkan data yang relevan dengan tugas yang ingin diselesaikan. Data dapat berupa angka, teks, gambar, suara, video, data sensor atau kombinasi dari beberapa bentuk tersebut.

2. Persiapan Data

Data biasanya perlu dibersihkan, diformat, diberi label bila diperlukan dan diperiksa kualitasnya sebelum digunakan.

Kualitas data sangat penting karena data yang tidak representatif, salah atau bias dapat memengaruhi hasil model.

3. Training atau Pelatihan Model

Pada tahap training, algoritma menyesuaikan parameter model berdasarkan data agar kesalahan prediksi atau output semakin kecil.

Proses ini dapat membutuhkan komputasi besar, terutama untuk deep learning dan foundation model.

4. Evaluasi Model

Model kemudian diuji menggunakan data yang tidak digunakan secara langsung untuk training agar performanya dapat dievaluasi secara lebih objektif.

5. Inference

Setelah model selesai dilatih dan dievaluasi, model dapat digunakan untuk memproses input baru. Proses penggunaan model untuk menghasilkan output inilah yang sering disebut inference.

6. Monitoring dan Perbaikan

Sistem AI yang telah digunakan tetap perlu dimonitor. Perubahan pola data, perubahan lingkungan operasi atau kesalahan model dapat menyebabkan performanya menurun.

Data → Training → Model → Evaluasi → Inference → Monitoring

Jenis-Jenis Artificial Intelligence

AI dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Salah satu klasifikasi yang paling sering digunakan membedakannya berdasarkan ruang lingkup kemampuan.

1. Narrow AI

Narrow AI adalah sistem yang dirancang untuk tugas atau kelompok tugas tertentu. Hampir seluruh AI yang digunakan secara nyata saat ini berada dalam kategori ini.

Contohnya adalah:

  • Sistem rekomendasi.
  • Pengenalan wajah.
  • Deteksi objek.
  • Speech recognition.
  • Chatbot.
  • Predictive maintenance.
  • Model generatif.

2. Artificial General Intelligence (AGI)

AGI biasanya digunakan untuk menggambarkan sistem hipotetis yang memiliki kemampuan umum dan fleksibel untuk menyelesaikan berbagai macam tugas kognitif.

Sampai saat ini belum terdapat kesepakatan universal mengenai definisi maupun tolok ukur AGI, dan klaim bahwa sistem tertentu sudah mencapai AGI harus diperlakukan dengan hati-hati.

3. Artificial Superintelligence

Artificial Superintelligence atau ASI merupakan konsep hipotetis mengenai AI yang kemampuannya melampaui manusia pada berbagai bidang.

Konsep ini masih bersifat teoritis dan tidak boleh dicampuradukkan dengan kemampuan AI yang benar-benar tersedia saat ini.

Bagaimana dengan Reactive Machine, Limited Memory dan Theory of Mind?

Klasifikasi seperti reactive machine, limited memory, theory of mind dan self-aware AI sering digunakan dalam artikel populer untuk membantu menjelaskan perkembangan kemampuan AI.

Namun klasifikasi tersebut bukan standar teknis resmi yang menentukan jenis seluruh sistem AI. Karena itu lebih tepat diperlakukan sebagai kerangka konseptual, bukan tingkat perkembangan yang pasti.

Apa Itu Generative AI?

Generative AI adalah AI yang dirancang untuk menghasilkan konten baru berdasarkan pola yang dipelajari selama training.

Output yang dapat dihasilkan antara lain:

  • Teks.
  • Gambar.
  • Audio.
  • Musik.
  • Video.
  • Kode program.
  • Data sintetis.

Model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) merupakan salah satu bentuk generative AI yang banyak digunakan untuk memproses dan menghasilkan bahasa.

Namun output AI generatif tidak otomatis benar. Model dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi keliru, sehingga hasilnya tetap perlu diverifikasi terutama untuk bidang teknis, kesehatan, hukum, keuangan atau keselamatan.

Apa Itu Large Language Model atau LLM?

LLM adalah model AI yang dilatih menggunakan data bahasa dalam skala besar untuk mempelajari hubungan statistik antara token atau unit-unit teks.

Model tersebut dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, merangkum dokumen, menerjemahkan, menulis kode, mengolah informasi dan berbagai tugas berbasis bahasa.

LLM tidak sebaiknya dianggap sebagai database yang selalu mengambil fakta secara persis. Model menghasilkan output berdasarkan pola yang telah dipelajari dan konteks yang diberikan, sehingga hasilnya dapat mengandung kesalahan.

Teknologi Utama dalam Artificial Intelligence

Machine Learning

Machine learning memungkinkan sistem mempelajari hubungan dan pola dari data tanpa harus menuliskan setiap aturan secara manual.

Deep Learning

Deep learning menggunakan neural network dengan banyak lapisan dan sangat berperan dalam perkembangan computer vision, speech recognition dan generative AI.

Natural Language Processing

Natural Language Processing atau NLP mempelajari bagaimana komputer memproses bahasa manusia dalam bentuk teks maupun suara.

Computer Vision

Computer vision digunakan untuk mengekstrak informasi dari gambar dan video, misalnya klasifikasi gambar, object detection dan inspection otomatis.

Reinforcement Learning

Reinforcement learning melatih agent melalui interaksi dengan lingkungan berdasarkan reward atau penalti.

Robotics

Robotika dapat menggunakan AI untuk perception, planning, navigation atau pengambilan keputusan. Namun robot tidak selalu menggunakan AI, dan AI tidak selalu membutuhkan robot.

Artificial Intelligence pengertian jenis dan contoh penerapan AI
Contoh konsep dan penerapan Artificial Intelligence.

Peran CPU, GPU dan NPU pada AI

Sistem AI tidak hanya bergantung pada software. Hardware juga mempunyai peran penting dalam training maupun inference.

CPU

CPU merupakan prosesor serbaguna yang menangani sistem operasi, aplikasi dan berbagai operasi komputasi.

GPU

GPU mampu melakukan banyak operasi komputasi paralel sehingga sangat berguna pada training dan inference neural network.

NPU

NPU atau Neural Processing Unit merupakan accelerator yang dirancang untuk mempercepat workload AI tertentu dengan penggunaan daya yang relatif efisien.

NPU semakin banyak ditemukan pada laptop, smartphone dan edge device untuk menjalankan beberapa workload AI secara lokal.

Sejarah Singkat Artificial Intelligence

Perkembangan AI tidak terjadi secara tiba-tiba. Teknologi yang sekarang digunakan merupakan hasil perkembangan matematika, ilmu komputer, statistik, semiconductor dan komputasi selama puluhan tahun.

  • 1943: Warren McCulloch dan Walter Pitts memperkenalkan model matematis awal neuron buatan.
  • 1950: Alan Turing menerbitkan makalah “Computing Machinery and Intelligence” dan mengusulkan permainan imitasi yang kemudian dikenal sebagai Turing Test.
  • 1956: Dartmouth Summer Research Project menjadi salah satu tonggak penting penggunaan istilah Artificial Intelligence.
  • 1950-an: Logic Theorist dikembangkan oleh Allen Newell, Herbert Simon dan Cliff Shaw.
  • 1970-an hingga 1990-an: perkembangan AI mengalami beberapa periode penurunan investasi dan ekspektasi yang dikenal sebagai AI winter.
  • 1997: IBM Deep Blue mengalahkan Garry Kasparov dalam pertandingan catur.
  • 2012: AlexNet menunjukkan lonjakan performa deep learning pada kompetisi pengenalan gambar ImageNet.
  • 2017: arsitektur Transformer diperkenalkan dan kemudian menjadi sangat penting dalam perkembangan model generatif modern.
  • 2022: penggunaan chatbot generatif berkembang sangat cepat setelah peluncuran ChatGPT kepada publik.
  • 2023–2026: penggunaan multimodal AI, AI coding assistant, AI agent dan on-device AI berkembang semakin luas.

Penerapan Artificial Intelligence

AI dapat diterapkan di banyak sektor, tetapi tingkat keberhasilannya bergantung pada kualitas data, desain sistem, lingkungan penggunaan dan pengawasan manusia.

1. Manufaktur

AI dapat digunakan untuk quality inspection, predictive maintenance, monitoring proses dan optimasi produksi.

Contohnya, computer vision dapat membantu mendeteksi cacat produk, sedangkan model predictive maintenance dapat menganalisis vibration, temperature atau parameter mesin lainnya untuk mencari pola abnormal.

2. Teknik Listrik dan Energi

Dalam sistem tenaga listrik, AI dapat digunakan untuk membantu load forecasting, prediksi produksi energi terbarukan, fault detection, asset monitoring dan optimasi operasi.

Namun keputusan proteksi dan operasi kritis tidak boleh begitu saja diserahkan kepada model AI tanpa verifikasi, engineering validation dan sistem keselamatan yang sesuai.

3. Kesehatan

AI dapat digunakan sebagai alat bantu analisis citra medis, clinical decision support, administrasi, drug discovery dan berbagai aplikasi penelitian kesehatan.

Dalam bidang ini akurasi model saja tidak cukup. Validasi klinis, privasi data, keamanan, transparansi dan tanggung jawab keputusan merupakan bagian yang sangat penting.

4. Keuangan

AI dapat digunakan dalam fraud detection, customer service, credit assessment, document processing dan analisis pola transaksi.

5. Pendidikan

AI dapat membantu tutor digital, pembuatan materi, penerjemahan, pencarian informasi dan personalisasi pembelajaran.

Namun output AI tidak seharusnya menggantikan proses verifikasi sumber, pemahaman konsep dan penilaian akademik secara bertanggung jawab.

6. Cybersecurity

Machine learning dapat digunakan untuk mendeteksi pola anomali, malware, phishing atau aktivitas jaringan yang mencurigakan.

Pada saat yang sama, AI juga dapat disalahgunakan untuk membuat phishing, deepfake atau rekayasa sosial yang semakin meyakinkan.

7. Transportasi

AI digunakan dalam driver assistance, object detection, route optimization dan berbagai fungsi otomatisasi kendaraan.

Istilah “kendaraan otonom” juga memiliki beberapa tingkat otomatisasi sehingga tidak semua kendaraan yang memakai AI dapat disebut sepenuhnya tanpa pengemudi.

Contoh Penerapan AI di Indonesia

Indonesia juga semakin aktif mengembangkan dan menggunakan teknologi AI di berbagai sektor. Namun contoh penerapan sebaiknya dibedakan antara pilot project, riset, layanan komersial dan implementasi yang benar-benar sudah digunakan secara luas.

Pemerintahan dan Kebijakan Digital

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2026–2029 untuk mengarahkan pengembangan dan pemanfaatan AI agar lebih aman, produktif, inklusif dan bertanggung jawab.

Pada 2026 pemerintah juga membahas pendekatan tata kelola berbasis risiko agar pengaturan AI dapat disesuaikan dengan tingkat potensi dampaknya.

Kesehatan

Kementerian Kesehatan pada 2026 memperkuat tata kelola AI di sektor kesehatan dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab.

Pendekatan ini penting karena kesalahan rekomendasi AI dalam diagnosis atau perawatan pasien dapat mempunyai dampak yang jauh lebih besar dibandingkan kesalahan pada aplikasi hiburan.

Perbankan dan Keamanan Digital

Perbankan dan sektor keuangan menggunakan analisis data dan machine learning untuk berbagai kebutuhan seperti identifikasi pola transaksi dan pengelolaan risiko.

Namun AI juga membuka risiko baru. Deepfake suara dan video kini dapat dimanfaatkan untuk social engineering sehingga pengguna harus memverifikasi identitas, nomor kontak dan permintaan transaksi melalui kanal resmi.

Pendidikan dan Industri

Perguruan tinggi, perusahaan teknologi, manufaktur dan berbagai sektor industri di Indonesia juga menggunakan AI untuk penelitian, analitik, otomatisasi, inspeksi visual hingga pengembangan aplikasi generatif.

Baca juga Industri 4.0 dan Society 5.0.

Artificial Intelligence dalam Industri 4.0

Dalam konsep Industry 4.0, AI dapat diintegrasikan dengan sensor, Industrial Internet of Things, automation system, cloud computing dan data analytics.

Sebagai contoh, sensor pada motor dapat mengirimkan vibration dan temperature data. Data tersebut kemudian dianalisis oleh model untuk mencari perubahan pola yang dapat mengindikasikan abnormalitas.

Namun predictive maintenance bukan berarti AI dapat selalu memprediksi waktu kegagalan secara tepat. Model tetap mempunyai tingkat ketidakpastian dan harus dipadukan dengan inspeksi serta pengetahuan engineering.

AI untuk Sistem Tenaga Listrik

Bagi pembaca Kelasteknisi, salah satu area menarik adalah penggunaan AI dalam sistem tenaga listrik.

Beberapa contoh aplikasinya meliputi:

  • Load forecasting.
  • Prediksi produksi solar PV dan pembangkit angin.
  • Asset condition monitoring.
  • Analisis citra thermal.
  • Deteksi anomali transformator.
  • Analisis data partial discharge.
  • Prediksi kebutuhan maintenance.
  • Optimasi energy management.
  • Analisis fault pada jaringan.

Pada aplikasi proteksi tenaga listrik, AI lebih tepat diperlakukan sebagai alat bantu analisis apabila desain proteksi kritis masih memerlukan determinisme, verifikasi dan keandalan tinggi.

AI untuk Teknisi Lapangan

AI juga dapat membantu pekerjaan teknisi, tetapi sebaiknya digunakan sebagai assistant dan bukan satu-satunya sumber keputusan.

Contoh penggunaannya antara lain:

  • Mencari arti alarm dari manual.
  • Meringkas datasheet peralatan.
  • Membantu membaca log kerusakan.
  • Membuat checklist maintenance.
  • Membantu memahami wiring diagram.
  • Menyusun laporan pekerjaan.
  • Membandingkan spesifikasi komponen.
  • Membantu membuat program awal PLC atau mikrokontroler untuk kemudian diverifikasi.
Catatan teknisi: jangan menjalankan perubahan parameter proteksi, PLC, drive, inverter atau sistem keselamatan hanya karena direkomendasikan AI. Cocokkan dengan manual, drawing, datasheet dan kondisi lapangan.

Kelebihan Artificial Intelligence

Jika digunakan pada masalah yang tepat, AI dapat memberikan berbagai manfaat.

  • Mengotomatisasi sebagian pekerjaan berulang.
  • Memproses data dalam jumlah besar.
  • Membantu mendeteksi pola yang sulit terlihat secara manual.
  • Mendukung forecasting dan predictive analytics.
  • Meningkatkan konsistensi untuk tugas tertentu.
  • Membantu pembuatan konten dan software.
  • Mendukung personalisasi layanan.
  • Membantu pengambilan keputusan berbasis data.

Kekurangan dan Risiko AI

AI bukan teknologi tanpa kelemahan. Hasil sistem AI sangat dipengaruhi oleh data, desain model dan lingkungan penggunaannya.

1. Hallucination

Generative AI dapat menghasilkan informasi yang terlihat masuk akal tetapi sebenarnya salah atau tidak didukung sumber.

2. Bias

Data atau desain model dapat menghasilkan output yang tidak seimbang terhadap kelompok atau kondisi tertentu.

3. Privasi Data

Memasukkan dokumen perusahaan, data pelanggan, password, desain rahasia atau informasi pribadi ke layanan AI tanpa kebijakan yang jelas dapat menimbulkan risiko data.

4. Cybersecurity

AI dapat disalahgunakan untuk phishing, deepfake, pembuatan konten manipulatif dan berbagai bentuk penipuan.

5. Ketergantungan Berlebihan

Pengguna yang menerima output AI tanpa verifikasi dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang salah.

6. Biaya Komputasi dan Energi

Training dan menjalankan model besar dapat membutuhkan server, accelerator, data center dan energi dalam jumlah yang signifikan.

Apakah AI Selalu Akurat?

Tidak. Tidak ada sistem AI yang otomatis benar 100% dalam setiap kondisi.

Akurasi juga bukan satu-satunya parameter evaluasi. Bergantung aplikasinya, engineer dapat menggunakan precision, recall, F1-score, false positive rate, false negative rate, latency, robustness atau metrik lainnya.

Dalam aplikasi berisiko tinggi, kesalahan kecil sekalipun dapat mempunyai konsekuensi besar. Karena itu sistem perlu divalidasi berdasarkan use case sebenarnya.

Apakah AI Akan Menggantikan Pekerjaan Manusia?

AI lebih tepat dipahami sebagai teknologi yang dapat mengotomatisasi tugas tertentu, bukan otomatis menggantikan seluruh pekerjaan.

Sebuah profesi biasanya terdiri dari banyak tugas: analisis, komunikasi, koordinasi, inspeksi fisik, kreativitas, judgment dan tanggung jawab. Sebagian tugas mungkin dapat diotomatisasi, sementara tugas lainnya tetap membutuhkan manusia.

Bagi teknisi dan engineer, kemampuan menggunakan AI sekaligus memverifikasi hasilnya kemungkinan menjadi lebih penting dibanding sekadar kemampuan menggunakan AI tanpa memahami bidang teknisnya.

AI yang Bertanggung Jawab

Semakin besar dampak sebuah sistem AI, semakin penting tata kelola penggunaannya.

Beberapa prinsip yang umumnya perlu diperhatikan antara lain:

  • Keamanan.
  • Privasi.
  • Keadilan.
  • Transparansi.
  • Akuntabilitas.
  • Human oversight.
  • Robustness.
  • Pengelolaan risiko.

Dalam sistem kritis, manusia perlu mengetahui batas kemampuan model dan kapan output AI harus diabaikan atau diperiksa lebih lanjut.

Perkembangan Kebijakan AI di Indonesia 2026

Pada 2026 pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2026–2029 serta kerangka tata kelola AI untuk mendukung pemanfaatan teknologi yang aman dan bertanggung jawab.

Pendekatan yang sedang dibahas mencakup pengelolaan berbasis risiko, pengembangan talenta, infrastruktur digital, inovasi dan pemanfaatan AI pada sektor strategis.

Karena kebijakan AI Indonesia masih berkembang, pelaku usaha dan pengembang perlu memeriksa regulasi terbaru sebelum menerapkan sistem yang memproses data pribadi, digunakan pada sektor berisiko tinggi atau memengaruhi masyarakat secara luas.

Kesimpulan

Artificial Intelligence adalah bidang teknologi yang memungkinkan komputer melakukan berbagai tugas seperti mengenali pola, memproses bahasa, membuat prediksi, menganalisis data dan menghasilkan konten.

Perkembangan machine learning, deep learning, generative AI, GPU dan NPU membuat teknologi ini semakin banyak digunakan pada industri, energi, kesehatan, pendidikan, keuangan dan aktivitas sehari-hari.

Namun kemampuan AI harus dipahami bersama keterbatasannya. Output dapat salah, model dapat bias, data dapat mengandung masalah dan penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko privasi maupun keamanan.

Karena itu pendekatan terbaik bukan sekadar menggunakan AI sebanyak mungkin, tetapi menggunakan AI pada masalah yang tepat, memahami batas kemampuannya dan tetap melakukan verifikasi manusia terutama pada keputusan yang berdampak terhadap keselamatan, keuangan atau sistem kritis.

FAQ Artificial Intelligence

Apa itu Artificial Intelligence?

Artificial Intelligence atau AI adalah bidang ilmu komputer yang mengembangkan sistem untuk melakukan tugas seperti pengenalan pola, prediksi, pemrosesan bahasa, pengambilan keputusan atau pembuatan konten.

Apa contoh AI dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya termasuk rekomendasi video, filter spam, navigasi, chatbot, speech recognition, penerjemahan otomatis dan fitur kamera pada smartphone.

Apa perbedaan AI dan machine learning?

AI adalah bidang yang lebih luas, sedangkan machine learning merupakan salah satu pendekatan AI yang memungkinkan model belajar pola dari data.

Apa itu generative AI?

Generative AI merupakan sistem AI yang dapat menghasilkan konten seperti teks, gambar, audio, video atau kode berdasarkan pola yang telah dipelajari.

Apakah ChatGPT termasuk AI?

Ya. ChatGPT merupakan aplikasi AI generatif berbasis large language model yang dirancang untuk memproses dan menghasilkan bahasa.

Apakah AI selalu benar?

Tidak. AI dapat menghasilkan output yang salah, tidak lengkap atau bias. Karena itu informasi penting tetap perlu diverifikasi.

Apakah AI mempunyai kesadaran?

Tidak ada dasar untuk menganggap sistem AI yang digunakan saat ini mempunyai kesadaran diri seperti manusia hanya karena sistem dapat menghasilkan bahasa yang terlihat natural.

Apakah AI dapat digunakan di industri listrik?

Ya. AI dapat membantu load forecasting, predictive maintenance, monitoring aset, analisis data energi dan berbagai aplikasi sistem tenaga lainnya.

Apakah AI bisa menggantikan teknisi?

AI dapat membantu atau mengotomatisasi sebagian tugas, tetapi troubleshooting lapangan, verifikasi fisik, keselamatan kerja dan engineering judgment tetap membutuhkan kompetensi manusia.

Randra Agustio Efryansah, S.T.
Randra Agustio Efryansah, S.T. Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar