Cooling Tower: Cara Kerja, Fungsi CHWP dan CWP, Parameter Air

Daftar Isi

Cooling Tower

Kelas Teknisi | Pada sistem pendingin gedung berbasis water cooled chiller, cooling tower merupakan komponen utama. Fungsinya adalah membuang panas dari sistem pendingin ke udara bebas agar chiller dapat bekerja secara optimal dan efisien.

Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian cooling tower, cara kerjanya, hubungan dengan pompa CHWP dan CWP, serta parameter kualitas air yang wajib dijaga dalam operasional cooling tower.

Apa Itu Cooling Tower?

Cooling tower atau menara pendingin adalah perangkat yang berfungsi untuk membuang panas dari sistem pendingin ke udara bebas. Pada sistem water cooled chiller, panas dari gedung diserap oleh chilled water, kemudian dipindahkan ke sisi kondensor chiller dan akhirnya dibuang melalui cooling tower.

Secara sederhana, cooling tower dapat diibaratkan sebagai radiator pada chiller. Tanpa cooling tower, panas tidak dapat dilepaskan sehingga chiller tidak akan bekerja dengan baik dan efisiensi sistem akan menurun.

Hubungan Cooling Tower dengan Pompa CHWP dan CWP

Dalam sistem pendingin gedung, terdapat dua jenis pompa utama yang bekerja bersama cooling tower, yaitu CHWP (Chilled Water Pump) dan CWP (Condenser Water Pump).

Fungsi CHWP (Chilled Water Pump)

CHWP berfungsi mengalirkan air dingin dari chiller ke dalam gedung menuju AHU atau FCU. Air dingin ini digunakan untuk mendinginkan ruangan. Setelah menyerap panas, air kembali ke chiller dalam kondisi lebih hangat.

Fungsi CWP (Condenser Water Pump)

CWP bertugas mengalirkan air dari kondensor chiller menuju cooling tower. Air panas dari kondensor ini didinginkan di cooling tower, lalu dikembalikan lagi ke kondensor chiller.

Singkatnya, CHWP mengurus air dingin untuk ruangan, sedangkan CWP mengurus air panas yang dibuang melalui cooling tower. Keduanya saling berkaitan dan sama-sama penting dalam sistem HVAC gedung.

Cara Kerja Cooling Tower

Cooling Tower Water Plant

Cooling tower bekerja berdasarkan prinsip evaporative cooling. Air panas dari kondensor chiller dengan suhu sekitar 32–35°C dialirkan ke cooling tower.

Di dalam cooling tower, air didistribusikan melalui nozzle atau spray dan dialirkan melewati media pengisi yang disebut filling. Pada bagian atas terdapat fan yang menarik udara dari luar.

Ketika air panas bertemu dengan aliran udara, sebagian kecil air menguap. Proses penguapan ini menyerap panas sehingga suhu air turun. Air keluar dari cooling tower dengan suhu sekitar 26–30°C dan dialirkan kembali ke kondensor chiller.

Siklus ini berlangsung terus-menerus selama sistem pendingin gedung beroperasi.

Parameter Air Cooling Tower yang Harus Dijaga

Agar cooling tower bekerja optimal dan peralatan tidak cepat rusak, kualitas air harus selalu dijaga. Beberapa parameter penting yang wajib diperhatikan antara lain:

1. Temperatur Air

Temperatur air keluar cooling tower idealnya berada pada kisaran 26–28°C. Jika suhu terlalu tinggi, performa chiller akan menurun dan konsumsi energi meningkat.

2. pH Air

Nilai pH air ideal berada di antara 6,5 hingga 8,5. pH terlalu asam dapat menyebabkan korosi, sedangkan pH terlalu basa berpotensi menimbulkan kerak atau scaling.

3. TDS (Total Dissolved Solids)

TDS menunjukkan jumlah zat terlarut di dalam air. Umumnya dijaga di bawah 1500 ppm, meskipun nilai pastinya dapat berbeda sesuai standar gedung.

4. Blowdown

Blowdown adalah proses pembuangan sebagian air cooling tower yang sudah mengandung TDS dan kotoran tinggi. Tujuannya menjaga kualitas air tetap stabil dan mencegah kerusakan sistem.

Kesimpulan

Cooling tower merupakan komponen penting dalam sistem water cooled chiller. Dengan memahami cara kerja cooling tower, hubungan dengan pompa CHWP dan CWP, serta menjaga parameter air seperti suhu, pH, TDS, dan blowdown, sistem pendingin gedung dapat bekerja lebih efisien, awet, dan hemat biaya operasional.

FAQ Seputar Cooling Tower

Apa fungsi utama cooling tower?

Fungsi utama cooling tower adalah membuang panas dari sistem pendingin ke udara bebas agar chiller dapat bekerja secara optimal.

Apa perbedaan CHWP dan CWP?

CHWP mengalirkan air dingin untuk mendinginkan ruangan, sedangkan CWP mengalirkan air panas dari kondensor chiller ke cooling tower.

Berapa suhu ideal air keluar cooling tower?

Suhu ideal air keluar cooling tower berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celcius.

Mengapa blowdown pada cooling tower diperlukan?

Blowdown diperlukan untuk mengurangi TDS dan kotoran dalam air agar tidak merusak peralatan dan menjaga efisiensi sistem.

Randra Agustio Efryansah
Randra Agustio Efryansah Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar