Masalah Penerapan Tegangan Tinggi Pada Transmisi


Tegangan Tinggi Pada Transmisi

Tegangan tinggi dalam dunia teknik tenaga listrik ialah semua tegangan yang dianggap cukup tinggi oleh para teknisi listrik sehingga diperlukan pengujian dan pengukuran dengan tegangan tinggi yang semuannya bersifat khusus dan memerlukan teknik-teknik tertentu, atau dimana gejala-gejala tegangan tinggi mulai terjadi.

Transmisi adalah sub sistem tenaga listrik yang berperan menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit ke gardu induk menggunakan saluran tegangan tinggi. Saat sistem beroperasi, pada sistem transmisi selalu terjadi rugi-rugi daya. 

Gambar Diagram segaris sistem tenaga listrik sederhana

Adapun jenis-jenis tegangan tinggi dapat dibagi atas:

  1. Tegangan Tinggi (TT)                          = High Voltage (HV)
  2. Tegangan Tinggi Sekali (TTS)             = Extra High Voltage (EHV)
  3. Tegangan Ultra Tinggi (TUT)              = Ultra Hingh Voltage (UHV)

Menurut PUIL PLN Klasifikasi Sitem Tegangan adalah sebagai berikut:

  1. Tegangan Ektra Rendah (TER)= <50 Volt
  2. Tegangan Rendah (TR)= 50 sd 1.000 Volt
  3. Tegangan Menengah (TM)= 1 kilo Volt s/d 35 kilo Volt
  4. Tegangan Tinggi (TT)= >35 kV (kilo Volt)

Saat ini transmisi tenaga listrik di Indonesia menggunakan Tegangan Tinggi 70 kV dan 150 kV serta Tegangan Ekstra Tinggi adalah  275 kV (Inalum-Asahan) dan Jawa-Bali 500 kV.  Tegangan baku untuk sistem distribusi adalah 20 kV, sedangkan untuk tegangan rendahnya 380/220 volt. Batas-batas yang menyatakan kapan suatu tegangan dianggap tinggi, berbeda untuk setiap negara atau perusahaan tenaga listrik, tergantung dari kemajuan tekniknya atau kemajuan suatu negara. 

Salah satu faktor yang menentukan ialah tingginya tegangan transmisi yang dipakai tergantung kepada besarnya tenaga yang harus disalurkan dari pusat-pusat listrik ke pusat beban, dan jarak yang harus ditempuh untuk memindahkan tenaga listrik tersebut secara ekonomis

Masalah dalam Penerapan Pada Jaringan Transmisi Listrik.

Tahukah anda meskipun peninggian tegangan transmisi akan mengurangi rugi-rugi daya, peninggian tegangan itu tetap ada batasnya, karena tegangan tinggi menimbulkan beberapa masalah, antara lain :

1. Timbul korona

Tegangan tinggi dapat menimbulkan korona pada kawat transmisi. Korona  ini dapat menimbulkan rugi-rugi daya dan dapat menimbulkan gangguan terhadap komunikasi radio.

2. Pemakaian bahan isolasi peralatan sistem semakin banyak

Pemakaian bahan isolasi dalam tegangan tinggi bertujuan untuk pelindung terhadap peralatan yang dipakai dari bahaya-bahaya tegangan lebih luar dan dalam. Jika tegangan transmisi semakin tinggi, maka peralatan transmisi dan gardu induk membutuhkan isolasi yang volumenya semakin banyak (misalnya : isolator gantung/rantai akan bertambah) agar peralatan mampu memikul tegangan tinggi tersebut. Hal ini mengakibatkan kenaikan biaya investasi.

3. Kemungkinan terjadinya tegangan lebih pada sistem semakin besar

Saat terjadi pemutusan atau penutupan rangkaian transmisi (switching operation) akan timbul tegangan lebih surja hubung  sehingga peralatan sistem tenaga listrik harus dirancang mampu memikul tegangan lebih tersebut. Hal ini juga mengakibatkan kenaikan biaya.

4. Peninggian menara transmisi

Jika tegangan transmisi ditinggikan, maka menara transmisi harus semakin tinggi untuk menjamin keselamatan makhluk hidup disekitar transmisi. Peninggian menara transmisi mengakibatkan kawat saluran transmisi mudah disambar petir. Sambaran petir pada saluran transmisi akan menimbulkan tegangan lebih surja petir pada sistem tenaga listrik, sehingga peralatan sistem tenaga listrik harus dirancang mampu memikul tegangan lebih tersebut.

5. Penambahan peralatan proteksi

Peralatan sistem perlu diperlengkapi dengan peralatan proteksi untuk menghindarkan kerusakan akibat adanya tegangan lebih surja hubung dan surja petir. Penambahan peralatan proteksi ini menambah biaya investasi dan perawatan.

6. Faktor Sosial

Di negara barat terutama faktor sosial sangat diperhatikan, dan tidak akan memasang jaringan tegangan tinggi pada daerah penduduk yang padat. Keenam hal tersebut di atas memberi kesimpulan, bahwa peninggian tegangan transmisi akan menambah biaya investasi dan perawatan. Tetapi telah dijelaskan sebelumnya bahwa mempertinggi tegangan transmisi akan mengurangi kerugian daya.
Semoga bermanfaat buat sahabat semuannya.

Penerapan tegangan tinggi pada transmisi dapat menimbulkan beberapa masalah, seperti :

  • Biaya pembuatan dan pemeliharaan yang lebih tinggi dibandingkan transmisi dengan tegangan rendah.
  • Beban kerja yang lebih tinggi pada peralatan transmisi, seperti kabel, isolator, dan transformator.
  • Lebih sulit untuk mengendalikan dan mengukur arus dan tegangan yang lebih tinggi.
  • Kebutuhan akan peningkatan keamanan dan perlindungan lingkungan dalam pembuatan dan operasional.
  • Perlu adanya peningkatan dalam sistem kontrol dan proteksi untuk mencegah kerusakan dan kegagalan sistem.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url