Relay Proteksi: Pengertian, Fungsi, dan Persyaratan

Pengertian Relay Proteksi

Relay proteksi merupakan perangkat yang bekerja secara otomatis untuk mengatur atau mengaktifkan suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat perubahan tegangan, arus, frekuensi, dan sebagainya. Secara umum, relay proteksi terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:


  1. Elemen Pengindera: Berfungsi untuk mendeteksi besaran-besaran listrik seperti arus, tegangan, frekuensi, dan sebagainya tergantung pada jenis relay yang digunakan.
  2. Elemen Pembanding: Berfungsi untuk membandingkan besaran listrik dalam keadaan normal dengan besaran arus kerja relay.
  3. Elemen Pengukur/Penentu: Berfungsi untuk membuat perubahan secara cepat pada besaran ukurnya dan akan segera memberikan sinyal untuk membuka atau mengaktifkan sinyal.




Gambar SEPAM, Salah satu relay proteksi dalam sistem tenaga listrik

Artikel Tentang SEPAM (System Electronic Protection Automation Measurement)

Fungsi Relay Proteksi

Pada prinsipnya, relay pengaman dipasang di sistem jaringan listrik ini memiliki 3 jenis fungsi: 

  1. Deteksi, ukur, dan temukan bagian yang salah dari sistem dan lepaskan sesegera mungkin. 
  2. Mengurangi kerusakan yang lebih parah yang disebabkan oleh peralatan yang terganggu. 

  1. Mengurangi efek interferensi pada bagian lain dari sistem  yang tidak terganggu pada sistem dan dapat beroperasi secara normal, juga untuk mencegah agar interferensi tidak menyebar.

Persyaratan Relay Proteksi

Dalam sistem catu daya, relay pengaman memainkan peran yang sangat penting. Perlindungan berkualitas  baik juga membutuhkan relay pengaman yang baik. Untuk itu, relay pengaman harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti  berikut ini.

 

1. Keandalan

Dalam kondisi normal atau tidak ada gangguan, relay mungkin tidak berfungsi selama berbulan-bulan atau lebih lama. Jika gangguan muncul setiap saat, relay tidak boleh beroperasi untuk memperbaiki gangguan tersebut. Kegagalan  relay dapat mengakibatkan kerusakan parah pada peralatan keselamatan atau gangguan yang meluas, sehingga area yang terkena gangguan listrik meluas.

Hal ini menyebabkan pemadaman listrik yang tidak perlu dan membuat analisis gangguan menjadi sulit. Keandalan relay pengaman ditentukan oleh desain, manufaktur, beban yang digunakan, dan pemeliharaan.

2. Selektivitas

Selektivitas berarti relay harus dapat membedakan bagian yang terganggu sehingga dapat dipilih bagian yang benar dari sistem tenaga listrik yang terkena gangguan. relay kemudian bertanggung jawab untuk menjaga perangkat atau komponen sistem dalam jangkauan keamanannya. Tugas relay adalah mendeteksi  gangguan yang terjadi di zona amannya dan mengeluarkan perintah untuk membuka pemutus  dan memisahkan bagian-bagian yang terganggu pada sistem.

Posisikan pemutus sirkuit sehingga setiap bagian dari sistem terisolasi. Akibatnya, bagian lain dari sistem  tidak terganggu sehingga tidak dibuang dan berfungsi normal, sehingga tidak ada gangguan layanan. Dalam kasus pemutusan atau kegagalan daya terbatas pada daerah yang terganggu saja. 

3. Sensitivitas

relay harus memiliki sensitivitas tinggi pada kuantitas minimum (kritis) seperti yang diharapkan. relay harus dapat beroperasi ketika kebisingan dimulai. Akibatnya, gangguan awal akan lebih mudah dikelola. Ini memiliki manfaat bahwa kerusakan pada  peralatan  harus diminimalkan. 

Namun, relay juga harus stabil, yaitu: 
 
  1. relay harus dapat membedakan antara arus gangguan dan arus beban maksimum; 
  2. Pada saat memasukkan transformator daya, relay tidak boleh beroperasi karena  arus masuk sama dengan arus gangguan 3 - 5 kali arus beban maksimum; 
  3. relay harus dapat membedakan adanya noise atau fluktuasi beban.  

4. Kecepatan kerja

relay pengaman harus dapat bekerja dengan cepat. Jika terjadi gangguan, misalnya kebocoran isolasi karena gangguan tegangan  terlalu lama, maka peralatan listrik yang dijamin dapat rusak. Namun, relay tidak boleh berputar terlalu cepat (kurang dari 10 ms). 

Selain itu, waktu operasi rele tidak boleh melebihi waktu offset kritis. Pada sistem  besar atau besar, kecepatan operasi relay pengaman mutlak diperlukan karena menjaga kestabilan sistem  tidak terganggu. Hal ini untuk mencegah relay beroperasi dengan benar akibat transien akibat sambaran petir. 

5. Ekonomi

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan sebagai kebutuhan relay pengaman adalah masalah harga atau biaya. relay tidak akan diterapkan pada sistem catu daya, sehingga biayanya sangat mahal. Persyaratan kehandalan, kepekaan dan kecepatan rele seharusnya tidak membuat harga rele menjadi mahal.

Next Post Previous Post
2 Comments
  • mantap
    mantap 21/01/23, 22.16

    Materi yang bermanfaat.
    Terima kasih

    • Randra Agustio Efryansah
      Randra Agustio Efryansah 22/01/23, 23.01

      iya, sama-sama

Add Comment
comment url