Industri 4.0 dan Society 5.0: Perbedaan, Sejarah, dan Dampaknya

Daftar Isi
Industri 4.0 dan Society 5.0

Kelas Teknisi | Banyak orang mengira bahwa dunia saat ini sudah memasuki era Industri 5.0. Padahal, pemahaman tersebut kurang tepat. Faktanya, secara teknologi dan sistem industri, kita masih berada di era Industri 4.0. Sementara itu, Society 5.0 adalah konsep perkembangan masyarakat yang berjalan seiring sebagai dampak dari kemajuan industri tersebut.

Agar tidak salah kaprah, mari kita pahami perbedaan Industri 4.0 dan Society 5.0 dengan melihat sejarah revolusi industri dan evolusi masyarakat manusia secara runtut.

Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0

Industri 1.0: Era Mesin Uap

Revolusi Industri 1.0 ditandai dengan ditemukannya mesin uap yang digunakan secara massal di berbagai sektor industri. Mesin uap menggantikan tenaga manusia dan hewan, sehingga produksi dapat dilakukan dalam skala besar dan lebih efisien. Inilah titik awal perubahan besar dalam dunia industri.

Industri 2.0: Revolusi Listrik

Sekitar 100 tahun kemudian, dunia memasuki era Industri 2.0 yang ditandai dengan penemuan dan distribusi listrik secara luas. Listrik memungkinkan mesin-mesin bekerja lebih stabil dan efisien, serta mengubah pola hidup manusia karena aktivitas tidak lagi terbatas pada siang hari.

Industri 3.0: Komputer dan Otomasi

Industri 3.0 muncul dengan hadirnya komputer dan sistem otomasi. Awalnya komputer hanya digunakan untuk penelitian dan pemerintahan, namun perlahan menjadi barang komersial. Munculnya Personal Computer (PC) dan internet mendorong otomatisasi industri serta digitalisasi di berbagai bidang.

Industri 4.0: Sistem Cerdas dan Digital Terintegrasi

Industri 4.0 adalah era yang sedang kita jalani saat ini. Ciri utamanya adalah integrasi teknologi digital canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, robotik, serta Cyber Physical System. Banyak pekerjaan yang sebelumnya hanya dapat dilakukan manusia kini dapat dikerjakan oleh sistem cerdas berbasis teknologi.

Perkembangan Masyarakat dari Society 1.0 hingga Society 5.0

Society 1.0: Hunting Society

Pada tahap ini, manusia hidup berpindah-pindah dengan mengandalkan berburu dan meramu. Mereka tidak menetap dan biasanya tinggal di alam terbuka atau gua.

Society 2.0: Agrarian Society

Manusia mulai mengenal bercocok tanam dan beternak. Kehidupan menjadi menetap dan terbentuklah komunitas agraris yang bergantung pada hasil pertanian.

Society 3.0: Industrial Society

Seiring berkembangnya revolusi industri, masyarakat berubah menjadi industrial society. Transportasi modern seperti kereta api mulai digunakan, dan proses kerja yang sebelumnya manual mulai digantikan oleh mesin.

Society 4.0: Information Society

Society 4.0 ditandai dengan dominasi teknologi informasi. Komputer dan internet menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari. Pada era ini sempat muncul istilah digital divide atau kesenjangan digital, meskipun kini perlahan berkurang seiring meluasnya akses teknologi.

Society 5.0: Super Smart Society

Society 5.0 adalah konsep yang diperkenalkan oleh pemerintah Jepang. Konsep ini menggambarkan masyarakat super cerdas yang memanfaatkan teknologi canggih seperti AI dan IoT dengan tetap berpusat pada manusia. Teknologi hadir untuk meningkatkan kualitas hidup dan menyelesaikan masalah sosial.

Hubungan Industri 4.0 dan Society 5.0

Industri 4.0 berfokus pada kemajuan teknologi dan sistem industri, sedangkan Society 5.0 menitikberatkan pada dampak sosial dari teknologi tersebut. Keduanya berjalan beriringan, bukan saling menggantikan. Pandemi global bahkan mempercepat transformasi menuju Society 5.0 melalui digitalisasi dan otomatisasi di berbagai sektor.

Kesimpulan

Kesimpulannya, dunia saat ini masih berada di era Industri 4.0, sementara Society 5.0 adalah arah perkembangan masyarakat sebagai dampak dari kemajuan industri. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar kita siap menghadapi perubahan teknologi dan sosial di masa depan.

Randra Agustio Efryansah
Randra Agustio Efryansah Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar