10 Jenis Arduino Yang Sering Digunakan

Arduino adalah platform elektronik open-source yang mudah digunakan dan memungkinkan Anda untuk membuat berbagai proyek elektronik. Ada banyak jenis Arduino yang tersedia, masing-masing dengan fitur dan kemampuan yang berbeda. Berikut adalah 10 jenis Arduino yang sering digunakan.

1. Arduino Uno 

Arduino Uno adalah papan yang paling banyak digunakan dan merupakan pilihan bagus untuk pemula. Memiliki mikrokontroler ATmega328, 14 pin input/output digital, enam input analog, dan menggunakan USB untuk komunikasi dengan komputer.

Gambar Arduino Uno

Spesifikasi Arduino Uno:

  • Mikrokontroller: ATmega328P
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Masukan: 7-12V
  • Pin I/O Digital: 14
  • Pin Masukan Analog: 6
  • Arus DC per Pin I/O: 40 mA
  • Arus DC untuk Pin 5V: 50 mA
  • Memori Flash: 32 KB (dari itu 2 KB digunakan untuk bootloader)
  • SRAM: 2 KB
  • EEPROM: 1 KB
  • Kecepatan Clock: 16 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Konektivitas: USB, Serial, ICSP (In-Circuit Serial Programming)
  • Ukuran: 68.6 mm x 53.3 mm
  • Berat: 25 g

Berikut adalah beberapa contoh proyek yang dapat dibuat menggunakan Arduino Uno:

  1. Line Follower Robot: Membuat robot yang mengikuti garis dengan menggunakan sensor infrared.
  2. Alat Pengukur Kelembaban Tanah: Mendeteksi tingkat kelembaban tanah dan memberikan peringatan bila sudah terlalu kering.
  3. Sistem Monitoring Suhu: Mendeteksi suhu ruangan dan menampilkan data pada layar LCD.
  4. Alat Pencatat Suhu: Mengukur suhu dan menyimpan data pada memori eksternal.
  5. Alat Pengendali Lampu: Mengendalikan lampu rumah dengan menggunakan smartphone atau tablet.
  6. Sistem Pemantau Air: Mendeteksi tingkat air dan memberikan peringatan bila sudah terlalu rendah.
  7. Sistem Pengendali Irrigasi: Mengendalikan sistem penyiraman dengan menggunakan sensor suhu dan kelembaban tanah.
  8. Alat Pengendali Suhu Incubator: Mengendalikan suhu pada incubator untuk menjaga suhu yang ideal bagi telur.

2. Arduino Mega

Dirancang untuk proyek yang lebih kompleks. Dengan mikrokontroler ATmega2560, Arduino Mega memiliki 54 pin digital I/O, 16 input analog, dan kapasitas memori yang lebih besar dibandingkan dengan Arduino Uno.

Gambar Arduino Mega

Spesifikasi Arduino Mega:

  • Mikrokontroller: ATmega2560
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Masukan: 7-12V
  • Pin I/O Digital: 54
  • Pin Masukan Analog: 16
  • Arus DC per Pin I/O: 40 mA
  • Arus DC untuk Pin 5V: 200 mA
  • Memori Flash: 256 KB
  • SRAM: 8 KB
  • EEPROM: 4 KB
  • Kecepatan Clock: 16 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Konektivitas: USB, Serial, Ethernet (melalui shield), ICSP (In-Circuit Serial Programming)
  • Ukuran: 101.52 mm x 53.3 mm
  • Berat: 45 g

3. Arduino Nano

Arduino Nano dirancang untuk dipasang pada breadboard dan sangat cocok untuk prototyping yang ringkas. Ia mirip dengan Uno tapi dalam paket yang lebih kecil.

Gambar Arduino Nano

Spesifikasi Arduino Nano:

  • Mikrokontroller: ATmega328P
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Masukan (direkomendasikan): 7-12V
  • Tegangan Masukan (batas): 6-20V
  • Pin I/O Digital: 14 (di antaranya 6 menyediakan output PWM)
  • Pin Masukan Analog: 8
  • Arus DC per Pin I/O: 40 mA
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 50 mA
  • Memori Flash: 32 KB (ATmega328P) di mana 0,5 KB digunakan oleh bootloader
  • SRAM: 2 KB (ATmega328P)
  • EEPROM: 1 KB (ATmega328P)
  • Kecepatan Clock: 16 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Panjang: 45 mm
  • Lebar: 18 mm
  • Berat: 7 g

4. Arduino Pro Mini

Arduino Pro Mini adalah versi sederhana dari Arduino Uno, dengan lebih sedikit fitur dan faktor bentuk yang lebih kecil.  Tidak dilengkapi dengan konektor USB, sehingga memerlukan adaptor USB-serial eksternal untuk pemrograman.

Gambar Arduino Pro Mini

Spesifikasi Arduino Pro Mini:

  • Mikrokontroller: ATmega328P
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Masukan (direkomendasikan): 7-12V
  • Tegangan Masukan (batas): 6-20V
  • Pin I/O Digital: 14 (di antaranya 6 menyediakan output PWM)
  • Pin Masukan Analog: 8
  • Arus DC per Pin I/O: 40 mA
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 50 mA
  • Memori Flash: 32 KB (ATmega328P) di mana 0,5 KB digunakan oleh bootloader
  • SRAM: 2 KB (ATmega328P)
  • EEPROM: 1 KB (ATmega328P)
  • Kecepatan Clock: 16 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Panjang: 33.3 mm
  • Lebar: 18.5 mm
  • Berat: 5 g

Berikut adalah beberapa contoh proyek yang dapat dibuat menggunakan Arduino Pro Mini:

  1. Alat Ukur Kelembaban Tanah Berbasis Mikrokontroler
  2. Alat Monitoring Kualitas Udara Berbasis Mikrokontroler
  3. Sistem Otomatis Kendali Penerangan Berbasis Mikrokontroler
  4. Alat Ukur Kecepatan Angin Berbasis Mikrokontroler

5. Arduino Due

Board ini memiliki mikrokontroler ARM Cortex-M3 32-bit, membuatnya lebih kuat dari board Arduino lainnya. Sangat cocok untuk proyek yang membutuhkan banyak daya pemrosesan. Disini untuk mengetahui lebih jelas tentang kelebihan dan kekurangan arduino due.

Gambar Arduino Due

Spesifikasi Arduino Due:

  • Mikrokontroller: AT91SAM3X8E
  • Tegangan Operasi: 3.3V
  • Tegangan Masukan (direkomendasikan): 7-12V
  • Tegangan Masukan (batas): 6-20V
  • Pin I/O Digital: 54
  • Pin Masukan Analog: 12
  • Arus DC per Pin I/O: 130 mA
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 800 mA
  • Memori Flash: 512 KB
  • SRAM: 96 KB
  • EEPROM: 4 KB
  • Kecepatan Clock: 84 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Panjang: 101.52 mm
  • Lebar: 53.3 mm
  • Berat: 45 g

6. Arduino Leonardo

Board ini memiliki mikrokontroler yang dapat meniru keyboard atau mouse USB, sehingga berguna untuk proyek yang melibatkan interaksi manusia-komputer. Cari tahu kelebihan dan kekurangan arduino leonardo disini.

Gambar Arduino Leonardo

Spesifikasi Arduino Leonardo:

  • Mikrokontroller: ATmega32u4
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Masukan (direkomendasikan): 7-12V
  • Tegangan Masukan (batas): 6-20V
  • Pin I/O Digital: 20 (di antaranya 7 menyediakan output PWM)
  • Pin Masukan Analog: 12
  • Arus DC per Pin I/O: 40 mA
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 50 mA
  • Memori Flash: 32 KB (ATmega32u4) di mana 4 KB digunakan oleh bootloader
  • SRAM: 2.5 KB (ATmega32u4)
  • EEPROM: 1 KB (ATmega32u4)
  • Kecepatan Clock: 16 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Panjang: 68.6 mm
  • Lebar: 53.4 mm
  • Berat: 20 g


7. Arduino Yún

Menggabungkan Linux dengan Wi-Fi onboard, Arduino Yún sangat sesuai untuk proyek-proyek yang membutuhkan konektivitas internet. Mikrokontroler ATmega32u4 bekerja sama dengan chipset Linino untuk menyediakan dual-core processing.

Gambar Arduino Yun

Spesifikasi Arduino Yún:

  • Mikrokontroller: ATmega32u4 & Atheros AR9331
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Masukan (direkomendasikan): 7-12V
  • Tegangan Masukan (batas): 6-20V
  • Pin I/O Digital: 20 (di antaranya 7 menyediakan output PWM)
  • Pin Masukan Analog: 12
  • Arus DC per Pin I/O: 40 mA
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 50 mA
  • Memori Flash: 32 KB (ATmega32u4) di mana 4 KB digunakan oleh bootloader & 16 MB SDRAM
  • SRAM: 2.5 KB (ATmega32u4) & 64 MB flash storage
  • EEPROM: 1 KB (ATmega32u4)
  • Kecepatan Clock: 16 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Konektivitas: Wi-Fi 802.11b/g/n & Ethernet 10/100 Mbps
  • Ukuran: 70 mm x 53 mm
  • Berat: 42 g


8. Arduino MKR

Papan ini dirancang untuk proyek-proyek Internet of Things (IoT) dan memiliki WiFi bawaan dan opsi konektivitas seluler.

Gambar Arduino MKR

Spesifikasi Arduino MKR:

  • Mikrokontroller: ATmega4809 (MKR 1000), SAMD21 (MKR Zero), ATmega32U4 (MKR FOX 1200), SAMD51 (MKR WAN 1300), SAMD51 (MKR GSM 1400)
  • Tegangan Operasi: 3.3V
  • Tegangan Masukan (direkomendasikan): 7-12V
  • Tegangan Masukan (batas): 6-20V (tergantung pada model)
  • Pin I/O Digital: 20-54 (tergantung pada model)
  • Pin Masukan Analog: 8-12 (tergantung pada model)
  • Arus DC per Pin I/O: 40 mA (tergantung pada model)
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 50 mA (tergantung pada model)
  • Memori Flash: 32 KB - 256 KB (tergantung pada model)
  • SRAM: 2.5 KB - 32 KB (tergantung pada model)
  • EEPROM: 1 KB - 4 KB (tergantung pada model)
  • Kecepatan Clock: 16 MHz - 120 MHz (tergantung pada model)
  • LED_BUILTIN: 13 (tergantung pada model)
  • Konektivitas: Wi-Fi, BLE, LoRa, 3G, GPS (tergantung pada model)
  • Ukuran: 70 mm x 53 mm (bisa berbeda antar model)
  • Berat: 42 g (bisa berbeda antar model)


9. Arduino Zero

Board ini memiliki mikrokontroler ARM Cortex-M0+ 32-bit dan dirancang untuk proyek yang memerlukan konsumsi daya rendah. Selengkapnya klik tenang kelebihan dan kekurangan Arduino Zero disini.

Gambar Arduino Zero

Spesifikasi Arduino Zero:

  • Mikrokontroller: Atmel SAM3X8E ARM Cortex-M3
  • Tegangan Operasi: 3.3V
  • Tegangan Masukan: 7-12V
  • Pin I/O Digital: 20
  • Pin Masukan Analog: 12
  • Arus DC per Pin I/O: 7 mA
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 800 mA
  • Memori Flash: 512 KB
  • SRAM: 96 KB
  • EEPROM: None
  • Kecepatan Clock: 48 MHz
  • LED_BUILTIN: 13
  • Konektivitas: USB, 12-bit ADC, DAC, PWM, Serial
  • Ukuran: 68.6 mm x 53.3 mm
  • Berat: 24 g


10. Arduino Gemma

Arduino gemma adalah papan Arduino kecil yang dapat dikenakan yang bagus untuk proyek e-tekstil dan perangkat yang dapat dikenakan.

Spesifikasi Arduino Gemma:

  • Mikrokontroller: ATtiny85
  • Tegangan Operasi: 3.3V
  • Tegangan Masukan: 4.5-5.5V
  • Pin I/O Digital: 3
  • Pin Masukan Analog: 2
  • Arus DC per Pin I/O: 20 mA
  • Arus DC untuk Pin 3.3V: 50 mA
  • Memori Flash: 8 KB
  • SRAM: 512 bytes
  • EEPROM: 512 bytes
  • Kecepatan Clock: 8 MHz
  • LED_BUILTIN: 1
  • Konektivitas: USB (melalui kabel FTDI)
  • Ukuran: 25 mm x 20 mm
  • Berat: 2 g


Ini hanyalah sebagian kecil dari banyak papan Arduino yang tersedia. Dengan begitu banyak pilihan, pasti ada papan Arduino yang sempurna untuk proyek Anda berikutnya.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli suatu jenis Arduino, disarankan untuk melakukan riset lebih lanjut dan memastikan bahwa jenis tersebut memenuhi kebutuhan dan spesifikasi yang diinginkan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url