Grounding: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Pemasangannya

Dalam dunia instalasi listrik, grounding merupakan salah satu aspek penting yang sering kali diabaikan. Grounding atau pentanahan adalah suatu sistem pengamanan yang dirancang untuk melindungi pengguna dari bahaya listrik yang dapat mengakibatkan cedera serius atau bahkan kematian.

Pada artikel ini, Kelas Teknisi akan mengulas secara mendalam tentang pentingnya grounding, bagaimana cara kerjanya, serta langkah-langkah yang harus diambil untuk memastikan instalasi listrik Anda aman dan sesuai dengan standar yang berlaku.


Apa Itu Grounding?

Grounding adalah proses menghubungkan sistem listrik dengan tanah (bumi) untuk mengalirkan arus listrik berlebih ke bumi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko sengatan listrik saat terjadi kebocoran arus.

Grounding berfungsi sebagai jalur alternatif bagi arus listrik, sehingga dapat mencegah kerusakan pada peralatan listrik seperti komputer, televisi, AC, kulkas, dan lainnya serta melindungi pengguna dari bahaya listrik.

Elektroda grounding adalah komponen utama dalam sistem grounding yang berfungsi sebagai penghubung antara sistem listrik dan tanah. Elektroda ini biasanya terbuat dari batang logam seperti tembaga atau baja yang ditanam di dalam tanah.

Berikut ini merupakan simbol grounding:


Cara Kerja Grounding

Grounding bekerja dengan prinsip dasar bahwa arus listrik akan selalu mencari jalur dengan resistansi terendah untuk mengalir. Dalam instalasi listrik, jalur tersebut adalah kabel grounding yang dihubungkan langsung ke tanah dengan elektroda.

Saat terjadi kesalahan listrik, seperti korsleting, arus listrik akan langsung mengalir ke tanah melalui kabel grounding ini.

Proses ini mencegah arus listrik mengalir melalui tubuh manusia atau bagian logam perangkat listrik, yang bisa menyebabkan sengatan listrik atau kebakaran.

Sistem grounding biasanya terdiri dari batang logam atau pelat yang ditanam di tanah, kabel tembaga, dan konektor yang menghubungkan semua komponen ini.

Dengan grounding yang tepat, keamanan sistem listrik terjamin karena arus berlebih selalu memiliki jalur aman untuk dilepaskan ke bumi.


Fungsi Grounding dalam Instalasi Listrik

1. Mencegah Bahaya Sengatan Listrik

Salah satu fungsi utama grounding adalah mencegah bahaya sengatan listrik. Ketika terjadi kebocoran arus listrik, grounding akan menyalurkan arus tersebut ke tanah sehingga tidak membahayakan manusia. Tanpa grounding, kebocoran arus dapat mengalir melalui tubuh manusia yang bersentuhan dengan peralatan listrik, yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian.


2. Melindungi Peralatan Listrik

Grounding juga berperan penting dalam melindungi peralatan listrik dari kerusakan akibat lonjakan arus listrik. Lonjakan arus listrik dapat terjadi akibat petir atau gangguan lainnya. Dengan adanya grounding, lonjakan arus tersebut akan disalurkan ke tanah sehingga tidak merusak peralatan listrik.


3. Menjaga Stabilitas Sistem Listrik

Grounding membantu menjaga stabilitas sistem listrik dengan menyediakan jalur untuk arus listrik berlebih. Hal ini sangat penting untuk menjaga kinerja sistem listrik secara keseluruhan dan mencegah kerusakan yang dapat mengganggu operasional peralatan listrik.


Kelasteknisi.com telah menerbitkan artikel tentang jenis-jenis grounding berdasarkan standar yang berlaku. Silahkan dibaca untuk menambah pemahaman Anda tentang grounding. Baca disini: Jenis-Jenis Sistem Pentanahan (Grounding) Berdasarkan Standar IEEE


Cara Memasang Grounding



1. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi untuk menanam elektroda grounding sangat penting. Lokasi harus memiliki tanah dengan resistansi rendah agar arus listrik dapat mengalir dengan mudah. Hindari lokasi yang dekat dengan pipa gas atau saluran air.


2. Penanaman Elektroda Grounding

Elektroda grounding harus ditanam pada kedalaman yang cukup agar dapat berfungsi dengan efektif. Kedalaman minimal yang disarankan adalah 1,5 meter. Pastikan elektroda grounding ditanam secara vertikal untuk mengoptimalkan kontak dengan tanah.


3. Pemasangan Konduktor Grounding

Konduktor grounding harus dipasang dengan baik dan terhubung erat dengan elektroda grounding. Gunakan konektor yang sesuai untuk memastikan sambungan yang kuat dan tahan lama. Pastikan konduktor grounding terlindungi dari kerusakan fisik dan korosi.


Kesalahan Umum dalam Pemasangan Grounding

Ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam pemasangan grounding. Pertama, pemasangan batang grounding yang tidak cukup dalam. Batang grounding harus ditanam cukup dalam agar kontak dengan tanah optimal.

  1. Kedua, penggunaan bahan grounding yang tidak sesuai, seperti kabel yang tidak tahan korosi atau batang logam yang terlalu kecil.
  2. Ketiga, koneksi yang longgar antara kabel grounding dan perangkat listrik.
  3. Koneksi yang longgar bisa menyebabkan resistansi tinggi dan mengurangi efektivitas grounding.
  4. Keempat, tidak melakukan pengujian resistansi setelah pemasangan.
Pengujian ini penting untuk memastikan grounding berfungsi dengan baik. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, instalasi grounding bisa lebih aman dan efektif.


Baca juga: Mengetahui Perbedaan Grounding dan Earthing


Kesimpulan

Grounding adalah komponen kritis dalam instalasi listrik yang tidak boleh diabaikan. Dengan memastikan sistem grounding yang tepat, kita dapat melindungi diri dari bahaya sengatan listrik, melindungi peralatan listrik, dan menjaga stabilitas sistem listrik secara keseluruhan.

Penting untuk melakukan instalasi grounding dengan benar dan melakukan pemeriksaan serta pemeliharaan rutin untuk memastikan keandalan dan keselamatan sistem listrik Anda. Jika ada pertannyaan, silahkan tinggalkan di komentar ya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url