Perbedaan PLC dan Mikrokontroler: Cari Tahu Disini!

PLC dan Mikrokontroler

Halo sobat kelas teknisi yang mencari pembahasan mengeni Perbedaan PLC dan Mikrokontroler. Disini kami merangkum perbedaan, keuntungan, kelebihan dari  PLC dan juga Mikrokontroler, nah teman-teman bisa menyimak dari pembahasan yang kami berikan berikut ini.


Mikrokontroler adalah single chip computer yang memiliki kemampuan untuk diprogram dan digunakan untuk tugas-tugas yang berorientasi kontrol. contoh pengggunaannya pada mesin cuci, AC, mobil, Kulkas ,robot dll. Mikrokontroler digunakan di semua jenis perangkat sehari-hari terutama dalam aplikasi di mana hanya tugas berulang tertentu yang perlu dilakukan. 


Mikrokontroler biasanya telanjang dan tidak dapat digunakan sebagai perangkat mandiri tanpa koneksi yang diperlukan. Tidak seperti PLC, mikrokontroler tidak memiliki antarmuka seperti tampilan, dan sakelar bawaan karena biasanya hanya memiliki GPIO yang dapat dihubungkan dengan komponen ini. Selengkapnya mengenai Mikrokontroler (klik disini)


 Programmable logic controller (PLC) adalah komputer khusus digunakan  untuk mengontrol proses (otomatisasi) di industri. PLC pada awalnya dikembangkan untuk menggantikan relai, urutan dan timer yang digunakan dalam proses manufaktur oleh industri otomasi, tetapi hari ini PLC telah diskalakan dan digunakan oleh semua jenis proses manufaktur termasuk jalur berbasis robot. Saat ini, mungkin tidak ada satu pun pabrik di dunia yang tidak memiliki mesin atau peralatan yang berjalan pada PLC. Selengkapnya mengenai PLC (klik disini)

Adapun perbedaan PLC dan Mikrokontroler adalah sebagai berikut:

PLC

  • PLC adalah sebuah sistem elektronik.

  • PLC digunakan hanya untuk tujuan pengendalian & switching.
  • PLC memiliki software khusus yang diprogram di dalamnya (firmware) untuk memahami tangga pemrograman yang merupakan bahasa utama di PLC.
  • PLC memiliki sebuah bus untuk menghubungkan modul yang berbeda.

Mikrokontroler

  • Mikrokontroler adalah sebuah komponen individu.
  • Mikrokontroler memiliki bahasa pemrograman sendiri.
  • Mikrokontroler memiliki keragaman aplikasi.
  • Mikrokontroler mempunyai fitur yang berbeda built-in.


Kinerja, daya tahan dan kehandalan

Di sinilah PLC paling menonjol. Seperti disebutkan sebelumnya, PLC dirancang untuk digunakan di lingkungan industri dan oleh karena itu dikeraskan untuk menahan beberapa kondisi keras yang terkait dengan lingkungan tersebut, seperti suhu ekstrim, kebisingan listrik, penanganan yang kasar, dan getaran yang kuat.

PLC juga merupakan contoh yang baik dari sistem operasi real-time karena dapat menghasilkan keluaran dalam waktu yang sangat singkat setelah mengevaluasi masukan. Ini sangat penting dalam sistem industri karena waktu adalah bagian besar dari proses pabrik/produksi.

Namun, mikrokontroler kurang tahan lama. Mikrokontroler tidak secara inheren dirancang untuk berfungsi sebagai perangkat yang berdiri sendiri seperti PLC. Mikrokontroler dirancang untuk disematkan ke dalam sistem. Ini menjelaskan penampilan yang kurang kuat dibandingkan dengan PLC. Karena itu, mikrokontroler dapat gagal dalam skenario tertentu karena chipnya rapuh dan mudah rusak

.

Keuntungan dan kelemahan PLC

Berikut ini keuntungan dan kelemahan PLC:

Keuntungan PLC:

  • Pemrograman PLC Lebih gampang dari pada Mikrokontroller.
  • Memori pemrograman PLC lebih banyak dari pada Mikrokontroller.
  • Output/Com Bisa langsung terhubung dengan Peralatan listrik AC (beban arus kecil).
  • PLC biasa diterapkan pada mesin-mesin listrik industri.

Kelemahan PLC:

  • Harga yang relatif sangat mahal bila dibandingkan dengan harga Mikrokontroler.
  • Kurang fleksibel atau terlalu kaku dalam artian tidak selincah Mikrokontroler.
  • Lebih cenderung dekat dengan peralatan analog.
  • Sumber tegangan input lebih besar dibandingkan dengan Mikrokontroler.

Kelebihan dan kelemahan Mikrokontroler

Berikut ini merupakan kelebihan dan kelemahan mikrokontroler:

Kelebihan Mikrokontroler:

  • Harga yang sangat murah dan terjangkau.
  • Disipasi energi yang kecil, bila dipakai terus-menerus.
  • Sumber tegangan kecil +- 5 VDC.
  • Masing-masing port bisa digunakan sebagai port input maupun port output pada port yang sama.
  • Lebih dekat kepada peralatan digital.
  • Mempunyai fasilitas compare/ perbandingan.

Kelemahan Mikrokontroler:

  • Pemrograman yang lebih sulit.
  • Memori lebih sedikit.
  • Diperlukan interface/ antar muka tambahan bila dihubungkan dengan peralatan listrik.

Mengganti PLC dengan mikrokontroler dalam aplikasi industri


Munculnya papan mikrokontroler yang mudah digunakan telah memperluas kemungkinan penggunaan mikrokontroler, dan sekarang mikrokontroler diadaptasi untuk aplikasi spesifik di mana mikrokontroler dianggap tidak cocok, dari komputer mini do-it-yourself hingga sistem kontrol yang kompleks. 


Ini menimbulkan pertanyaan mengapa mikrokontroler tidak digunakan sebagai pengganti PLC, argumen utamanya adalah biaya PLC dibandingkan dengan mikrokontroler. Mikrokontroler memiliki banyak hal yang harus dilakukan sebelum dapat digunakan dalam aplikasi industri.


Meski jawabannya bisa ditemukan pada poin-poin yang sudah disebutkan di artikel ini, cukup menyoroti dua poin utama.


  1. Mikrokontroler tidak dirancang untuk bertahan dan menahan kondisi ekstrim seperti PLC. Ini membuatnya tidak siap untuk aplikasi industri.
  2. Sensor dan aktuator industri biasanya dirancang untuk standar IEC, yang umumnya melebihi rentang arus/tegangan dan antarmuka yang mungkin tidak kompatibel secara langsung dengan mikrokontroler, dan memerlukan beberapa jenis perangkat keras pendukung, sehingga meningkatkan biaya.


Singkatnya, masing-masing pengontrol ini dirancang untuk digunakan dalam sistem tertentu dan harus dipertimbangkan dengan hati-hati sebelum memutuskan mana yang paling cocok untuk aplikasi tertentu. Nah itu beberapa perbedaan PLC dan Mikrokontroler. Jangan lupa meninggalkan komentar, Semoga bermanfaat untuk kita semua.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url