Cara Cepat Menghitung Biaya Pemakaian Listrik di Rumah Anda



Cara Menghitung Biaya Pemakaian Listrik di Rumah Anda - Cara menghitung biaya listrik pemakaian perangkat atau alat elektronik. Dalam kehidupan kita sehari-hari, penggunaan perangkat elektronik tidak bisa dihindari. Sebut saja ponsel, komputer, televisi, lampu, lemari es, penanak nasi, dan banyak lagi. Semua alat atau perangkat yang disebut ini membutuhkan daya untuk berkerja. Dan tentu saja, setiap penggunaan energi listrik datang dengan biaya. 

Untuk menghitung biaya listrik yang akan diisi untuk peralatan listrik atau elektronik, kita perlu mengetahui kapasitas listrik yang diperlukan dari peralatan yang dimaksud. Secara umum, setiap perangkat listrik atau elektronik yang kita jumpai di pasaran menunjukkan tingkat energi listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan perangkat atau peralatan tersebut. 

Misalnya, komputer desktop (PC) membutuhkan 500 watt untuk beroperasi, lemari es membutuhkan sekitar 100 watt, AC membutuhkan sekitar 800 watt, sedangkan TV LCD membutuhkan sekitar 150 watt. Dari satuan “WATT” yang tertera pada label peralatan listrik, kita dapat menghitung biaya listrik yang harus kita keluarkan untuk mengoperasikan peralatan tersebut.


1. Identifikasi Kategori Tarif Listrik Anda

Langkah pertama dalam menghitung biaya listrik adalah dengan mengidentifikasi kategori tarif listrik di rumah Anda. Di Indonesia, terdapat beberapa kategori tarif listrik berdasarkan batas daya, seperti 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas.


Perbedaan batas daya ini akan berpengaruh pada kategori tarif dasar listrik yang berbeda pula. Sebagai contoh, untuk listrik dengan daya 900 VA, tarif dasar yang harus dibayar adalah Rp 1.352 per kWh. Sedangkan untuk kategori daya 1.300 VA hingga 5.600 VA ke atas, tarif dasar yang dikenakan adalah Rp 1.467,28 per kWh.


Dengan mengetahui kategori tarif listrik Anda, Anda akan lebih mudah dalam menghitung biaya listrik bulanan.


2. Lakukan Pengecekan dan Pencatatan pada Semua Perangkat Listrik

Langkah kedua adalah dengan melakukan pengecekan dan pencatatan semua perangkat di rumah yang menggunakan listrik. Contohnya, di rumah Anda terdapat berbagai perangkat seperti:


  • 1 buah mesin cuci dengan daya 300 watt.
  • 1 buah kulkas dengan daya 300 watt.
  • 1 buah setrika dengan daya 250 watt.
  • 1 buah TV dengan daya 75 watt.
  • 1 buah AC dengan daya 800 watt.
  • 1 buah vacuum cleaner dengan daya 450 watt.
  • 10 lampu masing-masing dengan daya 20 watt.

3. Melakukan Estimasi Penggunaan Perangkat Listrik

Penghitungan estimasi ini dilakukan berdasarkan perkiraan lamanya penggunaan perangkat listrik tiap harinya. Berikut adalah contoh estimasi penggunaan listrik dari data di atas:


  • Mesin cuci dengan daya 300 watt, digunakan rata-rata satu jam per hari, sehingga total penggunaan 300 watt.
  • Kulkas dengan daya 300 watt, biasanya menyala selama 24 jam. Maka estimasinya 300 x 24 = 7.200 watt.
  • Setrika dengan daya 250 watt, digunakan rata-rata satu jam per hari, sehingga total penggunaannya 250 watt.
  • TV dengan daya 75 watt, digunakan selama 5 jam per hari. Maka estimasinya 75 x 5 = 375 watt.
  • AC dengan daya 800 watt, digunakan rata-rata 10 jam per hari, maka estimasi penggunaan dayanya menjadi 800 x 10 = 8.000 watt.
  • Vacuum cleaner dengan daya 450 watt, digunakan rata-rata satu jam per hari, sehingga total penggunaannya 450 watt.
  • 10 lampu masing-masing dengan daya 20 watt yang menyala selama 12 jam. Maka estimasi penggunaan total dayanya adalah 10 x 20 x 12 = 2.400 watt.

Perhitungan estimasi penggunaan daya listrik ini tentunya bisa berbeda tergantung pada pola penggunaan di rumah Anda. Jika ada perangkat yang tidak digunakan setiap hari, Anda bisa menghitung rata-ratanya terlebih dahulu sebelum menghitung estimasi penggunaan harian. 


4. Menghitung Biaya Pemakaian Listrik Rumah


Berikut ini contoh cara menghitung pemakaian listrik dirumah kita.

Contoh 1

Sebagai contoh yang kita ambil disini yakni Air Conditioner (AC). AC telah banyak digunakan di kalangan masyarakan yang mana fungsinya sebagai pendingin ruangan, nah penggunaan AC tentu juga menambah biaya listrik kita. AC sendiri memerlukan daya listrik sebesar 800 watt agar kita dapat mengoperasikannya. Lalu berapakah biaya listrik yang kita keluarkan untuk penggunaanya per jam untuk kita bayarkan ke PLN?

Berikut perhitungannya:

Konsumsi Daya listrik AC: 800 watt
Tarif listrik/ kWh (per jam): 1.058,92
Berapa biaya listrik per jam?

Biaya listrik per jam = tarif / kwh x watt
Biaya listrik per jam = Rp. 1.058,92 / kwh x 0,8 kW
Hasil biaya listrik AC per jam = Rp. 847,136

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, biaya yang akan kita bayarkan ke PLN untuk penggunaan  AC tersebut adalah sekitar Rp. 847,136 per jamnya. Bila AC kita menyala selama 12 jam, maka total biaya yang akan kita keluarkan Rp 847,136 x 12 jam = 10. 165,632 atau dalam sebulan biaya yang kita bayarkan adalah sekitar 304.968,96.

Contoh 2

Contohnya: TV 21 inch dengan daya 100 watt yang dinyalakan selama 6 jam/hari

Pemakaian listrik:
= watt x jam x hari
= 100 watt x 6 jam (hour) x 30 hari
= 18.000 watt hour
= 18 kwh (kilo watt hour)

Biaya yang harus dibayar per bulan untuk 1 TV 21 inch = Pemakaian Listrik x Tarif

Dari www.pln.co.id, tarif dasar listrik per 2018:
  • Golongan R1 (1.300 – 2.200 VA) = 18 kwh x Rp 1.467,28 per 1 kwh* = Rp 26.411,04
  • Golongan R2 (3.500 – 5.500 VA) = 18 kwh x Rp 1.467,2 per 1 kwh* = Rp 26.411,04
  • Golongan R3 (> 6.600 VA) = 18 kwh x Rp 1.467,28 per 1 kwh* = Rp 26.411,04

Catatan: tarif listrik dapat berubah sewaktu-waktu sesuai tarif PLN, teman-teman bisa cek tarifnya di webside PLN ya.



Sekian cara menghitung biaya pemakaian perangkat elektronik yang ada dirumah kita, semoga bermanfaat.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url