Automatic Voltage Regulator (AVR): Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Bagian-Bagian

Mengenal Automatic Voltage Regulator (AVR) - Pada artikel ini akan menjelaskan tentang Automatic Voltage Regulato (AVR) mulai dari pengertian, fungsi dan prinsip kerjanya.Yuk disimak pembahasan berikut ini.



Pengertian Automatic Voltage Regulator (AVR)

Salah satu alat yang sangat penting dalam suatu sistem eksitasi adalah pengatur tegangan yang bekerja secara otomatis (Automatic Voltage Regulator). AVR ini berfungsi untuk meregulasi tegangan keluaran  generator agar sesuai dengan tegangan referensi generator.


AVR (Automatic Voltage Regulator) adalah sebuah sistem kelistrikan yang berfungsi untuk menjaga agar tegangan generator tetap konstan dengan kata lain generator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh pada perubahan beban yang selalu berubah-ubah,karena beban sangat mempengaruhi tegangan output generator.

Baca juga: Cara Memasang Stabilizer Listrik dan Perawatannya


Sistem AVR pada pembangkit sangat penting peranannya, karena sebuah generator tidak akan menghasilkan listrik jika didalamnya sistem tidak terdapat AVR.

Prinsip Kerja Automatic Voltage Regulator


Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan (excitacy) pada exciter. Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal tegangan generator, maka AVR akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada exciter.

Dan juga sebaliknya apabila tegangan output generator melebihi tegangan nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada exciter. Dengan demikian apabila terjadi perubahan tegangan output generator akan dapat distabilkan oleh AVR secara otomatis karena dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang digunakan untuk pembatasan penguat minimum ataupun maximum yang bekerja secara otomatis.

Disamping sebagai pengatur tegangan rangkaian AVR juga dilengkapi alat pengontrol untuk menjamin keandalan dari generator. AVR dihubungkan dengan belitan stator generator utama melalui isolating transformer yang berfungsi mengontrol daya yang disuplai pada stator exciter dan sampai pada belitan rotor generator utama untuk menjaga tegangan keluaran pada batas yang ditetapkan.

Diagram Kerja AVR
Gambar Diagram Kerja AVR


Bagian-bagian Automatic Voltage Regulator

1. Rectifier


Rectifier atau penyearah merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk menyearahkan arus listrik bolak-balik (alternating current) menjadi searah (direct current).

2. Step Down Transfromer


Step down transformer atau transformator penurun tegangan adalah komponen yang berfungsi menurunkan tegangan pada sisi primer sehingga tegangan yang keluar dari sisi sekunder transformator lebih rendah dari primer transformator.

3. Sensing unit


Sensing unit atau unit sensor merupakan komponen yang penting didalam sebuah AVR.  Sensing unit di buat dengan memanfaatkan komponen elektronika sebagai sensornya. Sensing unit akan memberikan nilai atau sinyal kepada unit kontrol atau komparator ketika terjadi penurunan atau kenaikan tegangan.

4. Comparator circuit


Comparator circuit umumnya di desain menggunakan integrated circuit (IC) sebagai kontrolnya seperti LM 324. Komparator berfungsi untuk menerima dan mengontrol nilai atau sinyal yang diberikan oleh beberapa komponen yang lain seperti variabel resistor, dioda zener, kapasitor, transistor, dan lain sebagainya. Komparator memiliki tugas untuk menentukan perlu atau tidaknya perbaikan tegangan pada tegangan keluaran generator

5. Relay Circuit


Komponen ini berfungsi sebagai switch atau saklar dengan kontrol melalui komparator.


Fungsi AVR

Fungsi AVR (Automatic Voltage Regulator) sebagai berikut. 

  • Untuk mengatur keluaran tegangan generator
  • Untuk mengatur arus eksitasi
  • Untuk mengatur volt/Hertz



Demikianlah pembahasan singkat tentang Automatic Voltage Regulato (AVR). Kami telah menerangkan mulai dari pengertian, fungsi, dan cara kerja dari AVR yang bisa membantu Anda memahami alat tersebut.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url