COS Motorized: Fungsi, Cara Kerja, Wiring, dan Instalasi

Daftar Isi

Dalam panel listrik yang menggunakan dua sumber tenaga, seperti PLN dan genset, pemilihan perangkat pemindah sumber tidak boleh dilakukan asal-asalan. Salah satu perangkat yang sering digunakan adalah COS motorized atau motorized changeover switch.

COS motorized atau motorized changeover switch

Perangkat ini memungkinkan perpindahan posisi kontak melalui penggerak motor listrik, sehingga proses pemindahan sumber dapat dikendalikan dari rangkaian kontrol atau sistem ATS/AMF yang sesuai. Namun, pemasangan COS bukan hanya soal menghubungkan kabel kontrol. Terminal daya, busbar, pengencangan baut, dan konfigurasi kontrol juga harus diperhatikan.

Nah, pada artikel ini kita akan membahas apa itu COS motorized, fungsi changeover switch, cara kerja posisi I-0-II, prinsip wiring untuk panel ATS/AMF, hingga hal-hal penting saat memasang perangkat ini di lapangan.

Apa Itu COS Motorized?

COS motorized adalah changeover switch yang menggunakan mekanisme penggerak bermotor untuk memindahkan posisi kontak. COS merupakan singkatan dari Changeover Switch, yaitu sakelar pemindah hubungan listrik dari satu sumber atau jalur ke sumber atau jalur lainnya sesuai desain perangkat.

Pada instalasi yang menggunakan PLN dan genset, changeover switch dapat digunakan untuk memilih sumber yang menyuplai beban. Ketika menggunakan tipe motorized, perpindahan posisi dapat diperintahkan melalui terminal kontrol, perangkat kendali jarak jauh, atau pengontrol ATS/AMF yang kompatibel.

Berbeda dengan changeover switch manual yang dioperasikan langsung menggunakan tuas, COS motorized menggunakan penggerak listrik untuk menjalankan mekanisme pemindah kontak. Hal ini memudahkan pengendalian dari panel dan mendukung sistem perpindahan sumber secara otomatis apabila dipadukan dengan kontrol yang tepat.

Catatan teknisi: COS motorized tidak selalu otomatis mendeteksi listrik PLN padam dengan sendirinya. Kemampuan mendeteksi kegagalan sumber, memberikan perintah start genset, dan mengatur perpindahan sumber bergantung pada konfigurasi perangkat serta sistem kontrol yang digunakan.

Fungsi Changeover Switch pada Panel Listrik

Fungsi utama changeover switch adalah memindahkan hubungan beban di antara sumber atau jalur listrik yang telah ditentukan. Pada panel yang menggunakan PLN dan genset, perangkat ini menjadi bagian penting dalam sistem pemindahan sumber tenaga.

Berikut beberapa fungsi COS motorized dalam sistem kelistrikan:

  • Memilih sumber listrik: Menghubungkan beban ke sumber pertama atau sumber kedua sesuai posisi switch.
  • Mendukung sistem ATS/AMF: Menerima perintah perpindahan dari kontrol otomatis yang sesuai.
  • Mendukung pengoperasian jarak jauh: Posisi switch dapat dikendalikan melalui rangkaian kontrol, sesuai kemampuan modelnya.
  • Memberikan status posisi: Kontak bantu tertentu dapat digunakan untuk memberikan indikasi posisi switch kepada lampu indikator atau sistem kontrol.
  • Membantu pemindahan sumber secara terkendali: Perpindahan dilakukan melalui mekanisme dan interlock yang dirancang pada perangkat.

Perlu diingat, kemampuan COS dalam mengalihkan sumber tidak otomatis menjamin kontinuitas listrik tanpa jeda. Pada changeover switch dengan perpindahan terbuka, sumber pertama diputus sebelum sumber kedua dihubungkan. Beban yang tidak boleh mengalami jeda mungkin membutuhkan UPS atau sistem pendukung lain.

Perbedaan Changeover Switch Manual, Motorized, dan ATS/AMF

Perangkat Prinsip kerja Penggunaan
Changeover switch manual Posisi kontak dipindahkan langsung oleh operator. Pemilihan sumber listrik secara manual.
COS motorized Posisi kontak dipindahkan menggunakan penggerak bermotor yang menerima perintah kontrol. Pemindahan sumber dari panel atau sistem kendali.
ATS/AMF controller Memantau kondisi sumber dan mengatur perintah perpindahan serta operasi genset sesuai konfigurasi. Otomatisasi perpindahan sumber PLN dan genset.

Dalam sistem yang lengkap, COS motorized berfungsi sebagai perangkat pemindah sumber, sedangkan kontrol ATS/AMF mengatur urutan operasinya. Rangkaian tersebut harus dirancang agar perintah perpindahan hanya diberikan ketika kondisi sumber dan perangkat memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Mengenal Posisi COS Motorized: I, 0, dan II

Banyak changeover switch menggunakan tiga posisi utama, yaitu I, 0, dan II. Arti sumber pada setiap posisi harus ditentukan berdasarkan diagram pengawatan dan rancangan panel.

Posisi Arti umum Contoh pada panel PLN-genset
I Sumber pertama terhubung ke beban. PLN, jika ditetapkan sebagai sumber I.
0 Posisi netral atau off pada mekanisme switch. Kedua sumber tidak menyuplai beban melalui jalur kontak switch tersebut.
II Sumber kedua terhubung ke beban. Genset, jika ditetapkan sebagai sumber II.

Contohnya, ketika posisi I dipakai untuk PLN, posisi II dapat digunakan untuk genset. Saat switch berpindah ke posisi 0, jalur kontak berada pada posisi off sesuai desain perangkat. Penetapan sumber I dan II tidak boleh hanya berdasarkan asumsi; periksa label terminal serta diagram pabrikan.

Pada changeover switch yang dirancang untuk perpindahan terbuka, hubungan sumber pertama diputus sebelum hubungan dengan sumber kedua dibuat. Mekanisme interlock membantu mencegah kedua sumber terhubung bersamaan. Jangan menganggap semua switch memiliki kemampuan paralel atau perpindahan tertutup. Kemampuan tersebut hanya boleh digunakan jika perangkat dan sistemnya memang dirancang untuk itu.

Bagaimana Cara Kerja COS Motorized?

1. Perangkat Menerima Suplai Penggerak

Motor penggerak membutuhkan suplai sesuai tegangan dan spesifikasi perangkat. Rangkaian suplai ini harus mengikuti diagram pabrikan, termasuk jenis proteksi, penampang penghantar, dan terminal yang digunakan.

Suplai motor penggerak tidak boleh disamakan begitu saja dengan terminal perintah kontrol. Pada sejumlah model, rangkaian motor, masukan kontrol, dan kontak bantu mempunyai fungsi yang berbeda.

2. Rangkaian Kontrol Memberikan Perintah

Setelah suplai tersedia, COS motorized menerima perintah untuk berpindah ke posisi I, 0, atau II sesuai kemampuan modelnya. Perintah tersebut dapat berasal dari tombol manual, selector, relay perantara, atau keluaran controller ATS/AMF yang kompatibel.

Jenis masukan kontrol juga harus diperiksa. Ada perangkat yang menggunakan perintah sesaat, ada yang mempunyai logika enable, dan ada yang memerlukan pola sinyal tertentu. Jangan langsung menghubungkan keluaran controller sebelum memastikan kompatibilitasnya.

3. Mekanisme Memindahkan Kontak Utama

Setelah menerima perintah yang valid, penggerak menjalankan mekanisme pemindah kontak ke posisi yang diminta. Pada sistem PLN-genset, proses ini harus mengikuti urutan transfer yang aman dan mekanisme interlock perangkat.

4. Kontak Bantu Memberikan Informasi Posisi

Beberapa COS motorized menyediakan kontak bantu untuk memberikan informasi posisi switch atau status tertentu. Kontak ini dapat digunakan sebagai masukan controller atau untuk menyalakan lampu indikator posisi I, 0, dan II.

Pastikan arti setiap kontak bantu sesuai diagram produk. Status switch available, misalnya, tidak selalu sama dengan informasi bahwa sumber PLN tersedia atau genset siap menyuplai beban.

Wiring COS Motorized untuk Panel ATS/AMF

Wiring COS motorized pada panel ATS/AMF terdiri dari rangkaian daya dan rangkaian kontrol. Keduanya mempunyai fungsi berbeda sehingga tidak boleh dicampur hanya berdasarkan warna kabel atau perkiraan nomor terminal.

1. Rangkaian Daya Utama

Rangkaian daya menghubungkan sumber listrik dan beban melalui terminal utama changeover switch. Pada contoh sistem PLN-genset, kedua sumber masuk ke terminal sumber yang ditetapkan oleh pabrikan, sedangkan keluaran switch menuju beban.

Hal yang perlu diperiksa pada rangkaian daya antara lain:

  • Kapasitas arus nominal switch sesuai dengan kebutuhan beban dan kondisi pemasangan.
  • Jumlah kutub serta konfigurasi netral sesuai desain sistem pembumian dan instalasi.
  • Ukuran kabel atau busbar sesuai arus, temperatur, dan ketentuan instalasi.
  • Koordinasi perangkat proteksi terhadap arus lebih dan arus hubung singkat.
  • Urutan fasa serta identifikasi sumber PLN, genset, dan keluaran beban benar.
  • Terminal, lug kabel, dan busbar terpasang dengan kuat tanpa memberikan beban mekanis berlebihan pada kontak bergerak.

2. Rangkaian Suplai Motor Penggerak

Motor penggerak COS harus mendapatkan suplai yang sesuai dengan label perangkat. Pada contoh instalasi dalam referensi, suplai penggerak dilengkapi perangkat pemutus atau proteksi sebelum dihubungkan ke terminal yang ditentukan.

Gunakan diagram pabrikan untuk menentukan sumber suplai, terminal fasa dan netral jika diperlukan, serta jenis proteksi yang tepat. Jangan menyalin susunan MCB atau sambungan netral dari panel lain tanpa memeriksa rancangan dan ketentuan yang berlaku.

3. Rangkaian Kontrol Enable dan Off

Pada beberapa model, fungsi enable control digunakan untuk mengizinkan atau mengaktifkan pengoperasian melalui kontrol eksternal. Terminal off atau perintah posisi 0 mempunyai fungsi tersendiri sesuai logika perangkat.

Dalam rancangan panel, fungsi ini dapat dihubungkan ke selector, tombol, relay, atau controller jika sesuai spesifikasi. Namun, jangan menganggap terminal enable dan off pada setiap merek mempunyai logika yang sama. Periksa apakah masukan membutuhkan kontak kering, tegangan kontrol, sinyal sesaat, atau konfigurasi tertentu.

4. Rangkaian Perintah Posisi I, 0, dan II

Perintah posisi digunakan untuk meminta COS berpindah ke sumber pertama, posisi off, atau sumber kedua. Dalam pengoperasian manual, perintah dapat berasal dari tombol yang sesuai. Dalam mode otomatis, perintah dapat berasal dari controller ATS/AMF.

Untuk memudahkan pemeriksaan, fungsi rangkaian kontrol dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Bagian rangkaian Fungsi Hal yang perlu diperiksa
Enable control Mengizinkan operasi melalui kontrol sesuai desain perangkat. Logika enable dan terminal common pada manual.
Perintah posisi I Meminta switch menuju sumber pertama. Jenis masukan dan urutan perintah.
Perintah posisi 0 Meminta switch menuju posisi off jika didukung. Fungsi terminal off atau posisi 0.
Perintah posisi II Meminta switch menuju sumber kedua. Jenis sinyal serta interlock transfer.
Kontak bantu Memberikan umpan balik posisi atau status switch. Rating kontak dan arti status pada diagram.
Penting soal nomor pin: Referensi wiring yang menjadi dasar artikel menyebut terminal kontrol dengan nomor tertentu, termasuk nomor untuk enable control, common, dan perintah posisi. Nomor tersebut tidak boleh dianggap berlaku untuk semua COS motorized, termasuk produk Socomec atau merek lain. Gunakan diagram terminal yang sesuai dengan kode model perangkat yang benar-benar dipasang.

Cara Membuat Mode Manual dan Auto pada COS Motorized

wiring COS motorized atau motorized changeover switch


Pada panel ATS/AMF, mode manual dan otomatis digunakan untuk menentukan siapa yang memberikan perintah pemindahan sumber. Pengaturan ini harus dirancang supaya perintah dari dua jalur kontrol tidak saling bertentangan.

Mode Manual

Pada mode manual, operator memberikan perintah melalui tombol atau selector yang tersedia di panel. Tombol dapat disediakan untuk posisi I, 0, dan II apabila perangkat mendukung metode tersebut.

Dalam desain kontrol, selector manual/auto mengarahkan jalur perintah ke sumber kontrol yang sesuai. Saat mode manual dipilih, jalur perintah otomatis harus dinonaktifkan atau diisolasi sesuai desain sehingga tidak mengirimkan perintah bersamaan.

Mode Auto

Pada mode auto, perintah perpindahan berasal dari controller ATS/AMF atau sistem kontrol lain yang kompatibel. Controller memantau kondisi sumber sesuai sensor dan pengaturannya, lalu mengirimkan perintah ketika syarat perpindahan terpenuhi.

Jika sistem dilengkapi AMF, pengendali juga dapat mengatur proses start dan stop genset sesuai urutan yang telah diprogram. Namun, urutan pastinya bergantung pada jenis controller, karakteristik genset, dan rancangan sistem.

Fungsi Tombol Off dan Emergency Stop

Tombol off dapat digunakan untuk meminta switch menuju posisi 0 jika perangkat mendukung fungsi tersebut. Akan tetapi, tombol off biasa tidak otomatis memiliki fungsi keselamatan yang setara dengan emergency stop.

Jika diperlukan emergency stop, rangkaian harus dirancang berdasarkan analisis risiko dan petunjuk pabrikan. Jangan hanya mengandalkan masukan off pada COS tanpa memastikan apa yang benar-benar dihentikan atau diputus oleh rangkaian tersebut.

Prinsip penting: Selector manual/auto, tombol posisi, relay perantara, dan controller ATS/AMF harus dirancang agar tidak menghasilkan perintah yang saling bertentangan. Jangan menggabungkan jalur kontrol secara sembarangan.

Fungsi Lampu Indikator COS Motorized

Lampu indikator membantu teknisi mengetahui posisi switch dan status yang tersedia pada sistem kontrol. Dalam referensi wiring, indikator dibagi untuk posisi I, posisi 0, posisi II, serta status available.

  • Indikator posisi I: Menunjukkan posisi I apabila dihubungkan ke kontak bantu yang sesuai.
  • Indikator posisi 0: Menunjukkan posisi off sesuai umpan balik perangkat.
  • Indikator posisi II: Menunjukkan posisi II apabila kontak bantu mengonfirmasi posisi tersebut.
  • Indikator available: Menunjukkan status yang didefinisikan oleh perangkat atau rangkaian kontrol.

Gunakan kontak bantu yang memang diperuntukkan bagi indikasi. Jangan mengambil sinyal lampu hanya dari perintah tombol, karena perintah yang dikirim belum tentu berarti mekanisme sudah berhasil berpindah. Jika memungkinkan, indikasi posisi sebaiknya berdasarkan umpan balik posisi aktual dari perangkat.

Tips Instalasi COS Motorized agar Kontak Utama Tidak Rusak

Selain wiring kontrol, pemasangan terminal daya merupakan bagian yang sangat penting, terutama pada changeover switch berkapasitas arus besar. Kabel berpenampang besar dan busbar yang berat dapat memberikan gaya mekanis pada terminal jika tata letaknya tidak direncanakan dengan baik.

1. Rencanakan Jalur Kabel Sebelum Pemasangan

Perencanaan jalur kabel sebaiknya dilakukan sebelum switch dipasang di dalam panel. Perhatikan ruang untuk kabel, radius tekuk, posisi lug, akses alat untuk mengencangkan baut, serta ruang untuk pemeriksaan dan pemeliharaan.

Jika kabel dipaksa menekuk terlalu tajam atau memiliki tekanan mekanis berlebihan, gaya tersebut dapat diteruskan ke terminal utama. Karena itu, jangan hanya mengejar jalur kabel yang terlihat rapi; pastikan terminal dan kontak bergerak tidak menerima beban yang tidak semestinya.

2. Gunakan Busbar dan Penyangga yang Sesuai

Pada instalasi berarus besar, busbar yang dirancang dengan benar dapat membantu menyusun koneksi daya dan mengurangi tekanan mekanis langsung dari kabel pada terminal switch. Dimensi busbar, ketebalan, posisi lubang, penyangga, dan jarak isolasi harus mengikuti desain panel serta persyaratan perangkat.

Dalam contoh praktik lapangan pada referensi, busbar di sisi tertentu dibuat berbeda panjang agar akses alat untuk pengencangan lebih mudah. Penataan seperti ini bukan aturan universal. Ukuran dan bentuk busbar tetap harus ditentukan berdasarkan kebutuhan listrik, ruang pemasangan, serta petunjuk pabrikan.

3. Cegah Kontak Bergerak Ikut Bergeser Saat Baut Dikencangkan

Salah satu risiko ketika memasang kabel atau busbar langsung ke terminal utama adalah bagian kontak dapat menerima gaya mekanis saat baut dikencangkan, terutama jika pengawatan tidak tertopang dengan baik atau prosedur pemasangannya tidak sesuai.

Jika posisi kontak berubah atau sambungan menjadi tidak rata, kondisi tersebut dapat menimbulkan sambungan yang kurang baik. Sambungan berhambatan tinggi berpotensi menghasilkan panas berlebih, mempercepat kerusakan kontak, dan meningkatkan risiko gangguan pada panel.

Untuk mengurangi risiko ini, ikuti urutan pemasangan yang ditentukan pabrikan, gunakan alat yang sesuai, dan pastikan kabel atau busbar tertopang secara mekanis. Jangan menahan atau mengunci bagian kontak dengan cara yang tidak diizinkan oleh desain perangkat.

4. Gunakan Isolator dengan Spesifikasi yang Tepat

Dalam referensi praktik lapangan, lembaran ebonit atau pertinax disebut sebagai bahan isolator tambahan untuk membantu menopang dan menguatkan susunan busbar. Namun, penggunaan material tersebut tidak otomatis sesuai untuk semua panel.

Isolator atau penyangga harus memiliki karakteristik listrik, mekanis, dan termal yang sesuai. Pemasangannya tidak boleh mengurangi jarak bebas listrik, jarak rambat, pendinginan, atau mengganggu mekanisme gerak switch. Gunakan komponen penyangga yang sesuai dengan desain panel dan persetujuan pabrikan.

5. Kencangkan Baut Sesuai Torsi Pabrikan

Mengencangkan baut sekuat mungkin bukan berarti pemasangan menjadi lebih aman. Baut yang terlalu kencang dapat merusak ulir, terminal, atau komponen kontak. Sebaliknya, baut yang kurang kencang dapat menyebabkan sambungan memiliki resistansi tinggi dan mengalami pemanasan.

Gunakan nilai torsi yang tercantum dalam manual atau dokumentasi produk. Untuk sambungan daya, gunakan alat pengencang yang sesuai dan lakukan pemeriksaan sesuai prosedur kerja panel.

6. Perhatikan Kapasitas Arus dan Karakteristik Beban

Rating arus nominal COS tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan. Periksa juga tegangan kerja, jumlah kutub, karakteristik beban, kemampuan menahan dan menyambung arus gangguan sesuai spesifikasi, serta koordinasi proteksinya.

Untuk panel ATS/AMF yang menyuplai motor, pompa, kompresor, atau beban induktif lainnya, karakteristik arus awal dan kondisi perpindahan sumber perlu diperhitungkan. Pemilihan perangkat harus sesuai dengan kebutuhan sistem, bukan hanya berdasarkan angka ampere yang tercetak pada produk.

Checklist Sebelum COS Motorized Dioperasikan

  1. Periksa tipe, kapasitas, tegangan kontrol, dan diagram terminal COS motorized.
  2. Pastikan terminal sumber, keluaran beban, urutan fasa, dan konfigurasi netral sesuai desain.
  3. Periksa pengawatan motor penggerak, kontrol, kontak bantu, dan proteksi.
  4. Pastikan kabel, lug, busbar, dan penyangga tidak memberikan tekanan berlebihan pada kontak utama.
  5. Periksa kekencangan sambungan sesuai torsi pabrikan.
  6. Uji selector manual/auto dan perintah posisi sesuai prosedur commissioning.
  7. Pastikan indikator mencerminkan umpan balik posisi yang benar.
  8. Verifikasi interlock dan urutan transfer agar sumber tidak terhubung secara bersamaan pada sistem yang tidak dirancang untuk paralel.
  9. Lakukan pengujian akhir oleh personel kompeten sesuai prosedur keselamatan dan dokumentasi perangkat.


Peringatan keselamatan: Instalasi COS motorized pada panel daya dapat melibatkan tegangan berbahaya dan arus hubung singkat yang sangat besar. Isolasi seluruh sumber yang relevan, lakukan penguncian agar tidak diaktifkan kembali, dan verifikasi bebas tegangan sebelum bekerja. Pengujian bertegangan hanya boleh dilakukan oleh personel kompeten dengan prosedur serta perlindungan yang sesuai.

Kesimpulan

COS motorized dan changeover switch merupakan bagian penting dalam sistem pemindahan sumber listrik, khususnya pada panel yang menggunakan PLN dan genset. Perangkat ini dapat bekerja dengan perintah manual maupun dari sistem kontrol otomatis yang kompatibel, bergantung pada desain dan fitur produknya.

Dalam wiring ATS/AMF, perhatian tidak cukup hanya pada perintah posisi I, 0, dan II. Suplai motor penggerak, terminal kontrol, kontak bantu, selector manual/auto, indikator, serta interlock juga harus dirancang dan diuji dengan benar.

Dari sisi instalasi daya, perencanaan jalur kabel, penggunaan busbar dan penyangga yang sesuai, serta pengencangan terminal berdasarkan torsi pabrikan membantu mengurangi risiko kerusakan mekanis dan sambungan panas. Jangan lupa, nomor terminal dan prosedur instalasi harus selalu merujuk pada manual model yang digunakan.

Intinya, instalasi COS motorized yang baik bukan sekadar membuat switch bisa berpindah posisi, tetapi memastikan seluruh rangkaian daya dan kontrol bekerja sesuai desain serta aman untuk dioperasikan dan dipelihara.

FAQ

1. Apa kepanjangan COS pada panel listrik?

COS adalah singkatan dari Changeover Switch, yaitu sakelar yang digunakan untuk memindahkan hubungan listrik di antara sumber atau jalur yang ditentukan.

2. Apa fungsi COS motorized pada panel ATS/AMF?

COS motorized berfungsi memindahkan hubungan sumber listrik menggunakan penggerak bermotor. Dalam sistem ATS/AMF, perangkat ini menerima perintah dari sistem kontrol yang kompatibel untuk menjalankan perpindahan sumber.

3. Apa arti posisi I, 0, dan II pada changeover switch?

Secara umum, I adalah sumber pertama, 0 adalah posisi off, dan II adalah sumber kedua. Penetapan sumber PLN atau genset harus mengikuti diagram pengawatan perangkat dan rancangan panel.

4. Apakah COS motorized bisa bekerja otomatis tanpa ATS/AMF controller?

Penggerak motor dapat menerima perintah dari rangkaian kontrol yang kompatibel, tetapi otomatisasi berdasarkan kondisi PLN dan genset membutuhkan logika pemantauan serta kontrol yang sesuai. Jangan menganggap COS motorized saja sudah menyediakan seluruh fungsi ATS/AMF.

5. Apakah nomor terminal wiring COS motorized selalu sama?

Tidak. Nomor terminal untuk suplai motor, enable control, perintah posisi, common, dan kontak bantu dapat berbeda menurut merek dan model. Selalu gunakan diagram terminal dari produk yang dipasang.

6. Mengapa busbar dan penyangga mekanis penting pada COS berarus besar?

Busbar dan penyangga yang dirancang dengan benar membantu mengatur jalur arus sekaligus mengurangi tekanan mekanis dari kabel pada terminal. Dimensi, material, torsi, dan jarak isolasi harus tetap mengikuti desain panel serta ketentuan pabrikan.

7. Apakah posisi off pada COS motorized menjamin panel aman disentuh?

Tidak. Posisi off pada switch bukan pengganti prosedur isolasi sumber dan verifikasi bebas tegangan. Sumber lain, suplai kontrol, atau energi yang tersimpan masih dapat menimbulkan bahaya jika tidak diisolasi dengan benar.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi teknis. Pengawatan, commissioning, dan pemeliharaan panel harus mengikuti dokumentasi pabrikan, standar instalasi yang berlaku, serta prosedur keselamatan kerja.

Randra Agustio Efryansah, S.T.
Randra Agustio Efryansah, S.T. Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar