Mengetahui Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi sumber energi terbarukan yang luar biasa. Dengan luas wilayah yang luas dan kondisi iklim yang cocok, negara ini memiliki banyak pilihan sumber energi terbarukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. 

Potensi yang dimiliki Indonesia seperti panas bumi, air, bioenergi, dan energi surya merupakan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Dalam artikel ini, kami akan membahas potensi energi terbarukan di Indonesia dan bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.



Permintaan energi dunia terus meningkat hingga tiga kali lipa mulai tahun 1950 dan penggunanya ditaksir telah mencapai 10.000 juta ton per tahun. Sebagian besar energi yang dihasilkan dari sumber tidak terbarukan, seperti batubara, minyak bumi, gas, dan nuklir. Diantar sumber energi tersebut, minyak bumi yang paling mengkhawatirkan akan habis.

Mengingat pasokan minyak bumi yang semakin berukurang dan bahaya dari penggunaanya, upaya mendapatkan sumber lain pengganti tersebut jatuh pada energi terbarukan yang mana energi ini dikategorikan energi ramah lingkungan.

Dilansir dari FTMM News, Indonesia mempunyai potensi energi terbarukan sangat besar. Prisma Magentoro ST,. M.Eng mengatakan potensi EBT di Indonesia telah melampaui 443 GW. Dari besarnya potensi tersebut, Ia mengungkapkan 5 energi yakni energi air, energi surya, energi limbah biomassa, energi bayu, dan pembangkit mikrohidro sangat populer dan besar potensinya untuk dimanfaatkan di Indonesia.

"Potensi energi dari surya itu paling tinggi di Indonesia, hampir 50 persen dari semua jumlah energi baru terbarukan, ini bisa jadi karna kondisi geografis Indonesia yang dekat dengan garis khatulistiwa," disampaikan Prisma Magentoro ST,. M.Eng pada Seminar Nasional FTMM UNAIR bertema Renewable Enegy Integration: Policy, Technology, and Stability Challenge (27/8/2022).

Enegi biomassa sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah pedesaan. Ini karena mudah didapakannya sumber biomassa seperti kayu, daun, sekam padi, dan jerami. Laporan dari International Energy Agency memaparkan, energi biomassa menyediakan 30% dari suplai utama di beberapa negara berkembang

Kapasitas Terpasang Energi Baru Terbarukan di Indonesia

Dari data International Renewable Energy Agency (IRENA) yang dirilis Oktober 2022 dalam laporan Indonesia Energy Transition Outlook.  Sampai 2021 kapasitas terpasang baru 10,5 GW atau setara 0,3% dari total potensi EBT. Berikut rincian potensi dan kapasitas yang terpasang energi baru terbarukan Indonesia pada 2021 menurut IRENA:

  • Energi Surya: potensinya 2.898 GW, telah terpasang 0,2 GW
  • Energi Angin Lepas Pantai (offshore wind): potensinya 589 GW, telah terpasang 0 GW
  • Energi Air: potensinya 94,6 GW, telah terpasang 6,1 GW
  • Energi Biomassa: potensinya 43,3 GW, telah terpasang 1,9 GW
  • Energi Panas Bumi: potensinya 29,5 GW, telah terpasang 2,1 GW
  • Energi Angin Daratan (onshore wind): potensinya 19,6 GW, telah terpasang 0,2 GW
  • Energi Arus/Panas Laut: potensinya 17,9 GW, telah terpasang 0 GW

IRENA dan Kelasteknisi.com mendorong Indonesia untuk melakukan pemanfaatan energi terbarukan dalam mendukung perjanjian Paris, salah satunya yakni menjaga peningkatan suhu bumi agar tidak melampaui nilai 1,5 derajat celcius.


Namun, dalam mencapai target tersebut Indonesia pelu melakukan perencanaan dan regulasi transisi energi yang baik, investasi yang besar, peningkatan infrastruktur dan teknologi. Dalam laporan IRENA, untuk mencapai tujuan 1,5 deraja celcius, Indonesia membutuhkan dana total investasi hingga US$ 2,4 trilium hingga 2050. 


Menurut Irena, sebagian besar investasi tersebut dibutuhkan transformasi pada sektor ketenagalistrikan, mulai dari penambahan kapasitas terpasang energi terbarukan, membangun penyimpanan energi dan saluran transmisi, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Indef menyebutkan Potensi Energi Terbarukan Indonesia, masih Minim Dimanfaatkan

Berly Marwardaya, Direktur Riset Institure fo Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan potensi energi terbarukan di Indonesia. Dia menghitung ratio porensi serta kapasitas energi terbarukan berdasarkan data dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Energi Outlokk 2021. 
"Saya coba hitung-hitung ratio yang tinggi itu panas bumi dengan kapasitas terpasang 2.131 megawatt (Rasio 8,3%) dan hidro atau bendungan kapasitas terpasang 4.621 megawatt (rasio 8,3%)," ujarnya dalam diskusi dari bertemakan Merdeka dari Energi Fosil yang diadakan pada 18 Agustus 2022.

Sementara itu potensi energi terbarukan masih minim dimanfaatkan yakni mikrodiro (kapasitas terpasang 411 megawaat dengan ratio 2,1%), energi surya (kapasitas terpasang 105 megawatt dengan ratio 0,05%), energi angin (kapasitas terpasang 154 megawawt dengan ratio 2,5%), dan bioenergi (kapasitas terpasang sebesar 42 megawaat dengan ratio 0,1%).

Dari keseluruhan, berly menjabarkan, potensi terbarukan yang berasal dari panas bumi dapat mencapai 25.800 MW, hidro sebesar 75.000 MW, minihidro 19.385 MW, angin 60.647 MW, surya 207.898 MW, dan bioenergi sebesar 32.654 MW. 


Kesimpulan

Energi terbarukan merupakan solusi yang penting dalam upaya mengatasi masalah energi yang berkelanjutan. Dalam artikel ini, kami telah membahas potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, seperti panas bumi, air, bioenergi, dan energi surya. Kami juga telah menjelaskan bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk sumber daya energi terbarukan. Potensi yang dimiliki Indonesia dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Hal ini sangat penting untuk menjamin masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.

Dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan pemanfaatan potensi energi terbarukan di Indonesia sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan energi yang cukup dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil yang merusak lingkungan. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menjamin masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang

Sumber referensi:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/10/25/potensi-energi-terbarukan-indonesia-baru-tergarap-03-sampai-2021
https://www.kompas.com/sains/read/2022/06/15/201359923/potensi-sumber-energi-terbarukan-di-indonesia?page=all
https://ftmm.unair.ac.id/peta-pemanfaatan-energi-baru-dan-terbarukan-di-indonesia/
https://bisnis.tempo.co/read/1624364/indef-beberkan-potensi-energi-terbarukan-di-ri-yang-masih-minim-dimanfaatkan

Next Post Previous Post
4 Comments
  • BorderTekno
    BorderTekno 21/01/23, 23.09

    Materi yang bermanfaat.
    Terima kasih banyak

    • Randra Agustio Efryansah
      Randra Agustio Efryansah 22/01/23, 23.08

      Siap, sama-sama bro

  • Tio Rian
    Tio Rian 21/01/23, 23.18

    Dari artikel ini kita jadi tahu banyak sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dalam menggantikan penggunaan energi fosil. Semoga pemerintah segera mendorong pemanfaatan energi terbarukan ini.

    • Randra Agustio Efryansah
      Randra Agustio Efryansah 22/01/23, 23.07

      Yoi, saatnya beralih ke energi terbarukan

Add Comment
comment url