Mengenal Setrika Listrik, Bagian-Bagian dan Fungsinya


Mau pergi kerja atau sekolah tapi baju belum disetrika? Wah, bisa-bisa dimarahin sama boss atau guru nih. Lebih baik disetrika dulu saja. Ngomong-ngomong tentang setrika, tahukah Anda apa saja bagian utama dari setrika listrik beserta fungsinya? Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagian-bagian utama setrika listrik dan peran pentingnya dalam proses penyetrikaan.


Mengenal Setrika Listrik


Setrika listrik merupakan perangkat umum yang digunakan di rumah tangga untuk merapikan pakaian. Prinsip kerja setrika listrik ini didasarkan pada pemanasan yang dihasilkan dari arus listrik. Ketika arus mengalir melalui kawat, kawat tersebut menjadi panas dan memancarkan panas secara merata.

Panas ini digunakan untuk menghilangkan kusut pada pakaian dengan cara mengombinasikan panas dan tekanan. Prinsip kerjanya sederhana yaitu ketika arus listrik mengalir melalui kumparan pemanas, kumparan tersebut memanas dan menghantarkan panas ke pelat dasar setrika listrik melalui konduksi.

Sebelum adanya setrika listrik, setrika uap merupakan pilihan utama untuk menghaluskan pakaian yang kusut. Namun, setrika uap sering menghadapi masalah perawatan terkait dengan penyumbatan lubang udara. Lubang ini digunakan untuk mengalirkan uap air, namun seiring waktu, mineral dari air dapat menghalangi aliran uap tersebut, mengurangi efisiensi setrika uap dan memerlukan pemeliharaan yang rutin.

Hal ini menjadi keuntungan bagi setrika listrik, yang tidak menggunakan lubang dan lebih sederhana dalam perawatannya. Setrika listrik hanya menggunakan elemen pemanas untuk menghasilkan panas tanpa mengandalkan uap, sehingga meminimalkan masalah pemeliharaan yang sering ditemui pada setrika uap.

Secara umum, terdapat dua jenis setrika listrik: otomatis dan non-otomatis. Perbedaan utama terletak pada pengaturan suhu. Setrika listrik otomatis dilengkapi dengan pengatur suhu tunggal yang dapat disesuaikan untuk berbagai jenis kain seperti katun, linen, sutra, dan lainnya. Hal ini penting karena berbagai jenis kain memerlukan suhu yang berbeda untuk hasil yang optimal.


Bagian-Bagian Setrika Listrik


Setrika listrik memiliki beberapa bagian utama yang berfungsi sesuai dengan kebutuhan dalam proses menyetrika pakaian. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagian-bagian utama setrika listrik dan fungsinya.


1. Kabel Daya

Kabel daya setrika terbuat dari serat fleksibel yang dilapisi dengan bahan isolasi kain. Hal ini membuatnya lentur dan aman dari risiko sengatan listrik. Beberapa setrika dilengkapi dengan kabel daya yang dapat diatur arahnya untuk memudahkan dalam proses penyetrikaan.


2. Elemen Pemanas

Elemen pemanas adalah bagian setrika yang menghasilkan panas saat dialiri arus listrik. Elemen ini diletakkan di antara besi pemberat dan alas setrika, dan menjadi sumber utama energi panas yang diperlukan untuk menyetrika pakaian.


3. Alas Setrika

Alas setrika adalah bagian yang langsung bersentuhan dengan kain yang akan disetrika. Biasanya terbuat dari bahan anti karat seperti aluminium, stainless steel, atau dilapisi dengan bahan anti lengket agar tidak mudah kotor dan tidak mengotori pakaian yang disetrika.


4. Lampu Indikator

Hampir semua setrika listrik dilengkapi dengan lampu indikator. Lampu ini digunakan untuk menunjukkan apakah setrika sudah terhubung dengan sumber tegangan listrik (ON) atau tidak terhubung (OFF). Lampu indikator juga bisa menunjukkan saat setrika mencapai suhu maksimumnya.


5. Penutup dan Pemberat

Penutup setrika biasanya terbuat dari bahan isolasi untuk mencegah risiko sengatan listrik dan anti panas agar tidak membahayakan saat disentuh. Pemberat setrika, yang sering terbuat dari besi, digunakan untuk memberikan tekanan lebih saat menyetrika agar hasilnya lebih rata.


6. Pengaturan Panas dan Suhu

Hampir semua setrika dilengkapi dengan pengatur suhu yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan suhu setrika sesuai dengan jenis kain yang akan disetrika. Pengatur suhu ini sering menggunakan prinsip bimetal untuk mengontrol suhu dengan tepat.


7. Reservoir Air dan Slang Uap

Setrika yang dilengkapi dengan fungsi semburan uap memiliki reservoir air tempat air disimpan untuk menghasilkan uap. Reservoir ini bisa diisi kembali dengan mudah dan harus dikosongkan setelah penggunaan untuk mencegah korosi.


8. Tangkai Pemegang Setrika

Tangkai pemegang setrika biasanya terbuat dari bahan isolasi seperti kayu atau plastik, sehingga aman digunakan bahkan jika terjadi kebocoran arus listrik. Ini memberikan pegangan yang nyaman saat menggunakan setrika.


Dengan memahami fungsi masing-masing bagian ini, Anda dapat memilih setrika yang sesuai dengan kebutuhan Anda untuk mendapatkan hasil menyetrika yang maksimal dan aman.


Baca juga: Perawatan dan Perbaikan Rice Cooker, Bikin Tahan Lama!


Komponen Setrika Listrik

Berikut ini adalah komponen-komponen utama pada setrika listrik beserta fungsinya.


1. Pelat Dasar

Pelat dasar adalah bagian utama setrika listrik yang terbuat dari besi dengan lapisan krom untuk mencegah karat. Pelat ini menjadi dasar yang menopang pelat penekan dan pelat epilog.


2. Pelat Penekan

Pelat penekan, juga dikenal sebagai pelat atas, memiliki fungsi untuk menekan kain yang sedang disetrika. Biasanya terbuat dari besi cetak atau baja tipis, pelat penekan ini direkatkan dengan pelat dasar melalui pengait.


3. Elemen Pemanas

Elemen pemanas terletak di antara pelat dasar dan pelat penekan. Terdiri dari kawat nikrom yang dililit dengan mika. Fungsinya adalah untuk menghasilkan panas yang diperlukan untuk menghaluskan kain dengan aman.


4. Pelat Epilog

Pelat epilog adalah lapisan tipis yang menutupi bagian dalam setrika, ditempatkan di atas pelat dasar. Pegangan setrika dan bagian yang menghubungkannya umumnya terpasang pada pelat epilog.


5. Gagang Setrika

Gagang setrika dapat terbuat dari kayu atau plastik dan terpasang pada pelat epilog. Fungsinya adalah untuk memberikan pegangan yang nyaman saat menggunakan setrika.


6. Lampu Pilot

Lampu pilot terletak di dalam pelat epilog. Berfungsi sebagai indikator bahwa setrika telah terhubung dengan sumber listrik dan siap digunakan.


7. Termostat

Termostat merupakan komponen krusial pada setrika listrik otomatis. Terbuat dari bimetal tipis yang mengatur suhu dengan mengoperasikan saklar secara otomatis. Saat suhu terlalu tinggi, bimetal akan melengkung dan memutuskan sirkuit listrik untuk sementara waktu, menjaga suhu tetap stabil.


8. Kapasitor

Kapasitor dipasang untuk mencegah kerusakan pada titik kontak dan mengurangi interferensi penerimaan radio yang mungkin terjadi saat termostat bekerja.

Komponen-komponen ini bekerja secara bersama-sama untuk memastikan setrika listrik dapat beroperasi dengan efisien dan aman saat digunakan untuk menghaluskan pakaian.


Baca juga: Perawatan dan Perbaikan Setrika Listrik: Bikin Tahan Lama!


Semoga bermanfaat, kunjungi artikel-artikel dari Kelas Teknisi lainnya, terima kasih.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url