7 Komponen Proteksi Sistem Tenaga Listrik

Proteksi sistem tenaga listrik adalah rangkaian peralatan dan teknik yang digunakan untuk mendeteksi dan merespons gangguan dalam jaringan listrik. 

Sistem proteksi pada tenaga listrik memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kestabilan dan keandalan operasi sistem tenaga listrik. Berikut adalah beberapa komponen utama yang digunakan dalam proteksi sistem tenaga listrik:


1. Relay Proteksi

Relay proteksi berfungsi sebagai detektor gangguan dan memastikan bahwa gangguan yang terjadi dapat diisolasi dari sistem dengan cepat. Beberapa jenis relay proteksi meliputi:

  • Relay Arus Lebih (Overcurrent Relay): Mendeteksi kondisi arus lebih dan memutuskan sirkuit jika arus melebihi batas yang ditentukan.

  • Relay Diferensial (Differential Relay): Bekerja berdasarkan prinsip perbandingan antara arus masuk dan keluar pada suatu bagian dari sistem tenaga.

  • Relay Jarak (Distance Relay): Mendeteksi gangguan berdasarkan impedansi antara titik pemasangan relay dan titik gangguan.


2. Pemutus Sirkuit (Circuit Breaker)

Pemutus sirkuit berperan untuk memutuskan dan menghubungkan kembali aliran listrik dalam kondisi normal maupun saat terdeteksi adanya gangguan. Selengkapnya tentang pemutus circuit telah Kelas Teknisi bahas pada artikel berjudul: Pengertian dan Macam-Macam Circuit Breaker.


3. Sakelar Pemisah (Disconnecting Switch)

Sakelar pemisah digunakan untuk membuka atau memisahkan bagian peralatan dari sistem tenaga listrik saat dilakukan pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan.


4. Sekering (Fuse)

Sekering merupakan komponen proteksi yang paling sederhana dan bekerja dengan memutuskan sirkuit secara otomatis jika arus melewati nilai tertentu selama periode waktu yang sudah ditetapkan.


5. Transformator Arus (Current Transformer, CT)

Transformator arus berfungsi untuk mengukur arus listrik dan sebagai dasar bagi relay proteksi untuk bekerja. Ini menstep-down arus pada tingkat yang aman untuk pemrosesan oleh instrumen dan relay proteksi.


6. Transformator Tegangan (Potential Transformer, PT)

Mirip dengan CT, transformator tegangan menstep-down tegangan sistem tenaga listrik ke level yang dapat diolah oleh alat ukur dan relay proteksi.


7. Lightning Arrester

Lightning arrester digunakan untuk melindungi peralatan sistem tenaga listrik dari lonjakan tegangan akibat petir dengan cara membuang lonjakan tegangan tersebut ke tanah.


Setiap komponen proteksi memiliki karakteristik dan kegunaannya masing-masing. Penggabungan komponen-komponen ini dalam sistem proteksi tenaga listrik memainkan peran penting dalam memastikan bahwa infrastruktur penting ini terlindungi dari kerusakan yang bisa membawa dampak besar bagi penyedia dan pengguna jasa listrik.

Next Post Previous Post
2 Comments
  • mantap
    mantap 21/01/23, 22.16

    Materi yang bermanfaat.
    Terima kasih

    • Randra Agustio Efryansah
      Randra Agustio Efryansah 22/01/23, 23.01

      Senang bisa membantu

Add Comment
comment url