RCBO: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Perbedaannya dengan MCB

Daftar Isi
RCBO pengertian fungsi cara kerja dan perbedaannya dengan MCB RCCB
RCBO sebagai perangkat proteksi arus sisa, overload dan hubung singkat.

Kelasteknisi.com | RCBO merupakan salah satu perangkat proteksi yang banyak digunakan pada instalasi listrik modern karena mampu menggabungkan proteksi terhadap arus sisa atau kebocoran arus, beban lebih dan hubung singkat dalam satu perangkat.

Pada instalasi rumah, gedung maupun aplikasi komersial tertentu, RCBO dapat memberikan keuntungan karena setiap sirkuit dapat memperoleh proteksi residual current sekaligus overcurrent secara individual. Ketika satu sirkuit mengalami gangguan, sirkuit lain tidak selalu harus ikut kehilangan suplai, tergantung rancangan panel dan koordinasi proteksinya.

Namun RCBO bukan perangkat yang bisa dipilih hanya berdasarkan nilai Ampere. Teknisi juga perlu memperhatikan rated residual operating current, karakteristik trip, jenis residual current yang dapat dideteksi, breaking capacity, jumlah pole, tegangan sistem, ukuran kabel dan karakteristik beban.

Singkatnya:
RCBO = proteksi residual current + proteksi overload + proteksi short circuit dalam satu perangkat.

Apa Itu RCBO?

RCBO adalah singkatan dari Residual Current Operated Circuit-Breaker with Integral Overcurrent Protection. Secara sederhana, RCBO menggabungkan fungsi perlindungan residual current seperti pada RCCB dengan proteksi arus lebih seperti yang terdapat pada circuit breaker.

Artinya, RCBO dapat memutus sirkuit ketika mendeteksi kondisi tertentu seperti arus sisa ke bumi, overload atau hubung singkat sesuai karakteristik dan rating perangkat.

Untuk penggunaan rumah tangga dan aplikasi serupa, standar internasional yang secara khusus membahas RCBO adalah IEC 61009-1:2024.

Fungsi RCBO

RCBO mempunyai beberapa fungsi proteksi dalam satu unit. Meskipun terlihat seperti MCB, fungsi internalnya lebih lengkap karena terdapat bagian yang mendeteksi residual current.

1. Proteksi Arus Sisa atau Kebocoran Arus

RCBO membandingkan arus yang mengalir melalui konduktor aktif yang melewati sensor residual current. Pada sirkuit satu fasa, secara sederhana arus yang keluar melalui fasa seharusnya kembali melalui netral dalam kondisi normal.

Jika sebagian arus mengalir melalui jalur lain, misalnya ke protective conductor, bagian logam peralatan atau tubuh seseorang ke bumi, dapat muncul selisih antara arus fasa dan netral.

Selisih tersebut disebut residual current. Jika mencapai kondisi operasi perangkat, mekanisme residual current dapat menyebabkan RCBO memutus sirkuit.

2. Proteksi Beban Lebih atau Overload

RCBO juga melindungi sirkuit terhadap overload. Pada banyak perangkat, bagian proteksi overload menggunakan mekanisme termal seperti bimetal.

Ketika arus melebihi rating untuk periode tertentu, pemanasan pada elemen termal dapat mengaktifkan mekanisme trip. Waktu trip tidak selalu seketika karena karakteristik overload memang dirancang memiliki hubungan antara besar arus dan waktu.

3. Proteksi Hubung Singkat

Hubung singkat dapat menghasilkan arus yang jauh lebih besar dibandingkan arus operasi normal. Bagian magnetic trip pada RCBO tipe thermal-magnetic dapat merespons kondisi arus tinggi tersebut dengan cepat.

Namun kemampuan perangkat memutus gangguan juga dibatasi oleh rated short-circuit breaking capacity. Karena itu angka kA pada RCBO merupakan parameter penting yang tidak boleh diabaikan.

Bagaimana Cara Kerja RCBO?

Untuk memahami cara kerja RCBO, kita dapat memisahkan mekanismenya menjadi proteksi residual current dan proteksi overcurrent.

Cara Kerja Proteksi Residual Current

Konduktor fasa dan netral pada RCBO satu fasa melewati sensor residual current, yang pada banyak desain menggunakan prinsip current transformer berbentuk toroidal.

Pada kondisi normal:

Arus fasa ≈ arus netral

ΣI ≈ 0

Karena arus pergi dan kembali seimbang, resultan fluks pada sensor mendekati nol.

Jika terjadi arus bocor:

Ifasa ≠ Inetral

Sensor mendeteksi residual current tersebut. Ketika kondisi trip sesuai karakteristik perangkat, mekanisme pemutus membuka kontak dan memutus suplai.

Cara Kerja Proteksi Overload

Pada overload, arus tidak selalu sangat besar seperti short circuit. Namun arus yang melampaui kemampuan sirkuit secara terus-menerus dapat meningkatkan temperatur kabel.

Bagian termal RCBO akan merespons sesuai karakteristik waktu-arus sehingga sirkuit dapat diputus sebelum kondisi overload menimbulkan pemanasan yang tidak diinginkan, dengan syarat perangkat dan kabel telah dikoordinasikan dengan benar.

Cara Kerja Proteksi Short Circuit

Ketika terjadi hubung singkat, arus gangguan dapat meningkat sangat cepat. Mekanisme magnetic trip dirancang untuk bereaksi terhadap arus tinggi tersebut.

RCBO kemudian membuka kontak untuk mengisolasi sirkuit yang terganggu.

Catatan penting: jangan menggunakan satu angka waktu pemutusan seperti “10 ms” atau “40 ms” untuk semua kondisi. Waktu operasi RCBO bergantung pada jenis gangguan, besarnya arus, residual current dan karakteristik produk serta standar yang berlaku.

Apa Arti 30 mA pada RCBO?

Angka seperti 30 mA pada RCBO berkaitan dengan rated residual operating current atau IΔn, bukan rating beban utama perangkat.

Sebagai contoh, sebuah RCBO dapat memiliki rating seperti:

C16 – 30 mA – 6 kA

Secara sederhana, angka tersebut dapat menunjukkan beberapa karakteristik berbeda:

  • 16 A berkaitan dengan rated current.
  • C menunjukkan karakteristik instantaneous trip tertentu.
  • 30 mA adalah rated residual operating current.
  • 6 kA berkaitan dengan short-circuit breaking capacity sesuai penandaan produk.

Karena itu jangan salah mengira 30 mA sebagai batas arus beban RCBO.

Perbedaan RCBO, MCB, RCCB dan ELCB

Istilah RCBO, MCB, RCCB dan ELCB sering tertukar. Padahal fungsi proteksinya berbeda.

Perangkat Residual Current Overload Short Circuit Keterangan
RCBO Ya Ya Ya Menggabungkan proteksi residual current dan overcurrent
RCCB Ya Tidak sebagai fungsi utama Tidak sebagai fungsi utama Memerlukan koordinasi dengan perangkat proteksi overcurrent
MCB Tidak Ya Ya Proteksi arus lebih
ELCB Istilah historis/bergantung konteks Bergantung perangkat Bergantung perangkat Istilah lama yang sering digunakan secara longgar untuk perangkat earth-leakage

Untuk memahami MCB lebih detail, baca artikel MCB: pengertian, fungsi dan cara kerjanya.

Kelasteknisi juga mempunyai pembahasan khusus mengenai ELCB dan fungsi proteksinya.

RCBO vs RCCB + MCB, Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada jawaban bahwa salah satu konfigurasi selalu paling baik. RCBO dan kombinasi RCCB + MCB mempunyai kelebihan masing-masing.

Jika setiap sirkuit akhir menggunakan RCBO sendiri, gangguan residual current pada satu jalur dapat lebih mudah diisolasi pada jalur tersebut. Hal ini juga dapat membantu troubleshooting.

Sementara itu, sebuah RCCB dapat digunakan untuk melindungi beberapa circuit yang masing-masing menggunakan MCB, apabila konfigurasi tersebut sesuai dengan desain instalasi.

Aspek RCBO per Sirkuit RCCB + MCB
Lokalisasi gangguan Umumnya lebih individual Beberapa sirkuit dapat ikut terputus bila berbagi RCCB
Jumlah perangkat Proteksi gabungan per circuit RCCB dan MCB terpisah
Troubleshooting Gangguan lebih mudah dikaitkan ke circuit tertentu Perlu menentukan circuit penyebab trip RCCB
Biaya Bergantung jumlah circuit dan produk Dapat lebih ekonomis pada konfigurasi tertentu

Jenis RCBO Berdasarkan Residual Current

Selain rating Ampere, RCBO dapat dibedakan berdasarkan bentuk residual current yang mampu dideteksi. Pemilihannya semakin penting karena banyak perangkat modern menggunakan rangkaian elektronik, rectifier, inverter dan switching power supply.

RCBO Type AC

Type AC dirancang untuk residual current sinusoidal AC sesuai cakupan perangkat tersebut.

Jenis beban modern perlu dievaluasi dengan hati-hati sebelum memilih Type AC karena bentuk residual current tidak selalu berupa sinusoidal AC murni.

RCBO Type A

Type A dapat merespons residual current sinusoidal AC dan pulsating DC sesuai karakteristik standarnya.

Karena semakin banyak peralatan menggunakan rangkaian elektronik, Type A sering relevan pada berbagai instalasi modern. Namun penggunaannya tetap harus mengikuti desain dan persyaratan peralatan yang disuplai.

Type F dan Type B

Untuk beban dengan karakteristik elektronik atau konverter tertentu, dapat diperlukan RCD/RCBO dengan kemampuan deteksi residual current yang lebih sesuai seperti Type F atau Type B.

Pemilihannya tidak boleh hanya berdasarkan anggapan bahwa “Type B paling bagus”. Jenis RCD harus disesuaikan dengan bentuk residual current yang mungkin dihasilkan peralatan serta instruksi pabrikan.

Penting untuk PLTS dan EV: jangan otomatis memilih Type A atau Type B tanpa melihat desain inverter, charger, proteksi DC residual current yang telah tersedia pada perangkat, serta persyaratan pabrikan dan standar instalasi terkait.

Karakteristik B, C dan D pada RCBO

Huruf B, C atau D yang terdapat pada RCBO tertentu berkaitan dengan karakteristik instantaneous overcurrent trip, bukan sensitivitas kebocoran arus.

Secara umum, karakteristik tersebut digunakan untuk menyesuaikan circuit breaker terhadap karakteristik inrush current beban. Pemilihannya harus mempertimbangkan jenis beban, arus start, impedansi loop, waktu pemutusan yang diperlukan serta koordinasi proteksi.

Karena itu tidak tepat mengatakan B selalu untuk rumah dan C selalu untuk industri tanpa melakukan evaluasi terhadap sirkuit yang sebenarnya.

Cara Membaca Spesifikasi RCBO

Sebelum memasang RCBO, teknisi harus membaca marking pada perangkat. Tidak semua model memiliki penandaan yang identik, tetapi beberapa parameter berikut sering ditemukan.

  • In – rated current.
  • IΔn – rated residual operating current.
  • Rated voltage – tegangan nominal perangkat.
  • Breaking capacity – kemampuan pemutusan short circuit sesuai standar produk.
  • Trip characteristic – misalnya B, C atau D pada perangkat yang relevan.
  • Residual current type – misalnya Type A atau jenis lainnya.
  • Jumlah pole – sesuai konfigurasi perangkat.

Cara Memilih RCBO yang Benar

Kesalahan paling umum adalah memilih RCBO hanya dengan melihat angka Ampere. Padahal circuit breaker merupakan bagian dari koordinasi proteksi kabel dan sistem.

Beberapa parameter yang harus dipertimbangkan antara lain:

1. Sesuaikan Rated Current dengan Kabel dan Beban

Rating RCBO harus dikoordinasikan dengan kemampuan hantar arus kabel dan karakteristik beban.

Jangan langsung berasumsi bahwa jalur lampu harus 16 A atau stop kontak harus 32 A. Rating yang benar bergantung pada luas penampang kabel, metode pemasangan, temperatur, grouping, panjang circuit, jenis beban dan ketentuan instalasi.

2. Pilih IΔn Sesuai Fungsi Proteksi

Residual operating current harus dipilih berdasarkan tujuan proteksi dan ketentuan instalasinya.

Nilai 30 mA umum dikenal dalam konteks additional protection terhadap electric shock pada banyak aplikasi, tetapi tidak berarti 30 mA dapat dipasang tanpa mempertimbangkan desain keseluruhan.

3. Periksa Breaking Capacity

RCBO harus mempunyai kemampuan pemutusan yang memadai terhadap prospective short-circuit current pada titik pemasangannya.

Jika prospective fault current melebihi kemampuan perangkat, proteksi tidak boleh dianggap memadai hanya karena rating Ampere sudah sesuai.

4. Pilih Tipe Residual Current yang Sesuai

Perhatikan karakteristik beban elektronik yang terhubung. Inverter, variable speed drive, UPS, photovoltaic inverter atau EV charger dapat memiliki persyaratan residual current tertentu.

5. Periksa Pole dan Tegangan

Pastikan konfigurasi pole serta rated voltage RCBO sesuai dengan sistem yang akan dilindungi.

6. Gunakan Produk Sesuai Standar yang Relevan

Untuk RCBO household dan similar uses dalam cakupan internasionalnya, salah satu standar utamanya adalah IEC 61009-1:2024.

Untuk produk yang digunakan di Indonesia, periksa pula persyaratan SNI atau ketentuan nasional yang berlaku untuk produk dan instalasi tersebut.

Apakah RCBO Bisa Melindungi Manusia dari Sengatan Listrik?

RCBO dengan residual current protection yang sesuai dapat menjadi salah satu tindakan penting untuk mengurangi risiko electric shock. Namun tidak tepat mengatakan RCBO menjamin seseorang tidak akan mengalami sengatan fatal.

Besarnya bahaya sengatan dipengaruhi oleh jalur arus melalui tubuh, besar arus, durasi kontak, kondisi kulit, kondisi lingkungan dan berbagai faktor lainnya.

Selain itu, residual current protection merupakan bagian dari sistem perlindungan. Instalasi tetap membutuhkan isolasi yang benar, protective conductor, grounding, equipotential bonding dan tindakan proteksi lainnya sesuai sistem instalasi.

Apakah RCBO Melindungi Peralatan dari Semua Kerusakan?

Tidak. RCBO bukan perangkat universal untuk semua jenis gangguan listrik.

RCBO memberikan proteksi terhadap residual current dan overcurrent sesuai karakteristiknya, tetapi tidak otomatis melindungi peralatan terhadap:

  • Surge atau transient overvoltage.
  • Tegangan PLN terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • Petir secara langsung.
  • Gangguan kualitas daya.
  • Kehilangan netral tertentu.
  • Kerusakan internal elektronik yang tidak menghasilkan kondisi trip RCBO.

Untuk proteksi surge, misalnya, dapat diperlukan Surge Protective Device (SPD) yang dipilih dan dipasang sesuai desain instalasi.

Tombol TEST pada RCBO

RCBO dilengkapi dengan tombol TEST untuk memeriksa fungsi mekanisme residual current menggunakan rangkaian pengujian internal yang dirancang oleh pabrikan.

Ketika tombol tersebut ditekan dalam kondisi dan konfigurasi pengujian yang ditentukan pabrikan, RCBO seharusnya melakukan trip jika mekanisme pengujiannya berfungsi.

Mengapa RCBO Sering Trip?

RCBO yang sering trip tidak selalu berarti perangkatnya rusak. Trip justru dapat menunjukkan bahwa proteksi mendeteksi kondisi abnormal.

Beberapa kemungkinan penyebab antara lain:

  • Arus beban melebihi rating circuit.
  • Short circuit.
  • Kebocoran isolasi kabel.
  • Kebocoran pada peralatan listrik.
  • Kelembapan pada instalasi.
  • Neutral-earth fault pada bagian downstream.
  • Akumulasi leakage current dari beberapa peralatan elektronik.
  • Kesalahan wiring.
  • RCBO rusak atau tidak sesuai dengan karakteristik beban.

Cara Sederhana Troubleshooting RCBO yang Trip

Jika RCBO trip berulang, jangan hanya menaikkan handle berkali-kali tanpa mencari penyebabnya.

  1. Identifikasi circuit yang mengalami trip.
  2. Matikan atau lepaskan beban pada circuit tersebut jika aman dilakukan.
  3. Periksa apakah terdapat beban berlebih.
  4. Periksa indikasi kabel atau peralatan yang rusak.
  5. Periksa kemungkinan kelembapan atau kebocoran isolasi.
  6. Lakukan pengukuran insulation resistance jika diperlukan dan dilakukan oleh personel kompeten.
  7. Periksa wiring netral dan protective conductor.
  8. Periksa spesifikasi RCBO terhadap beban.
  9. Jika penyebab belum ditemukan, jangan melakukan bypass terhadap RCBO.
Catatan teknisi: jangan mengganti RCBO dengan rating Ampere yang lebih besar hanya agar tidak trip. Jika ukuran kabel tidak mendukung rating baru, tindakan tersebut dapat menghilangkan perlindungan kabel terhadap overload.

Kesalahan Pemasangan RCBO yang Sering Terjadi

Kinerja RCBO sangat bergantung pada pemasangan yang benar. Beberapa kesalahan wiring dapat menyebabkan nuisance tripping atau bahkan membuat fungsi proteksi tidak bekerja sesuai desain.

  • Fasa dan netral tidak mengikuti terminal perangkat.
  • Netral dari circuit RCBO tercampur dengan netral circuit lain.
  • Netral dan protective earth terhubung kembali pada sisi downstream di lokasi yang tidak semestinya.
  • Line dan load dipasang tidak sesuai petunjuk pabrikan pada perangkat yang mensyaratkannya.
  • Rating RCBO lebih besar daripada kemampuan kabel tanpa koordinasi yang benar.
  • Breaking capacity tidak sesuai fault level instalasi.
  • Tipe residual current tidak sesuai karakteristik beban.

RCBO 1P+N dan 2 Pole, Apa Bedanya?

Istilah pole pada RCBO harus dibaca berdasarkan diagram dan spesifikasi produk karena konstruksi antarprodusen dapat berbeda.

Pada perangkat 1P+N, proteksi overcurrent biasanya terkait dengan pole fasa sementara kedua konduktor dapat diputus sesuai desain perangkat. Pada perangkat 2 pole, konstruksi dan fungsi proteksi harus diperiksa melalui datasheet pabrikan.

Jangan menentukan fungsi terminal hanya berdasarkan bentuk fisiknya.

RCBO untuk Instalasi Satu Fasa dan Tiga Fasa

RCBO tersedia untuk berbagai konfigurasi sistem. Pada instalasi satu fasa, perangkat dapat melindungi circuit fasa-netral sesuai desainnya.

Pada sistem tiga fasa, pemilihan perangkat harus memperhatikan jumlah conductor yang perlu dipantau dan diputus, keberadaan netral, karakteristik beban serta sistem pembumian.

Untuk memahami distribusi tiga fasa, baca keuntungan sistem tiga fasa dibandingkan satu fasa.

RCBO dan Grounding, Apakah Masih Perlu?

Ya. Penggunaan RCBO tidak berarti grounding atau protective earthing dapat dihilangkan.

Residual current protection dan grounding mempunyai peran yang berkaitan tetapi bukan pengganti satu sama lain. Sistem pembumian menyediakan jalur fault current dan mendukung tindakan proteksi sesuai konfigurasi instalasi.

Pelajari lebih lanjut pada artikel grounding listrik: fungsi dan cara kerjanya.

Standar RCBO Terbaru

Untuk RCBO household dan similar uses, standar internasional utama saat ini adalah IEC 61009-1:2024 – Residual current operated circuit-breakers with integral overcurrent protection for household and similar uses (RCBOs) – Part 1: General rules.

Edisi tersebut menggantikan IEC 61009-1 edisi sebelumnya beserta amendment terkait dan merupakan revisi teknis.

IEC 61009-1:2024 mencakup RCBO dalam ruang lingkupnya dengan tegangan operasi nominal tidak melebihi 440 V AC, frekuensi nominal 50 Hz, 60 Hz atau 50/60 Hz, arus nominal tidak melebihi 125 A dan short-circuit capacity tidak melebihi 25.000 A.

Jangan tertukar:
IEC 61008-1 membahas RCCB tanpa integral overcurrent protection, sedangkan IEC 61009-1 membahas RCBO dengan integral overcurrent protection.

Kelebihan Menggunakan RCBO

Jika sesuai dengan desain instalasi, RCBO memberikan sejumlah keuntungan dibanding hanya menggunakan proteksi overcurrent.

  • Menggabungkan residual current dan overcurrent protection.
  • Dapat memberikan proteksi individual untuk setiap final circuit.
  • Mempermudah identifikasi circuit yang mengalami gangguan.
  • Mengurangi kemungkinan seluruh kelompok circuit kehilangan listrik akibat satu residual fault jika masing-masing menggunakan RCBO tersendiri.
  • Memberikan fleksibilitas pembagian proteksi pada panel.
  • Tersedia dalam berbagai rating dan karakteristik sesuai aplikasi.

Kekurangan RCBO

RCBO juga mempunyai beberapa pertimbangan.

  • Harga per circuit dapat lebih tinggi dibanding MCB biasa.
  • Pemilihan tipenya lebih kompleks dibanding sekadar memilih Ampere.
  • Kesalahan wiring netral dapat menimbulkan unwanted tripping.
  • Membutuhkan pemahaman tentang residual current dan sistem pembumian.
  • Tidak menggantikan semua perangkat proteksi lain seperti SPD.

Kesimpulan

RCBO merupakan perangkat proteksi yang menggabungkan residual current protection dengan proteksi overload dan short circuit dalam satu unit. Inilah perbedaan utama RCBO dibanding MCB maupun RCCB.

Untuk memperoleh proteksi yang benar, RCBO tidak boleh dipilih hanya berdasarkan rating Ampere. Teknisi perlu memperhatikan IΔn, tipe residual current, trip characteristic, breaking capacity, jumlah pole, tegangan, ukuran kabel, karakteristik beban dan sistem pembumian.

Penggunaan RCBO juga tidak menghilangkan kebutuhan terhadap grounding, protective conductor, SPD atau tindakan proteksi lain yang dibutuhkan instalasi. Dengan desain, pemilihan dan pemasangan yang benar, RCBO dapat menjadi bagian penting dari sistem proteksi listrik rumah maupun bangunan.

FAQ tentang RCBO

Apa kepanjangan RCBO?

RCBO merupakan singkatan dari Residual Current Operated Circuit-Breaker with Integral Overcurrent Protection.

Apa fungsi RCBO?

RCBO memberikan proteksi terhadap residual current serta overcurrent berupa overload dan short circuit sesuai karakteristik perangkat.

Apa perbedaan MCB dan RCBO?

MCB melindungi sirkuit terhadap overload dan short circuit tetapi tidak memiliki fungsi residual current protection seperti RCBO.

Apa perbedaan RCCB dan RCBO?

RCCB mempunyai fungsi residual current protection tetapi tidak mempunyai integral overcurrent protection sebagaimana RCBO. Karena itu RCCB harus dikoordinasikan dengan perangkat proteksi overcurrent yang sesuai.

Apakah RCBO 30 mA aman untuk manusia?

RCBO dengan IΔn 30 mA banyak digunakan sebagai additional protection terhadap electric shock pada aplikasi yang relevan. Namun perangkat tersebut tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa sengatan listrik tidak akan menyebabkan cedera.

Kenapa RCBO tetap trip meskipun tidak ada korsleting?

Karena RCBO juga mendeteksi residual current dan overload. Penyebabnya dapat berupa kebocoran isolasi, peralatan bermasalah, neutral-earth fault, kelembapan, akumulasi leakage current atau overload.

Apakah RCBO membutuhkan grounding?

Ya. RCBO bukan pengganti sistem pembumian dan protective conductor. Keduanya merupakan bagian dari sistem proteksi instalasi yang harus dirancang sesuai ketentuan.

Apakah RCBO bisa menggantikan MCB?

Pada circuit yang sesuai, RCBO memang sudah mempunyai integral overcurrent protection sehingga dapat menjalankan fungsi proteksi overload dan short circuit sekaligus residual current. Namun penempatannya tetap harus mengikuti koordinasi proteksi instalasi.

Apakah RCBO melindungi dari petir?

Tidak secara khusus. Proteksi terhadap surge atau transient overvoltage membutuhkan perangkat dan desain perlindungan yang sesuai, misalnya SPD.

Randra Agustio Efryansah, S.T.
Randra Agustio Efryansah, S.T. Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar