Cara Menentukan Ukuran Kontaktor: Kenapa Harus Lebih Besar dari Arus Motor?

Daftar Isi

Cara Menentukan Ukuran Kontaktor

Kelasteknisi.com | Teman-teman pernah merasa bingung tidak? Misalnya sebuah motor memiliki arus kerja hanya 12 ampere, tapi dalam pemasangan disarankan menggunakan kontaktor berkapasitas 18 ampere. Kenapa tidak pakai yang sama persis 12 ampere saja? Atau kenapa tidak cukup 15 ampere? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan teknisi maupun pemula di bidang kelistrikan.

Pada kesempatan kali ini, kita akan bahas secara tuntas mulai dari konsep dasar, alasan pemilihan ukuran, hingga cara menghitungnya untuk berbagai jenis rangkaian seperti DOL, Forward-reverse, hingga bintang-segitiga. Simak sampai selesai agar tidak salah pilih komponen di lapangan.

Mengenal Bagian dan Fungsi Utama Kontaktor

Sebelum masuk ke perhitungan, kita harus pahami dulu cara kerja dan bagian-bagian kontaktor. Kontaktor memiliki dua bagian utama:

  • Kumparan (Koil): Berfungsi sebagai penggerak. Tegangan masuk ke terminal A1 dan netral ke A2. Saat dialiri listrik, koil akan menimbulkan medan magnet untuk menarik kontak agar terhubung.
  • Kontak: Terdiri dari dua jenis:
    • Kontak Bantu: Digunakan untuk rangkaian pengendali, ada yang tipe NO (terbuka dalam keadaan normal) dan NC (tertutup dalam keadaan normal).
    • Kontak Utama: Bagian yang berhubungan langsung dengan arus besar, berfungsi menghubungkan sumber listrik tiga fase menuju beban seperti motor listrik tiga fase.

Perlu diluruskan satu konsep penting: Angka ampere yang tertera pada kontaktor bukanlah batas arus yang akan memutus arus, melainkan menunjukkan kemampuan maksimal kontak tersebut untuk menahan aliran arus tanpa cepat rusak. Jadi, kontaktor berperan sebagai saklar berdaya besar, bukan sebagai pengaman atau pengatur arus.

Kenapa Ukuran Kontaktor Harus Lebih Besar dari Arus Motor?

Kita ambil contoh kasus yang umum di lapangan: motor berdaya 5,5 kW dengan arus nominal tertera di pelat nama sebesar 12 ampere. Mengapa tidak cukup pakai kontaktor 12 ampere saja?

Jawabannya ada pada karakteristik motor itu sendiri. Saat pertama kali dinyalakan, motor induksi tidak langsung menarik arus sebesar 12 ampere. Arus saat awal menyala bisa mencapai 5 hingga 7 kali lipat dari arus normalnya. Jika dihitung:

Arus awal = 5 × 12 A = 60 A

Namun, kita tidak perlu membeli kontaktor sebesar 60 ampere. Alasannya, arus sebesar itu hanya terjadi sesaat saja, dalam hitungan detik arus akan turun kembali ke nilai normal.

Jika kita memilih ukuran yang pas-pasan atau sama persis dengan arus motor, maka kontak di dalam kontaktor akan cepat panas, sering memunculkan percikan api, permukaan kontak menjadi cepat aus, dan dalam kasus terparah kontak bisa menempel atau lengket sehingga tidak bisa memutus arus.

Oleh karena itu, dalam dunia teknik digunakan yang disebut faktor pengaman atau safety factor. Rumus standar yang dipakai pabrikan dan teknisi adalah:

Kapasitas Kontaktor = 1,5 × Arus Nominal Motor

Maka untuk motor 12 ampere:

1,5 × 12 A = 18 A

Inilah jawaban kenapa angka yang dipakai adalah 18 ampere. Mengapa bukan 15 ampere? Karena ukuran itu masih terhitung terlalu mepet dan kurang aman. Selain itu, di pasaran pun ukuran kontaktor tidak tersedia secara berurutan setiap 3 ampere, biasanya melompat dari 12 A ke 18 A, lalu ke 25 A, dan seterusnya.

Baca juga: Mengenal Rangkaian Star Delta Motor 3 Phase Otomatis.

Penentuan Ukuran Kontaktor Berdasarkan Jenis Rangkaian

Sekarang kita bahas penerapannya pada berbagai jenis rangkaian pengendali motor yang sering digunakan:

1. Rangkaian DOL (Langsung Nyala)

Pada rangkaian ini, motor langsung terhubung penuh ke jaringan listrik saat dinyalakan. Beban kerja kontaktor paling berat karena arus awalnya paling tinggi.

  • Perhitungan: 1,5 × Arus Motor
  • Contoh: 1,5 × 12 A = 18 A
  • Ukuran yang dipilih: 18 Ampere

2. Rangkaian Maju-Mundur (Forward - Reverse)

Rangkaian ini menggunakan dua buah kontaktor, satu untuk arah putaran maju dan satu lagi untuk arah mundur. Kedua kontaktor tidak boleh menyala bersamaan agar tidak terjadi hubung singkat.

Meskipun ada dua kontaktor, ukurannya tetap sama dengan rangkaian DOL. Alasannya, pada satu waktu hanya satu kontaktor yang bekerja dan menahan beban penuh dari motor.

  • Perhitungan: Tetap 1,5 × Arus Motor
  • Contoh: 1,5 × 12 A = 18 A
  • Ukuran untuk kedua kontaktor: 18 Ampere

3. Rangkaian Bintang - Segitiga (Star Delta)

Ini adalah rangkaian yang paling sering membingungkan karena menggunakan tiga buah kontaktor dengan fungsi yang berbeda-beda:

  • Kontaktor Utama (Line): Selalu dilewati arus sepanjang motor beroperasi.
    Perhitungan: 1,5 × Arus Motor = 1,5 × 12 A = 18 A
  • Kontaktor Segitiga: Bekerja saat motor sudah berjalan normal dan menahan arus penuh.
    Perhitungan: Sama seperti kontaktor utama = 18 A
  • Kontaktor Bintang: Hanya bekerja pada saat awal menyalakan motor. Pada kondisi ini, arus yang mengalir lebih kecil, hanya sekitar 1/3 dari arus nominal.
    Perhitungan: (1/3 × 12 A) × 1,5 = 4 A × 1,5 = 6 A → dipilih ukuran standar terdekat yaitu 9 A

Baca juga: Kontaktor Magnetik: Fungsi, Prinsip Kerja, Simbol, dan Bagian-Bagiannya.

Kesimpulan

Jadi, menentukan ukuran kontaktor tidak boleh sembarangan atau hanya melihat angka arus yang tertera di motor saja. Prinsip utamanya adalah menyediakan ruang aman agar komponen tidak bekerja pada batas maksimal kemampuannya.

  • Kontaktor bukan pengaman arus, melainkan saklar kuat.
  • Selalu gunakan faktor pengaman 1,5 kali arus nominal motor.
  • Sesuaikan ukuran dengan jenis rangkaian pengendali yang dipakai.

Dengan memilih ukuran yang tepat, instalasi menjadi lebih aman, kontaktor lebih awet, dan risiko kerusakan mendadak dapat dihindari.

Semoga penjelasan ini menjawab rasa penasaran dan bermanfaat untuk pekerjaan Anda sehari-hari. Jika ada pengalaman atau pertanyaan lain seputar pemilihan komponen listrik, silakan tulis di kolom komentar.

Randra Agustio Efryansah
Randra Agustio Efryansah Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar