Komponen-Komponen Turbin Angin pada PLTB dan Fungsinya

Daftar Isi

Komponen-Komponen Turbin Angin pada PLTB
Komponen-Komponen Turbin Angin pada PLTB

Hai hello guys! Welcome back to Kelasteknisi.com tempat kita berbagi ilmu seputar dunia teknik. Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas komponen-komponen utama pada turbin angin yang digunakan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Setiap bagian dari turbin angin memiliki peran penting untuk mengubah energi angin menjadi energi listrik yang bisa kita manfaatkan.

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Blade (Baling-Baling)

Blade atau baling-baling adalah komponen yang bertugas menangkap energi kinetik dari angin. Energi ini kemudian diubah menjadi energi mekanik berupa putaran pada poros penggerak. Bentuk dan ukuran blade sangat mempengaruhi efisiensi penangkapan angin.

2. Rotor Hub

Rotor hub merupakan bagian yang menghubungkan blade dengan poros (shaft). Komponen ini memastikan energi putar dari blade tersalurkan dengan baik ke sistem mekanik berikutnya.

3. Brake (Rem)

Rem pada turbin angin berfungsi menghentikan putaran rotor. Sistem pengereman ini digunakan untuk kondisi darurat, maintenance, atau ketika kecepatan angin terlalu tinggi sehingga berpotensi merusak turbin.

4. Low Speed Shaft (Poros Putaran Rendah)

Low speed shaft adalah poros yang menerima putaran dari rotor. Poros ini membawa daya dari rotor menuju gearbox. Putarannya masih rendah, biasanya sekitar 30–60 RPM.

5. Gearbox

Gearbox berfungsi meningkatkan kecepatan putaran dari low speed shaft menjadi high speed shaft. Dari putaran sekitar 30–60 RPM, gearbox meningkatkan hingga ±1000–1200 RPM, yaitu kecepatan yang dibutuhkan oleh generator untuk dapat menghasilkan listrik. RPM tinggi ini diperlukan agar generator dapat bekerja efisien, bukan hanya "kecepatan yang dibutuhkan".

6. High Speed Shaft

High speed shaft memindahkan putaran berkecepatan tinggi dari gearbox menuju generator. Di sinilah energi mekanik benar-benar siap diubah menjadi energi listrik.

7. Generator

Generator pada turbin angin berfungsi mengubah energi mekanik dari poros berputar menjadi energi listrik. Pada turbin angin skala besar, generator selalu menghasilkan listrik AC (arus bolak-balik) dengan tegangan keluaran umum di kisaran 400–690 Volt AC. Setelah itu, listrik AC dari generator diproses oleh sistem power converter sebelum disalurkan ke jaringan.

Pada turbin angin kecil (rumahan), tegangan output bisa jauh lebih rendah seperti 12–48 Volt, namun ini tidak digunakan pada PLTB industri.

8. Controller System

Pada turbin angin modern, controller system dilengkapi dengan active yaw dan pitch control yang digerakkan motor servo. Sistem ini menerima data dari sensor dan memastikan sudut blade serta arah nacelle mengikuti kondisi angin secara optimal.

9. Anemometer

Anemometer adalah sensor yang mengukur kecepatan angin. Data yang diterima menjadi acuan sistem kontrol untuk mengatur sudut blade dan menentukan kapan turbin harus beroperasi atau berhenti.

10. Wind Vane (Wind Direction Sensor)

Wind vane mendeteksi arah angin. Informasi ini dikirim ke controller untuk mengarahkan nacelle agar selalu menghadap arah datangnya angin.

11. Nacelle

Nacelle adalah “rumah” pelindung yang berisi komponen penting seperti gearbox, generator, controller, dan high speed shaft. Komponen ini berada di atas menara dan menjadi pusat pengoperasian turbin angin.

12. Yaw Drive

Yaw drive bekerja untuk memutar nacelle agar selalu menghadap arah angin, mengikuti perubahan arah angin secara otomatis.

13. Yaw Motor

Yaw motor adalah penggerak yaw drive. Komponen ini memastikan rotasi nacelle berlangsung halus dan presisi sesuai input dari sistem kontrol.

14. Tower (Menara)

Tower atau menara berfungsi sebagai penyangga utama seluruh komponen turbin angin. Menara dibuat tinggi agar blade bisa berada pada area angin yang lebih stabil dan kuat.

Itulah komponen-komponen utama turbin angin beserta fungsi masing-masing yang diterapkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Semoga penjelasan ini bisa memperkaya wawasan kalian tentang bagaimana energi angin diubah menjadi energi listrik.

See you on the next sharing session!

Randra Agustio Efryansah
Randra Agustio Efryansah Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar