Turbin: Pengertian, Fungsi, Jenis, Komponen dan Cara Kerja

Daftar Isi

Kelas Teknisi | Turbin merupakan salah satu mesin yang sangat penting dalam dunia pembangkit listrik dan industri. Di PLTA kita menemukan turbin air, di PLTU terdapat turbin uap, sedangkan PLTG menggunakan turbin gas. Prinsip dasarnya sama, yaitu memanfaatkan energi fluida untuk menghasilkan putaran mekanis pada poros.

Putaran tersebut dapat digunakan langsung untuk menggerakkan compressor, pump, propeller, maupun berbagai mesin lainnya. Pada pembangkit listrik, poros turbin biasanya dikopel dengan generator listrik sehingga energi mekanik selanjutnya diubah menjadi energi listrik.

Jawaban singkat: turbin adalah mesin rotasi atau turbomachine yang mengambil energi dari fluida bergerak, bertekanan, atau berekspansi kemudian mengubah sebagian energi tersebut menjadi kerja mekanik pada rotor dan poros.

Apa Itu Turbin?

Turbin adalah mesin rotasi yang mengubah energi fluida menjadi energi mekanik pada poros. Fluida kerjanya dapat berupa air, uap, gas panas, maupun udara tergantung jenis dan aplikasinya.

Energi fluida tersebut dapat berasal dari:

  • energi tekanan;
  • energi kinetik atau kecepatan;
  • energi potensial akibat perbedaan elevasi;
  • entalpi fluida; atau
  • kombinasi beberapa bentuk energi tersebut.

Karena prinsip dan fluida kerjanya berbeda, konstruksi turbin air tidak sama dengan turbin uap maupun turbin gas.

Sejarah Singkat Turbin

Konsep mesin yang memanfaatkan aliran fluida sudah ada jauh sebelum turbin modern. Namun istilah turbine dikaitkan dengan insinyur Prancis Claude Burdin, yang pada 1822 mengajukan tulisan mengenai mesin rotasi hidraulik berkecepatan tinggi.

Pengembangan turbin air praktis kemudian dilanjutkan oleh mantan murid Burdin, Benoît Fourneyron. Perkembangan berikutnya melahirkan berbagai desain seperti Francis, Pelton, dan Kaplan.

Pada teknologi tenaga uap, Sir Charles Algernon Parsons menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan turbin uap modern pada akhir abad ke-19.

Catatan: kurang tepat menyebut satu orang sebagai “penemu seluruh turbin”, karena teknologi turbin berkembang melalui banyak tahap dan jenis. Burdin berkaitan dengan istilah dan perkembangan awal turbin hidraulik, sementara Parsons terkenal dengan pengembangan turbin uap modern.

Fungsi Turbin

Fungsi utama turbin adalah mengubah energi yang tersedia pada fluida menjadi kerja mekanik berupa putaran poros.

Putaran tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan berikut.

1. Menggerakkan Generator

Ini merupakan aplikasi yang paling dikenal. Turbin memutar rotor generator sehingga energi mekanik dikonversi menjadi energi listrik.

2. Menggerakkan Compressor

Dalam industri minyak, gas, petrokimia, dan proses tertentu, turbin dapat menjadi prime mover untuk compressor.

3. Menggerakkan Pump

Steam turbine dapat digunakan sebagai penggerak pump pada aplikasi industri tertentu, terutama jika steam sudah tersedia sebagai bagian dari proses.

4. Propulsi

Turbin juga digunakan pada sistem propulsi tertentu, misalnya gas turbine pada kapal maupun mesin turbin gas dalam dunia penerbangan.

Cara Kerja Turbin

Secara umum, turbin bekerja dengan mengambil energi dari fluida dan mentransfernya menuju rotor.

Alur sederhananya dapat digambarkan sebagai:

ENERGI FLUIDA
↓
NOZZLE / GUIDE VANE / STATOR
↓
RUNNER ATAU ROTOR
↓
POROS BERPUTAR
↓
BEBAN MEKANIK / GENERATOR

Namun urutan tersebut hanya gambaran umum. Tidak semua jenis turbin mempunyai nozzle, guide vane, maupun susunan komponen yang sama.

Tahap 1: Fluida Masuk

Fluida kerja memasuki sistem turbin dengan kondisi tekanan, temperatur, kecepatan, atau head tertentu.

Tahap 2: Aliran Diarahkan

Nozzle, stator, wicket gate, atau guide vane dapat digunakan untuk mengatur arah dan karakteristik aliran tergantung jenis turbinnya.

Tahap 3: Energi Diterima Rotor

Perubahan momentum, tekanan, atau ekspansi fluida menghasilkan gaya pada blade, bucket, atau runner sehingga rotor berputar.

Tahap 4: Torsi Diteruskan ke Poros

Rotor menghasilkan torsi pada shaft. Shaft kemudian meneruskan energi mekanik tersebut menuju generator atau driven equipment lainnya.

Komponen Utama Turbin

Komponen turbin berbeda sesuai tipenya. Karena itu tidak tepat membuat satu daftar komponen yang dianggap berlaku untuk seluruh turbin.

Namun beberapa bagian yang umum dijumpai antara lain:

1. Rotor atau Runner

Bagian berputar yang menerima energi dari fluida. Istilah runner sangat umum digunakan pada hydraulic turbine, sedangkan rotor digunakan lebih luas pada steam dan gas turbine.

2. Blade atau Bucket

Blade atau bucket menerima gaya dari aliran fluida. Bentuknya dirancang berdasarkan karakteristik aerodinamika atau hidrodinamika yang diperlukan.

3. Shaft atau Poros

Poros meneruskan torsi dan daya mekanik dari rotor menuju generator atau driven equipment.

4. Bearing

Bearing menopang rotor dan shaft serta membantu menjaga putaran tetap pada posisi yang dirancang.

Dalam turbomachinery besar dapat terdapat radial/journal bearing dan thrust bearing.

5. Casing

Casing membentuk jalur fluida dan melindungi bagian internal. Bentuk dan fungsinya berbeda antara turbin air, uap, dan gas.

6. Sistem Pengaturan

Governor, control valve, guide vane, fuel control, atau sistem aktuasi lainnya digunakan untuk mengontrol daya maupun kecepatan sesuai jenis turbin.

Koreksi penting: generator bukan komponen internal turbin. Dalam sebuah turbine-generator set, turbin dan generator merupakan dua mesin berbeda yang dihubungkan secara mekanik melalui shaft atau coupling.

Jenis-Jenis Turbin Berdasarkan Fluida Kerja

1. Turbin Air

Turbin air pada pembangkit listrik tenaga air
Ilustrasi turbin air pada sistem pembangkit hidro.

Turbin air mengubah energi hidraulik air menjadi energi mekanik dan menjadi komponen utama pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Secara prinsip, hydraulic turbine dapat dibagi menjadi dua kelompok utama.

Turbin Impuls

Pada impulse turbine, sebagian besar tekanan air diubah menjadi kecepatan melalui nozzle sebelum jet air mengenai bucket runner.

Contohnya adalah Pelton dan cross-flow.

Turbin Reaksi

Pada reaction turbine, perubahan tekanan maupun momentum terjadi ketika air melewati runner.

Contohnya adalah Francis dan Kaplan.

2. Turbin Uap

Steam turbine menggunakan uap bertekanan dan bertemperatur tinggi sebagai fluida kerja.

Ketika uap berekspansi melewati beberapa stage, sebagian entalpinya dikonversi menjadi kerja mekanik pada rotor.

Turbin uap digunakan pada:

  • PLTU;
  • PLTP;
  • pembangkit nuklir;
  • combined cycle pada bagian steam cycle; dan
  • berbagai proses industri.

3. Turbin Gas

Ilustrasi turbin untuk sistem pembangkit listrik
Ilustrasi turbomachinery pada sistem pembangkit.

Gas turbine merupakan sistem yang pada konfigurasi dasarnya terdiri dari compressor, combustion chamber, dan turbine section.

Alurnya secara sederhana:

UDARA
↓
COMPRESSOR
↓
COMBUSTION CHAMBER
↓
GAS PANAS
↓
TURBINE
↓
SHAFT POWER

Sebagian daya yang dihasilkan turbine section digunakan untuk memutar compressor, sedangkan daya bersih sisanya dapat digunakan untuk memutar generator atau driven equipment.

Turbin gas banyak digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas, combined-cycle power plant, industri minyak dan gas, serta sistem propulsi tertentu.

4. Turbin Angin

Turbin angin mengambil energi kinetik dari udara dan mengubahnya menjadi putaran rotor.

Energi mekanik tersebut selanjutnya digunakan untuk menghasilkan listrik melalui generator, baik secara langsung maupun melalui gearbox tergantung desainnya.

Perlu dibedakan: PLTS fotovoltaik tidak menggunakan turbin. Panel surya PV mengubah energi cahaya langsung menjadi listrik melalui efek fotovoltaik. Turbin dapat ditemukan pada teknologi solar-thermal tertentu, tetapi bukan pada PLTS PV biasa.

Baca juga: Jenis-Jenis Turbin dan Kegunaannya.

Perbedaan Turbin Impuls dan Turbin Reaksi

Parameter Turbin Impuls Turbin Reaksi
Prinsip utama Memanfaatkan perubahan momentum jet berkecepatan tinggi Memanfaatkan perubahan tekanan dan momentum melalui runner
Tekanan pada runner Umumnya mendekati tekanan atmosfer pada hydraulic impulse turbine Terjadi perubahan tekanan ketika melewati runner
Contoh turbin air Pelton, Cross-flow Francis, Kaplan
Aplikasi umum Pelton cocok untuk head tinggi dan flow relatif rendah Francis dan Kaplan mencakup berbagai kombinasi head dan flow

Rumus Dasar Daya Turbin Air

Untuk memahami turbin air secara sederhana, daya hidraulik yang tersedia dapat diperkirakan dengan:

Phyd = ρ × g × Q × H

Sedangkan daya mekanik keluaran turbin secara sederhana:

Pout = ρ × g × Q × H × η

Keterangan:

  • P = daya (W);
  • ρ = massa jenis air (kg/m³);
  • g = percepatan gravitasi (m/s²);
  • Q = debit air (m³/s);
  • H = head efektif (m); dan
  • η = efisiensi turbin pada kondisi operasi yang ditinjau.

Contoh Perhitungan

Misalnya tersedia:

  • Q = 2 m³/s;
  • H = 30 m;
  • ρ ≈ 1.000 kg/m³;
  • g ≈ 9,81 m/s²; dan
  • efisiensi turbin diasumsikan 90%.

P = 1.000 × 9,81 × 2 × 30 × 0,90

P ≈ 529.740 W ≈ 530 kW

Ini merupakan contoh ideal yang disederhanakan. Dalam sistem nyata masih terdapat rugi-rugi pada saluran air, coupling, gearbox bila ada, generator, transformer, dan peralatan lainnya.

Hubungan Daya, Torsi dan Putaran Turbin

Pada shaft yang berputar, daya mekanik dapat dinyatakan sebagai:

P = T × ω

atau dengan putaran dalam rpm:

P = 2πNT / 60

Keterangan:

  • P = daya mekanik (W);
  • T = torsi (N·m);
  • ω = kecepatan sudut (rad/s); dan
  • N = putaran (rpm).

Hubungan ini penting ketika menganalisis turbine-generator maupun prime mover industri.

Pemilihan Turbin Air Berdasarkan Head dan Flow

Jenis turbin air tidak dipilih secara sembarangan. Dua parameter yang sangat penting adalah head dan flow atau debit.

Turbin Tipe Kecenderungan Aplikasi
Pelton Impulse Head tinggi, debit relatif rendah
Francis Reaction Rentang head dan debit menengah hingga tinggi tertentu
Kaplan Reaction Head relatif rendah, debit tinggi
Cross-flow Impulse Banyak digunakan pada aplikasi hidro kecil tertentu

Tabel tersebut hanya menunjukkan kecenderungan umum. Pemilihan aktual juga harus mempertimbangkan efficiency curve, variasi debit, cavitation, specific speed, kondisi lokasi, biaya, reliability, maintenance, dan persyaratan manufacturer.

Apa Itu Governor Turbin?

Governor merupakan bagian penting pada banyak sistem turbin karena digunakan untuk mengatur input energi dan membantu mengendalikan speed atau power.

Pada hydraulic turbine, governor dapat mengendalikan wicket gate, guide vane, nozzle needle, atau runner blade tergantung tipenya.

Pada steam turbine, sistem governing mengatur aliran steam melalui control valve. Sementara pada gas turbine, kontrol daya melibatkan pengaturan fuel dan berbagai parameter operasi lainnya.

Overspeed pada Turbin

Salah satu kondisi kritis pada rotating equipment adalah overspeed, yaitu ketika kecepatan rotor melampaui batas yang diizinkan.

Karena gaya sentrifugal meningkat sangat cepat terhadap kecepatan, overspeed serius dapat memberikan tekanan mekanik tinggi pada rotor dan komponen lainnya.

Turbin besar karena itu mempunyai sistem governing, trip, overspeed protection, dan emergency shutdown sesuai desainnya.

Cavitation pada Turbin Air

Cavitation dapat terjadi ketika tekanan lokal turun cukup rendah sehingga terbentuk gelembung uap. Ketika gelembung tersebut berpindah ke wilayah bertekanan lebih tinggi dan runtuh, dapat timbul erosi, getaran, noise, serta penurunan performa.

Karena itu posisi pemasangan, desain runner, kondisi suction/draft tube, head, temperatur, dan operating point perlu diperhatikan pada hydraulic turbine.

Efisiensi Turbin

Tidak seluruh energi fluida dapat diubah menjadi daya poros. Sebagian hilang akibat:

  • friction;
  • hydraulic atau aerodynamic losses;
  • leakage;
  • windage;
  • bearing losses; dan
  • losses lainnya sesuai desain.

Efisiensi secara sederhana dapat ditulis:

η = Pout / Pin × 100%

Nilai efisiensi tidak boleh digeneralisasi untuk seluruh turbin karena bergantung pada desain, ukuran, operating point, kondisi peralatan, dan jenis turbinnya.

Apakah Turbin Selalu Ramah Lingkungan?

Tidak. Turbin hanyalah perangkat konversi energi. Dampak lingkungan ditentukan oleh keseluruhan sistem dan sumber energi yang digunakan.

Contohnya:

  • turbin angin menggunakan energi angin tanpa proses pembakaran saat beroperasi;
  • turbin air memanfaatkan energi air, tetapi pembangunan fasilitas hidro tetap mempunyai aspek lingkungan yang harus dinilai;
  • turbin uap dapat memperoleh steam dari batubara, biomassa, panas bumi, nuklir, maupun sumber panas lainnya;
  • gas turbine yang membakar bahan bakar tetap menghasilkan emisi pembakaran.

Karena itu kurang tepat mengatakan penggunaan turbin secara otomatis “mengurangi polusi”.

Simple Cycle dan Combined Cycle Gas Turbine

Simple Cycle

Pada simple-cycle gas turbine, gas panas hasil pembakaran mengembang melalui turbine section kemudian exhaust dilepas setelah proses yang diperlukan.

Combined Cycle

Pada combined-cycle plant, panas exhaust gas turbine dimanfaatkan oleh Heat Recovery Steam Generator (HRSG) untuk menghasilkan steam.

Steam kemudian menggerakkan steam turbine sehingga energi dari bahan bakar dapat dimanfaatkan lebih jauh.

Intinya: peningkatan efisiensi pada combined cycle berasal dari pemanfaatan kembali panas exhaust yang masih mempunyai energi, bukan karena turbin gas itu sendiri “menciptakan” energi tambahan.

Perawatan Turbin

Turbin merupakan rotating equipment yang membutuhkan monitoring dan maintenance sesuai desain serta rekomendasi manufacturer.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • vibration monitoring;
  • bearing temperature;
  • lubricating oil condition;
  • shaft alignment;
  • seal condition;
  • blade atau runner inspection;
  • cavitation inspection pada hydraulic turbine;
  • governor dan control system;
  • overspeed trip test sesuai prosedur;
  • performance trending; dan
  • inspeksi lain berdasarkan jenis turbin.

Standar Terkait Turbin

Standar turbin berbeda menurut jenis dan ruang lingkup peralatannya.

Sebagai contoh, IEC 61362:2024 memberikan panduan spesifikasi untuk hydraulic turbine governing systems, termasuk pengendalian speed, power, water level, opening dan discharge serta aspek emergency shutdown.

Sementara untuk gas turbine terdapat berbagai standar ISO yang membahas definisi, procurement, rating, maupun acceptance testing sesuai lingkupnya.

Dalam pekerjaan nyata, standar yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis turbin, manufacturer, spesifikasi pemilik fasilitas, serta peraturan yang berlaku.

FAQ Tentang Turbin

Apa yang dimaksud dengan turbin?

Turbin adalah mesin rotasi yang mengambil energi dari fluida seperti air, uap, gas atau udara dan mengubah sebagian energi tersebut menjadi kerja mekanik pada rotor dan poros.

Apa fungsi utama turbin?

Fungsi utamanya adalah menghasilkan daya mekanik dari energi fluida. Daya tersebut dapat digunakan untuk memutar generator, compressor, pump atau driven equipment lainnya.

Apakah generator termasuk komponen turbin?

Tidak. Turbin dan generator merupakan dua mesin berbeda. Pada pembangkit listrik keduanya dikopel secara mekanis sehingga turbin memutar generator.

Apa perbedaan turbin impuls dan reaksi?

Pada hydraulic impulse turbine, runner terutama menerima energi dari jet berkecepatan tinggi. Pada reaction turbine terjadi perubahan tekanan dan momentum ketika air melewati runner.

Apa contoh turbin air?

Contoh yang banyak dikenal adalah Pelton, Francis, Kaplan dan cross-flow. Pemilihannya dipengaruhi oleh head, debit, karakteristik lokasi dan kebutuhan sistem.

Apa fungsi governor pada turbin?

Governor digunakan untuk mengatur input energi ke turbin dan membantu mengendalikan speed atau power sesuai desain sistem.

Apa yang dimaksud cavitation pada turbin?

Cavitation adalah pembentukan dan keruntuhan gelembung uap akibat perubahan tekanan lokal. Fenomena ini dapat menyebabkan erosi, getaran, noise dan penurunan performa pada hydraulic turbine.

Apakah semua pembangkit listrik menggunakan turbin?

Tidak. PLTA, PLTU, PLTG dan banyak PLTP menggunakan turbin, sedangkan PLTS fotovoltaik menghasilkan listrik langsung dari panel surya tanpa turbine-generator.

Kesimpulan

Turbin adalah mesin yang mengubah energi fluida menjadi energi mekanik berupa putaran rotor dan poros. Fluida tersebut dapat berupa air, uap, gas panas maupun udara tergantung jenis turbinnya.

Turbin air dapat dibagi menjadi impulse dan reaction turbine. Pelton merupakan contoh impulse turbine, sedangkan Francis dan Kaplan merupakan reaction turbine. Di sisi lain, steam turbine memanfaatkan ekspansi uap, sedangkan gas turbine merupakan bagian dari sistem yang melibatkan compressor, combustion chamber dan turbine section.

Generator bukan bagian internal turbin. Pada pembangkit listrik, keduanya merupakan mesin terpisah yang dikopel sehingga turbin menyediakan daya mekanik dan generator mengubahnya menjadi energi listrik.

Dalam menentukan atau mengoperasikan sebuah turbin, engineer dan teknisi perlu memperhatikan operating point, efisiensi, speed, torque, vibration, lubrication, cavitation, overspeed protection, serta kondisi peralatan secara keseluruhan.

Randra Agustio Efryansah, S.T.
Randra Agustio Efryansah, S.T. Lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, jurusan Teknik Elektro. Penulis artikel di bidang Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika, dan Energi Terbarukan.

Posting Komentar