Banyak di Kritik, Energi Terbarukan Ternyata Lebih Mahal? Simak!

Banyak yang mengkritik keputusan berbagai kepala negara untuk beralih ke energi terbarukan. Pasalnya, pembangunan pembangkit energi terbarukan membutuhkan dana yang tidak sedikit.




Di tengah permasalahan ekonomi global saat ini, bahan bakar fosil dan batu bara merupakan energi yang murah sehingga dapat menekan biaya produksi. Namun, mantan presiden Meksiko (2006-2012) Felipe Calderon membantah anggapan tersebut. Situasi dunia yang tidak menentu adalah waktu yang tepat untuk transisi energi. 


“Tentu saja ini momen yang tepat. Sekarang harga energi sedang naik, jadi kita perlu mempertimbangkan langkah-langkah untuk berhenti bergantung pada bahan bakar fosil. Alih-alih kita harus mengandalkan energi baru dan terbarukan, kita bisa mengandalkan energi matahari. Angin dan tenaga air," jelas Felipe di Prime Words CNBC Indonesia, Rabu (22/2/2023).


Baca juga.

Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Gas

10 Manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Air

Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Memahami Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir​


Dia mengatakan bahwa para pemimpin negara harus dapat mengambil pelajaran penting dari krisis energi yang disebabkan oleh perang baru-baru ini antara Rusia dan Ukraina. Karena guncangan dan inflasi harga energi yang tinggi, Felipe mengimbau pemerintah untuk mempertimbangkan energi terbarukan sebagai potensi energi masa depan untuk melanjutkan pasokan energi. 


“Mendapat pelajaran dari perang yang berujung pada krisis migas, saatnya mempercepat perubahan ke energi terbarukan. Apa yang terjadi saat ini menjadi pelajaran penting bagi negara agar tidak bergantung pada bahan bakar fosil,” ujarnya. dikatakan.


Selain itu, anggapan bahwa energi tak terbarukan lebih murah daripada energi terbarukan adalah kesalahan besar. Pasalnya, dia dan Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat polusi karbon sangat besar.


Di sisi lain, kerugian energi terbarukan minimal. Ini karena sumbernya dari sumber daya alam yang tidak memiliki efek berbahaya bagi kehidupan manusia. Hal ini jarang terlihat ketika membandingkan kerugian ekonomi energi tak terbarukan dengan energi terbarukan.


“Saya tidak setuju jika kita tidak mempertimbangkan efek lain dari penggunaan energi tak terbarukan. Kerugian ekonomi akibat kerusakan kesehatan seperti kanker, pneumonia akibat polusi karbon sangat besar. Namun, energi terbarukan tidak memiliki kerugian karena kita mengambilnya dari matahari, angin, dan udara." 


Dengan dunia menghadapi resesi dan penurunan ekonomi, transisi energi berpotensi menciptakan banyak lapangan kerja baru. Hal ini dibuktikan dengan terciptanya 300.000 lapangan kerja baru selama lima tahun terakhir di Amerika Serikat akibat maraknya perusahaan energi surya.


“Dalam lima tahun terakhir, industri solar di Amerika Serikat telah berhasil menciptakan lebih dari 300.000 lapangan kerja baru. Sehingga sangat membantu dalam iklim ekonomi saat ini karena dapat menciptakan lapangan kerja baru,” pungkasnya.  

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url