PHB Adalah: Fungsi, Jenis, Komponen dan Standarnya
![]() |
| Gambar Ilustrasi PHB (Panel Hubung Bagi) |
Kelas Teknisi | Dalam instalasi listrik rumah, gedung maupun industri, energi listrik tidak langsung disalurkan dari sumber menuju seluruh beban tanpa pengaturan. Dibutuhkan suatu titik distribusi yang dilengkapi perangkat pemutus, proteksi, penghantar, pengukuran, dan pada kondisi tertentu juga sistem kendali. Peralatan inilah yang dalam praktik kelistrikan Indonesia sering disebut PHB.
PHB adalah Perlengkapan Hubung Bagi atau Perangkat Hubung Bagi. Istilah ini digunakan untuk rakitan peralatan listrik yang berfungsi membagi tenaga listrik, melakukan penyakelaran, serta melindungi dan/atau mengendalikan sirkit listrik.
PHB dapat ditemukan mulai dari panel distribusi sederhana di rumah hingga LVMDP, MDP, SDP, panel motor dan switchboard pada gedung maupun industri.
Jawaban singkat: PHB adalah rakitan peralatan listrik yang menerima suplai, membagi energi ke beberapa sirkit, serta menyediakan fungsi penyakelaran, proteksi, pengukuran dan kendali sesuai kebutuhan instalasi.
Apa Itu PHB?
Dalam terminologi instalasi listrik Indonesia, PHB berkaitan dengan rakitan switchgear and controlgear yang digunakan untuk membagi dan mengendalikan tenaga listrik.
Definisi PUIL pada prinsipnya menggambarkan PHB sebagai perlengkapan yang digunakan untuk:
- membagi tenaga listrik;
- mengendalikan sirkit;
- melindungi sirkit dan pemanfaat listrik;
- melakukan fungsi penyakelaran sesuai rancangan.
Bentuk PHB dapat berupa kotak distribusi kecil, panel dinding, lemari panel berdiri, switchboard atau rakitan lain yang sesuai dengan penggunaan dan standar produknya.
PHB merupakan bagian penting dari instalasi listrik karena menjadi titik tempat sumber daya dibagi ke beberapa feeder atau sirkit akhir.
PHB Singkatan dari Apa?
Dalam berbagai materi instalasi listrik di Indonesia, PHB sering disebut:
- Perlengkapan Hubung Bagi;
- Perangkat Hubung Bagi;
- PHB dengan atau tanpa kendali.
Istilah lama “Panel Hubung Bagi” juga sangat umum digunakan di lapangan. Namun secara teknis, PHB tidak selalu harus berbentuk panel besar karena rakitannya dapat berupa box, panel atau enclosure lainnya.
![]() |
| PHB (Panel Hubung Bagi) Dokumentasi Kelasteknisi.com |
Fungsi PHB
Fungsi PHB tidak hanya sebagai tempat memasang MCB. Pada instalasi yang dirancang dengan benar, PHB dapat menjalankan beberapa fungsi sekaligus.
1. Menerima Suplai Listrik
PHB menerima energi dari sumber di sisi upstream, misalnya:
- jaringan utilitas;
- transformator;
- generator;
- UPS;
- panel distribusi sebelumnya.
Incoming tersebut kemudian masuk ke main switching/protection device sesuai desain.
2. Membagi Energi Listrik
Dari incoming, energi didistribusikan menuju beberapa outgoing feeder.
Contohnya:
Trafo → LVMDP → SDP → Panel Beban → Sirkit Akhir
Urutan sebenarnya dapat berbeda tergantung desain instalasi.
3. Melindungi Instalasi
PHB menjadi lokasi pemasangan perangkat proteksi seperti:
Proteksi harus dipilih berdasarkan karakteristik sirkit, arus beban, arus hubung singkat prospektif, koordinasi proteksi, jenis beban dan persyaratan keselamatan.
4. Melakukan Penyakelaran
PHB memungkinkan suatu feeder atau bagian instalasi dihubungkan dan diputuskan melalui switching device yang sesuai.
Fungsi ini penting untuk:
- operasi normal;
- isolasi;
- maintenance;
- emergency switching bila dirancang untuk tujuan tersebut.
5. Pengukuran dan Monitoring
Panel dapat dilengkapi dengan:
- ammeter;
- voltmeter;
- multifunction meter;
- energy meter;
- frequency meter;
- power factor meter;
- current transformer;
- indikator status.
6. Kendali
PHB tertentu juga dapat mengandung rangkaian kendali seperti:
- contactor;
- control relay;
- timer;
- selector switch;
- push button;
- PLC;
- communication module.
Namun perlu dibedakan: panel distribusi tidak otomatis merupakan panel kontrol. Fungsi dan klasifikasinya tergantung rancangan panel.
Komponen Utama PHB
Isi PHB berbeda-beda sesuai kapasitas dan aplikasinya, tetapi beberapa komponen berikut sering ditemukan.
1. Main Circuit Breaker
Main breaker menjadi perangkat pemutus utama incoming.
Untuk panel kecil dapat menggunakan MCB, sedangkan panel dengan arus lebih besar dapat menggunakan MCCB atau ACB sesuai rating dan kebutuhan sistem.
2. Busbar
Busbar merupakan penghantar utama yang mengumpulkan dan membagi arus ke beberapa outgoing feeder.
Busbar umumnya terbuat dari tembaga atau aluminium dan harus dirancang dengan memperhatikan:
- arus pengenal;
- kenaikan temperatur;
- kemampuan menahan arus hubung singkat;
- jarak isolasi;
- kekuatan mekanis;
- kondisi enclosure.
3. Outgoing Circuit Breaker
Outgoing breaker melindungi feeder yang meninggalkan panel.
Rating outgoing tidak boleh sekadar dipilih berdasarkan “arus terdekat”, tetapi perlu disesuaikan dengan kabel, beban, kondisi instalasi dan koordinasi proteksi.
4. Neutral Bar
Neutral bar menjadi terminal pengumpulan konduktor netral apabila sistem menggunakan netral.
Penanganannya harus mengikuti sistem pembumian dan desain instalasi yang digunakan.
5. PE / Grounding Bar
Protective Earth bar digunakan sebagai titik penghubung konduktor proteksi.
PE dan neutral tidak boleh disatukan sembarangan di setiap panel karena hubungan N–PE bergantung pada sistem pembumian dan lokasi titik bonding yang ditentukan dalam desain.
6. Metering
Pada panel besar, pengukuran arus dapat menggunakan Current Transformer (CT) sehingga alat ukur tidak harus dilewati arus primer secara langsung.
7. Indicator Lamp
Lampu indikator dapat digunakan untuk menampilkan kondisi seperti:
- phase available;
- breaker ON/OFF;
- trip;
- fault;
- source available.
8. Enclosure
Enclosure melindungi komponen terhadap sentuhan, benda asing, debu, air dan pengaruh lingkungan sesuai rating desain.
Karena itu pemilihan enclosure tidak cukup hanya melihat ukuran. Tingkat perlindungan seperti IP rating juga perlu disesuaikan dengan lokasi instalasi.
PHB Tegangan Rendah
PHB tegangan rendah merupakan kategori yang paling sering dijumpai pada instalasi gedung, rumah dan industri.
Untuk rakitan switchgear dan controlgear tegangan rendah, salah satu seri standar utama yang digunakan adalah IEC 61439. Di Indonesia, BSN telah mengadopsi beberapa bagiannya menjadi SNI.
Beberapa contoh yang berstatus berlaku antara lain:
- SNI IEC 61439-1:2011 – aturan umum;
- SNI IEC 61439-2:2020 – rakitan perangkat sakelar dan kendali daya;
- SNI IEC 61439-3:2014 – panel distribusi yang dimaksudkan dioperasikan orang awam;
- SNI IEC 61439-6 – busbar trunking system.
Dalam standar IEC terbaru internasional, IEC 61439-1:2020 menetapkan definisi umum, service conditions, construction requirements, technical characteristics dan verification requirements untuk rakitan tegangan rendah.
Apakah PHB Hanya untuk Tegangan Rendah?
Tidak semua perangkat hubung bagi berada pada tegangan rendah. Sistem distribusi dan transmisi juga mempunyai switchgear pada tegangan menengah dan tinggi.
Namun istilahnya perlu dibuat jelas agar tidak tercampur.
PHB / Switchgear Tegangan Rendah
Contohnya:
- distribution board rumah;
- MDP;
- SDP;
- LVMDP;
- panel tenaga;
- motor control centre pada konfigurasi tertentu.
Switchgear Tegangan Menengah
Pada jaringan 20 kV, perangkat switching dan protection biasanya berbentuk kubikel atau medium-voltage switchgear.
Kubikel dapat berisi:
- circuit breaker;
- load break switch;
- disconnector;
- earthing switch;
- CT;
- VT;
- relay proteksi;
- metering.
Jenis cubicle dapat berupa incoming, outgoing, bus coupling, metering dan fungsi lain sesuai desain.
Switchgear Tegangan Tinggi
Pada sistem transmisi atau gardu induk digunakan perangkat hubung bagi tegangan tinggi dengan circuit breaker, disconnector, CT, VT, busbar, sistem proteksi dan equipment lainnya.
Konfigurasinya dapat berbentuk AIS, GIS atau hybrid sesuai kebutuhan sistem.
PHB Berdasarkan Tingkatan Distribusi
Dalam proyek gedung dan industri, istilah MDP, SDP, LVMDP sangat umum digunakan. Namun penamaan ini merupakan nomenklatur desain/proyek dan tidak selalu identik di semua fasilitas.
1. MDP – Main Distribution Panel
MDP merupakan panel distribusi utama yang menerima suplai dari sumber atau panel upstream dan membagi daya ke panel-panel cabang.
Contoh:
Trafo → MDP → SDP Lantai 1, SDP Lantai 2, Panel Pompa
2. LVMDP – Low Voltage Main Distribution Panel
LVMDP secara khusus menunjukkan main distribution panel pada sisi tegangan rendah.
Pada gedung dengan trafo sendiri, LVMDP biasanya menerima output sekunder transformator dan menjadi pusat distribusi daya tegangan rendah.
3. SDP – Sub Distribution Panel
SDP menerima suplai dari MDP atau panel upstream kemudian membagi daya menuju area atau kelompok beban yang lebih kecil.
Contohnya:
- SDP lantai;
- SDP workshop;
- SDP area produksi;
- SDP utility.
4. Final Distribution Board
Panel distribusi akhir melayani sirkit final seperti:
- penerangan;
- socket outlet;
- AC;
- equipment kecil;
- beban area tertentu.
Perbedaan MDP dan SDP
| Parameter | MDP | SDP |
|---|---|---|
| Posisi | Distribusi utama | Distribusi cabang |
| Incoming | Sumber/trafo/panel utama | MDP atau panel upstream |
| Outgoing | Beberapa SDP atau beban besar | Panel akhir atau kelompok beban |
| Arus | Umumnya lebih besar | Umumnya lebih kecil |
| Breaker | Dapat menggunakan ACB/MCCB sesuai rating | Umumnya MCCB/MCB sesuai desain |
PHB Berdasarkan Lokasi Pemasangan
1. Indoor
PHB indoor dipasang di dalam bangunan atau ruang listrik yang terlindung dari paparan cuaca secara langsung.
Contohnya:
- panel MDP di ruang electrical;
- SDP pada shaft/ruang panel;
- distribution board dalam bangunan.
2. Outdoor
PHB outdoor dipasang di lingkungan yang dapat terkena kondisi luar seperti:
- hujan;
- debu;
- kelembapan;
- radiasi matahari;
- perubahan temperatur.
Enclosure, sealing, material dan IP rating harus dipilih sesuai kondisi lingkungan aktual.
Jadi, perbedaan indoor dan outdoor bukan hanya soal panel diletakkan “di luar atau di dalam”, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan assembly menghadapi environmental condition.
PHB Berdasarkan Penggunaan
1. Panel Penerangan
Panel penerangan membagi suplai menuju sirkit lampu dan equipment terkait.
Biasanya outgoing menggunakan protective device yang disesuaikan dengan karakteristik kabel dan beban penerangan.
2. Panel Tenaga
Panel tenaga digunakan untuk memasok beban listrik dengan kebutuhan daya lebih besar.
Contohnya:
- motor listrik;
- pompa;
- compressor;
- heater;
- mesin produksi.
3. Motor Control Centre (MCC)
MCC merupakan rakitan yang ditujukan untuk pengendalian beberapa motor.
Di dalamnya dapat ditemukan:
- circuit breaker/fuse;
- contactor;
- overload relay;
- motor protection relay;
- soft starter;
- VFD;
- control circuit.
4. Panel Kontrol
Panel kontrol berfokus pada fungsi kendali dan otomasi.
Komponennya dapat berupa PLC, relay, power supply DC, HMI, I/O module dan communication equipment.
Panel kontrol dapat terpisah dari power distribution board atau digabung dalam assembly sesuai desain dan standar yang diterapkan.
PHB Berdasarkan Bentuk Fisik
Daripada membagi PHB menjadi “lemari, kotak dan meja” secara mutlak, lebih praktis mengelompokkannya berdasarkan konstruksi pemasangan.
1. Wall-Mounted Panel
Dipasang pada dinding dan umum digunakan untuk:
- distribution board kecil;
- lighting panel;
- control panel kecil.
2. Floor-Standing Panel
Panel berdiri digunakan untuk assembly dengan ukuran, jumlah feeder atau kapasitas yang lebih besar.
Contohnya LVMDP dan panel distribusi industri.
3. Modular Switchboard
Terdiri dari beberapa section atau cubicle yang disusun menjadi satu assembly.
Section dapat dipisahkan berdasarkan:
- incoming;
- bus coupler;
- outgoing;
- metering;
- capacitor bank.
Komponen Proteksi di Dalam PHB
MCB
MCB umum digunakan pada sirkit dengan arus relatif kecil untuk memberikan proteksi terhadap overload dan short circuit sesuai karakteristiknya.
MCCB
MCCB digunakan pada feeder dengan rating arus dan breaking capacity yang lebih besar. Banyak MCCB industri menawarkan setting trip yang dapat disesuaikan.
ACB
Air Circuit Breaker banyak digunakan sebagai incoming atau bus coupler pada low-voltage main switchboard berkapasitas besar.
Fuse
Fuse memutus sirkit dengan melelehkan fusible element ketika kondisi arus melebihi karakteristik yang ditentukan.
RCD/RCCB/RCBO
Digunakan untuk proteksi tambahan terhadap residual current sesuai penerapan dan persyaratan instalasinya.
Proteksi PHB Tidak Hanya Ditentukan dari Ampere
Salah satu kesalahan umum adalah memilih breaker hanya berdasarkan arus beban.
Dalam perancangan PHB, teknisi juga harus mempertimbangkan:
- rated current;
- prospective short-circuit current;
- breaking capacity breaker;
- short-time withstand busbar;
- selectivity;
- backup/cascading bila digunakan;
- conductor ampacity;
- temperature rise;
- earthing system;
- environmental condition.
Penelitian perencanaan instalasi listrik di Indonesia juga menekankan pentingnya perhitungan beban, ukuran penghantar, hubung singkat dan jatuh tegangan agar panel serta instalasi mampu memasok sekaligus melindungi beban dengan tepat.
Apa Itu Arus Hubung Singkat PHB?
Ketika terjadi short circuit, arus gangguan dapat menjadi berkali-kali lebih besar dibanding arus operasi normal.
Karena itu PHB harus mempunyai kemampuan terhadap kondisi hubung singkat sesuai titik pemasangannya.
Contohnya, breaker tidak cukup hanya mempunyai rating:
In = 400 A
Teknisi juga perlu mengetahui kemampuan pemutus seperti Icu/Ics dan karakteristik assembly terhadap fault current.
Busbar dan support juga mengalami gaya elektromagnetik sangat besar ketika short circuit sehingga aspek thermal dan mechanical withstand sama pentingnya.
Standar PHB yang Perlu Diketahui
1. PUIL 2020
PUIL menjadi salah satu rujukan utama instalasi listrik tegangan rendah di Indonesia.
Bagian yang relevan antara lain ketentuan:
- pemilihan dan pemasangan electrical equipment;
- protection;
- switching;
- isolation;
- earthing;
- protection against electric shock.
BSN mencatat antara lain SNI 0225-5-51:2020 dan SNI 0225-5-53:2020 sebagai bagian PUIL 2020 yang berlaku.
2. SNI IEC 61439
Seri ini digunakan untuk low-voltage switchgear and controlgear assemblies.
Salah satu bagian yang sangat relevan untuk power switchgear assembly adalah:
SNI IEC 61439-2:2020 – Rakitan perangkat sakelar dan kendali voltase rendah, Bagian 2: Rakitan perangkat sakelar dan kendali daya.
3. SNI IEC 61439-3
Digunakan untuk distribution board yang dimaksudkan dioperasikan oleh ordinary persons sesuai scope standar tersebut.
4. IEC/SNI IEC 60947
Seri IEC 60947 berkaitan dengan low-voltage switchgear and controlgear individual equipment, termasuk circuit breaker, switch dan controlgear tertentu.
Bedakan IEC 61439 dan IEC 60947: IEC 60947 terutama mengatur perangkat individual seperti breaker dan switchgear tertentu, sedangkan IEC 61439 mengatur assembly atau rakitan panel secara keseluruhan. Memasang breaker yang sudah memenuhi IEC 60947 tidak otomatis membuat keseluruhan panel memenuhi IEC 61439.
Verification pada PHB Tegangan Rendah
IEC 61439 tidak hanya mengatur komponen, tetapi juga memerlukan verifikasi karakteristik assembly.
Hal yang relevan dapat meliputi:
- strength of materials and parts;
- degree of protection;
- clearance and creepage distance;
- protection against electric shock;
- incorporation of switching devices;
- internal electrical circuit and connection;
- terminal;
- dielectric properties;
- temperature rise;
- short-circuit withstand strength;
- electromagnetic compatibility;
- mechanical operation.
Detail verification yang diwajibkan harus mengikuti bagian IEC/SNI IEC 61439 yang berlaku untuk jenis assembly tersebut.
IP Rating Panel
PHB harus mempunyai enclosure yang sesuai lokasi.
IP code menunjukkan tingkat perlindungan enclosure terhadap akses ke bagian berbahaya, masuknya benda padat dan air sesuai standard terkait.
Contoh pemilihan tidak boleh sekadar:
Indoor = IP42
Outdoor = IP65
karena kebutuhan rating harus ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan sebenarnya.
Panel outdoor di area washdown, misalnya, dapat membutuhkan tingkat proteksi yang berbeda dengan panel outdoor di bawah canopy.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih PHB
- Tegangan kerja.
- Jumlah phase.
- Rated current.
- Jumlah incoming dan outgoing.
- Prospective short-circuit current.
- Breaking capacity protective device.
- Ukuran dan rating busbar.
- Jenis earthing system.
- IP rating.
- Indoor atau outdoor.
- Temperature dan ventilation.
- Jenis cable entry.
- Spare feeder.
- Metering.
- Communication/monitoring requirement.
- Standar assembly.
Contoh Susunan PHB Gedung
Misalnya sebuah gedung memperoleh suplai dari transformator 20 kV/400 V.
Susunan sederhananya dapat berupa:
Jaringan 20 kV
↓
MV Switchgear
↓
Transformator 20 kV/400 V
↓
LVMDP
↓
SDP Tiap Lantai
↓
Panel Penerangan / Panel Tenaga
↓
Beban
Skema ini hanya contoh. Sistem aktual dapat menggunakan generator, ATS, UPS, bus coupler atau dual-source arrangement tergantung kebutuhan gedung.
PHB-TR pada Gardu Distribusi
Dalam jaringan distribusi PLN dikenal PHB-TR atau Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah pada sisi sekunder transformator distribusi.
PHB-TR menerima keluaran transformator dan membaginya ke beberapa jurusan jaringan tegangan rendah.
Penelitian dari Politeknik Negeri Ujung Pandang mengenai monitoring PHB-TR menunjukkan bahwa parameter seperti arus, tegangan dan temperatur penting untuk dipantau karena kondisi beban berlebih dan gangguan pada fuse/base fuse dapat memengaruhi operasi PHB-TR.
PHB Konvensional vs PHB dengan Monitoring Digital
Artikel lama sering membagi PHB menjadi “konvensional” dan “modern berbasis PLC”. Pembagian tersebut sebenarnya kurang tepat sebagai klasifikasi standar.
Lebih tepat disebut perbedaan berdasarkan fitur monitoring dan control.
PHB Sederhana
Dapat hanya terdiri dari:
- breaker;
- busbar;
- indicator;
- meter lokal.
PHB dengan Digital Monitoring
Dapat ditambahkan:
- multifunction meter;
- temperature sensor;
- communication module;
- energy monitoring;
- SCADA connection;
- IoT gateway pada aplikasi tertentu.
Penelitian Indonesia juga sudah mengembangkan monitoring PHB-TR berbasis IoT yang memantau voltage, current, temperature dan humidity secara real-time.
Kesalahan yang Sering Terjadi pada PHB
1. Terminal Longgar
Sambungan dengan torque tidak tepat dapat meningkatkan contact resistance dan menghasilkan hotspot.
2. Overload
Penambahan beban tanpa mengevaluasi kapasitas panel dapat membuat busbar, breaker atau kabel beroperasi melebihi kondisi desain.
3. Breaker Terlalu Besar
Breaker yang terlalu besar terhadap kabel dapat menyebabkan conductor tidak terlindungi dengan benar terhadap overload.
4. Tidak Ada Label
Feeder yang tidak mempunyai label menyulitkan isolasi dan troubleshooting.
5. N dan PE Salah
Pencampuran neutral dan protective earth yang tidak sesuai desain earthing system dapat menimbulkan masalah keselamatan dan proteksi.
6. Debu dan Kelembapan
Kondisi enclosure yang tidak sesuai lingkungan dapat mempercepat korosi, tracking atau penurunan insulation performance.
Pemeliharaan PHB
Maintenance panel sebaiknya dilakukan berdasarkan risk assessment, rekomendasi manufacturer dan kebijakan pemeliharaan fasilitas.
Pemeriksaan dapat meliputi:
- kondisi fisik enclosure;
- indikasi overheating;
- kebersihan;
- terminal dan joint;
- breaker mechanism;
- metering;
- earthing connection;
- ventilation;
- label;
- abnormal sound atau smell.
Thermography juga sering digunakan untuk mendeteksi kenaikan temperatur abnormal pada sambungan dan equipment saat panel sedang beroperasi.
Keselamatan: membuka PHB dapat mengekspos bagian bertegangan dan arc-flash hazard. Pemeriksaan internal, pengencangan terminal atau pekerjaan lainnya harus dilakukan oleh personel kompeten dengan prosedur isolasi energi, LOTO, verifikasi bebas tegangan dan APD sesuai hasil penilaian risiko.
FAQ PHB
Apa itu PHB listrik?
PHB adalah rakitan perangkat yang digunakan untuk membagi energi listrik serta menjalankan fungsi switching, protection, control dan monitoring sesuai desain instalasi.
Apa kepanjangan PHB?
PHB umum dikenal sebagai Perlengkapan Hubung Bagi atau Perangkat Hubung Bagi. Istilah Panel Hubung Bagi juga banyak digunakan dalam praktik.
Apa fungsi PHB?
Fungsinya antara lain menerima suplai, membagi energi ke feeder, melindungi sirkit, melakukan switching serta menyediakan monitoring dan control jika diperlukan.
Apa saja komponen PHB?
Komponennya dapat mencakup MCB, MCCB, ACB, fuse, busbar, terminal, neutral bar, PE bar, meter, CT, indicator lamp dan control equipment.
Apa perbedaan MDP dan SDP?
MDP berada pada tingkat distribusi utama, sedangkan SDP menerima suplai dari MDP atau panel upstream untuk mendistribusikannya ke area yang lebih kecil.
Apa itu LVMDP?
LVMDP adalah Low Voltage Main Distribution Panel, yaitu panel utama distribusi pada sisi tegangan rendah.
Apa itu PHB-TR?
PHB-TR merupakan Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah. Dalam gardu distribusi, PHB-TR berada pada sisi tegangan rendah transformator dan membagi daya menuju jaringan tegangan rendah.
Apakah kubikel 20 kV sama dengan PHB-TR?
Tidak. Kubikel 20 kV merupakan medium-voltage switchgear, sedangkan PHB-TR berada di sisi tegangan rendah.
Apakah PHB wajib mempunyai MCB?
Tidak selalu MCB. Jenis protection device ditentukan oleh rating, fungsi dan desain panel. Panel besar dapat menggunakan MCCB, ACB atau fuse.
Apa standar panel listrik di Indonesia?
Untuk instalasi tegangan rendah digunakan ketentuan PUIL/SNI yang relevan. Rakitan switchgear dan controlgear tegangan rendah juga berkaitan dengan seri SNI IEC 61439.
Apakah panel dengan breaker IEC 60947 otomatis memenuhi IEC 61439?
Tidak. Compliance perangkat individual tidak otomatis membuktikan compliance keseluruhan assembly. Panel tetap membutuhkan verification sesuai bagian IEC 61439 yang berlaku.
Kesimpulan
PHB adalah bagian penting dalam instalasi listrik yang berfungsi membagi, mengendalikan dan melindungi sirkit listrik. Bentuk dan kapasitasnya dapat sangat beragam, mulai dari distribution board kecil hingga LVMDP besar.
Dalam sistem distribusi gedung, hierarki panel dapat menggunakan MDP, SDP dan panel distribusi akhir. Sedangkan pada gardu distribusi terdapat medium-voltage switchgear, transformator dan PHB-TR sebagai bagian yang berbeda.
Perancangan PHB tidak cukup hanya menentukan ukuran box dan rating breaker. Teknisi juga harus memperhatikan arus hubung singkat, busbar, breaking capacity, cable protection, temperature rise, enclosure, earthing, coordination dan standard assembly.
Untuk rakitan tegangan rendah, salah satu acuan penting adalah SNI IEC 61439 serta ketentuan PUIL 2020 yang relevan.
Sumber Referensi
-
Badan Standardisasi Nasional – SNI IEC 61439-2:2020
Rakitan perangkat sakelar dan kendali voltase rendah – Bagian 2: Rakitan perangkat sakelar dan kendali daya.
pesta.bsn.go.id -
Badan Standardisasi Nasional – SNI IEC 61439-3:2014
Panel distribusi yang dimaksudkan untuk dioperasikan oleh orang awam (DBO).
pesta.bsn.go.id/produk/detail/9905-sniiec61439-32014 -
Badan Standardisasi Nasional – PUIL 2020, SNI 0225-5-51:2020
Pemilihan dan pemasangan peralatan listrik – Aturan bersama.
pesta.bsn.go.id -
Badan Standardisasi Nasional – PUIL 2020, SNI 0225-5-53:2020
Pemilihan dan pemasangan peralatan listrik – Gawai proteksi, isolasi, penyakelaran, kendali dan pemantauan.
pesta.bsn.go.id -
IEC 61439-1:2020 – Low-voltage switchgear and controlgear assemblies
General rules for construction, characteristics and verification of low-voltage assemblies.
iec.ch -
Maulana, D. R., Hermawan, & Juningtyastuti – Perencanaan Instalasi Listrik Hotel Chanti Semarang Menggunakan Software ECODIAL 4.8
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Vol. 6 No. 3.
doi.org/10.14710/transient.v6i3.483-489 -
Hamdani, Asri, A., & Kausalam, D. A. – Rancang Bangun Alat Monitoring Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah Berbasis Internet of Things
Journal of Applied Electrical and Energy System, Politeknik Negeri Ujung Pandang, 2023.
jurnal.poliupg.ac.id/index.php/jpes/article/view/4698 -
Hakim, N. T., & Fatkhurrohman, M. – Analisa Proses Wiring pada Produksi Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHBTR) Pasang Luar 400 Ampere–4 Jurusan
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika, 2024. -
Gaffar, A., Agussalim, & Arisandi, D. – Analisis Gangguan Hubung Singkat pada Jaringan Distribusi 20 kV di Gardu Induk Panakkukang
Jurnal Teknologi Elekterika, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
doi.org/10.31963/elekterika.v1i2.1221


Posting Komentar